Star Party 1


Star Party 1

HAAJ akan mengadakan Star Party kembali, dimana pada Star Party ini merupakan Star Party pertama di tahun 2012 ini, yang berarti pula Star Party kali ini bersifat umum. Maka semua orang baik itu yang sudah terdaftar sebagai anggota HAAJ maupun yang belum terdaftar sebagai anggota dapat mengikuti Star Party kali ini. Tidak ada syarat apapun yang diberikan kepada peserta.


Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:
Sabtu-Minggu, 17-18 Maret 2012 bertempat di Gymnasium Kampus IPB Darmaga, Bogor
dengan biaya:

Rp 35.000,-
Inc : Logbook, DVD Software Astronomi (150 Pendaftar Pertama), Snack & Drink, Paper Model, Peta Bintang.

Peserta diharapkan membawa :
1. Obat-obatan pribadi
2. Jaket atau sejenisnya
3. Senter
4. Peta langit (jika punya)

Untuk Informasi lebih detail bisa menghubungi nomor dibawah ini:
Indra Firdaus (08999345351)

-----------------------------------
1. Pendaftaran Peserta bisa melalui email haaj (humas_haaj84@yahoo.com) dengan Format seperti dibawah ini :

Nama Lengkap :
Alamat :
Nomor Handphone :
Email :
Asal Sekolah & Kampus :

Kemudian lakukan pembayaran ke nomor rekening 0152751883 atas nama Norma Yunita Bank BNI Cab UNJ. Bagi yang sudah mentransfer silahkan melakukan konfirmasi pembayaran ke salah 1 nmr berikut ini :
1. Vina El Seif : 083870360006
2. Norma Yunita : 085715593363
- Stroke Pembayaran via rekening dikirim ke email haaj (humas_haaj84@yahoo.com), Bisa di scan atau difoto.

2. Pendaftaran bisa dilakukan pada saat pertemuan rutin HAAJ pada tanggal 10 Maret 2012, Pukul 16.00 - 20.00 atau Pada hari sabtu, 3 Maret 2012 di Sekretariat HAAJ (Planetarium TIM ) Pukul 13.00 - 21.00

150 pendaftar pertama akan mendapatkan DVD Astronomi yang berisikan mengenai Film-Film Astronomi, Paper Model, Software - Software Astronomi, dll..
-------------------------------------

Buruan Daftar :D

Ajak teman-teman kalian, Keluarga Kalian, Pacar, Gebetan, dll untuk belajar mencintai Astronomi, dan rasakan bagaimana rasanya menjadi seorang Astronom Amatir :)

Terima Kasih Salam HUMAS HAAJ :)

Pertemuan Rutin 4, 25 Februari 2012


Pertemuan Rutin Dwimingguan
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)
edisi keempat di tahun 2012


Abstrak*
Planet diambil dari kata dalam bahasa Yunani Asteres Planetai yang artinya Bintang Pengelana. Dinamakan demikian karena berbeda dengan bintang biasa, Planet dari waktu ke waktu terlihat berkelana (berpindah-pindah) dari rasi bintang yang satu ke rasi bintang yang lain. Perpindahan ini (pada masa sekarang) dapat dipahami karena planet beredar mengelilingi matahari. Namun pada zaman Yunani Kuno yang belum mengenal konsep heliosentris, planet dianggap sebagai representasi dewa di langit.

Pada saat itu yang dimaksud dengan planet adalah tujuh benda langit: Matahari, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Astronomi modern menghapus Matahari dan Bulan dari daftar karena tidak sesuai definisi yang berlaku sekarang. Sebelumnya, planet-planet anggota tata surya ada 9, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter/Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Namun, tanggal 26 Agustus 2006, para ilmuwan sepakat untuk mengeluarkan Pluto dari daftar planet sehingga jumlah planet di tata surya menjadi hanya 8.

Planet - Planet di Tatasurya

Judul Materi : Planet - Planet di Tatasurya
Narasumber : Ahmad Zulfahmi
Waktu : Sabtu, 25 Februari 2012, mulai pukul 16.00 s.d Selesai
Tempat : Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta Lantai dua.
Alamat: Jln. Cikini Raya no: 73. Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat.

Catatan:
* Bagi yang berminat, silahkan langsung datang ke lokasi dengan waktu yang telah disebutkan.
* Pertemuan Rutin ini terbuka untuk Umum, Free, Hanya dibebankan untuk membayar Handouts Presentasi.
* Jika langit memungkinkan, setelah pertemuan akan diadakan peneropongan benda langit dengan menggunakan teleskop astronomi.

Contact Person :
1. Muhammad Rayhan (Ketua) : 081317566592
2. Norma Yunita (PJ Pertemuan Rutin) : 085715593363
3. Indra Firdaus (Humas & PJ Star Party) : 08999345351

Terima Kasih.
Salam Humas

Pertemuan Rutin 3, 11 Februari 2012


Pertemuan Rutin Dwimingguan
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)
edisi ketiga di tahun 2012

Abstrak*
Matahari adalah bola raksasa yang terbentuk dari gas hidrogen dan helium. Seluruh komponen tata surya termasuk 8 planet dan satelit masing-masing, planet-planet kerdil, asteroid, komet, dan debu angkasa berputar mengelilingi Matahari. Di samping sebagai pusat peredaran, Matahari juga merupakan sumber energi untuk kehidupan yang berkelanjutan. Panas Matahari menghangatkan bumi dan membentuk iklim, sedangkan cahayanya menerangi Bumi serta dipakai oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Tanpa Matahari, tidak akan ada kehidupan di Bumi karena banyak reaksi kimia yang tidak dapat berlangsung.

Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 miliar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU (Inggris: astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindungi permukaan Bumi dari angin surya, sinar ultraviolet dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti Bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. (wikipedia)

Matahari dan Bumi



Judul Materi : Interaksi Matahari dan Bumi
Narasumber : Adisetyo Panduwirawan
Waktu : Sabtu, 11 Februari 2012, mulai pukul 16.00 s.d Selesai
Tempat : Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta Lantai dua.
Alamat: Jln. Cikini Raya no: 73. Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat.

Catatan:
* Bagi yang berminat, silahkan langsung datang ke lokasi dengan waktu yang telah disebutkan.
* Pertemuan Rutin ini terbuka untuk Umum, Free, Hanya dibebankan untuk membayar Handouts Presentasi.
* Jika langit memungkinkan, setelah pertemuan akan diadakan peneropongan benda langit dengan menggunakan teleskop astronomi.

Contact Person :
1. Muhammad Rayhan (Ketua) : 081317566592
2. Norma Yunita (PJ Pertemuan Rutin) : 085715593363
3. Indra Firdaus (Humas & PJ Star Party) : 08999345351

Terima Kasih.
Salam Humas

Pertemuan Rutin 2, 28 Januari 2012


Pertemuan Rutin Dwimingguan
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)
edisi kedua di tahun 2012

Abstrak*

Astronomi ialah cabang ilmu alam yang melibatkan pengamatan benda-benda langit (seperti halnya bintang, planet, komet, nebula, gugus bintang, atau galaksi) serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi (misalnya radiasi latar belakang kosmik (radiasi CMB)). Ilmu ini secara pokok mempelajari berbagai sisi dari benda-benda langit — seperti asal-usul, sifat fisika/kimia, meteorologi, dan gerak — dan bagaimana pengetahuan akan benda-benda tersebut menjelaskan pembentukan dan perkembangan alam semesta.

Astronomi sebagai ilmu adalah salah satu yang tertua, sebagaimana diketahui dari artifak-artifak astronomis yang berasal dari era prasejarah; misalnya monumen-monumen dari Mesir dan Nubia, atau Stonehenge yang berasal dari Britania. Orang-orang dari peradaban-peradaban awal semacam Babilonia, Yunani, Cina, India, dan Maya juga didapati telah melakukan pengamatan yang metodologis atas langit malam. Akan tetapi meskipun memiliki sejarah yang panjang, astronomi baru dapat berkembang menjadi cabang ilmu pengetahuan modern melalui penemuan teleskop.

Pengamatan Astronomi

Judul Materi : Apa Itu Astronomi ?
Narasumber : Widya Sawitar 
Waktu : Sabtu, 28 Januari 2012, mulai pukul 16.00 s.d Selesai
Tempat : Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta Lantai dua.
Alamat: Jln. Cikini Raya no: 73. Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat.



Catatan:
* Bagi yang berminat, silahkan langsung datang ke lokasi dengan waktu yang telah disebutkan.
* Pertemuan Rutin ini terbuka untuk Umum, Free, Hanya dibebankan untuk membayar Handouts Presentasi.
* Jika langit memungkinkan, setelah pertemuan akan diadakan peneropongan benda langit dengan menggunakan teleskop astronomi.

Contact Person :
1. Muhammad Rayhan (Ketua) : 081317566592
2. Norma Yunita (PJ Pertemuan Rutin) : 085715593363
3. Indra Firdaus (Humas & PJ Star Party) : 08999345351

Terima Kasih.
Salam Humas





Warta Pertemuan Rutin 1, Mengenal Astronomi Amatir


MENGENAL ASTRONOMI AMATIR

Materi mengenai mengenal astronomi amatir menjadi pembuka pertemuan rutin di tahun 2012. Ketua HAAJ, Muhammad Rayhan, yang menjadi narasumber di pertemuan ini memberikan gambaran mengenai seluk beluk dari kegiatan astronomi amatir. Diawali dengan pembahasan mengenai apa itu astronomi amatir, Kak Rayhan, begitu panggilan akrabnya, membawa peserta yang hadir pada hari itu untuk mengenal lebih dekat dengan istilah astronomi amatir itu sendiri.
Narasumber : Muhammad Rayhan
Setelah dikenalkan dengan astronomi amatir, Kak Rayhan mengenalkan beberapa tokoh dunia yang memang berasal dari astronomi amatir. Satu point yang cukup penting untuk digaris bawahi pada penjelasannya, “Astronom amatir yang dilatarbelakangi hobi itu juga banyak membantu astronom profesional dalam mengembangkan ilmu astronomi di dunia”.

Tidak cukup sampai mengenalkan beberapa tokoh astronomi amatir dunia, peserta juga diajak untuk merasakan bagaimana menjadi astronomi amatir. Kak Rayhan mengenalkan beberapa kegiatan yang biasa dilakukan oleh astronom amatir, alat astronomi apa saja yang bisa dibuat astronom amatir dengan bahan yang sederhana, sampai apa saja yang dapat dilakukan oleh astronom amatir  dalam mengenalkan dan mensosialisasikan astronomi pada masyarakat dan teman-teman kita. Tidak hanya itu, Kak Rayhan juga  mengenalkan beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh HAAJ sejak tahun 1984 sampai saat ini.
Peserta yang datang pada pertemuan pertama
Setelah beberapa penjelasan mengenai materi Mengenal Astronomi Amatir telah sampaikan, pertemuan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan dilontarkan seputar penjelasan yang telah diberikan. Sebagian penanya tertarik dengan pengalaman HAAJ sebagai Klub Astronomi Amatir yang tertua di Indonesia berkiprah dalam memasyarakatkan astronomi dan pengembangan hobi itu sendiri.

Kegiatan astronomi amatir di Indonesia memang jauh berbeda dengan negara lain yang memiliki berbagai penunjang fasilitasnya sendiri. Namun itu tidak menyurutkan minat masyarakat Indonesia yang hobi dengan Astronomi. Dengan adanya Klub-Klub Astronomi di berbagai sekolah dan instansi lainnya, kegiatan astronomi amatir semakin berkembang dan semakin banyak diminati. Kak Rayhan menyampaikan, dengan adanya klub-klub ini, diharapkan dapat menciptakan pola fikir yang saintifik. Dengan begitu, pemahaman terhadap fenomena astronomis yang terjadi dapat lebih diterima oleh akal yang didasari oleh ilmu yang astronomi yang telah dimiliki.
Pengamatan Malam setelah Pertemuan pertama Usai
Semoga dengan adanya materi ini mata kita lebih terbuka untuk memasyarakatkan astronomi . Perjalanan kita menjelajah luar angkasa di pertemuan rutin masih panjang. Nantikan materi di pertemuan selanjutnya dengan materi yang lebih menarik dan lebih dalam lagi.

- Salam HAAJ

Pertemuan Rutin 1, 14 Januari 2012

Pertemuan Rutin Dwimingguan
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)
edisi pertama di tahun 2012



Sebagai salah satu Ilmu tertua yang pernah dipelajari oleh manusia, Astronomi mewujudkan dirinya dalam berbagai macam dimensi keilmuan. Berdasarkan dari sejarahnya yang panjang, astronomi menjadi ilmu yang mengakar pada setiap perjalanan kebudayaan manusia. Pada era terkini yang penuh dengan tekhnologi ini pun astronomi menjelma menjadi pionir dalam setiap penemuan mutakhir. Sementara pada tataran filosofis, astronomi berada pada garda terdepan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar dari setiap keingintahuan manusia dalam perannya di alam semesta.


Pada pertemuan kali ini akan dibahas salah satu dimensi lain yang paling mendasar dari astronomi, yaitu Astronomi Amatir.


Gambar: Sekumpulan astronom Amatir yang sedang mengamati langit malam




Judul Materi : Mengenal Astronomi Amatir
Narasumber : Muhammad Rayhan

Waktu : Sabtu, 14 Januari 2012, mulai pukul 16.00 s.d Selesai
Tempat : Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta Lantai dua.
Alamat: Jln. Cikini Raya no: 73. Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat.


Catatan:
* Bagi yang berminat, silahkan langsung datang ke lokasi dengan waktu yang telah disebutkan.
* Pertemuan Rutin ini terbuka untuk Umum, Free, Hanya dibebankan untuk membayar Handouts Presentasi.
* Jika langit memungkinkan, setelah pertemuan akan diadakan peneropongan benda langit dengan menggunakan teleskop astronomi.


Contact Person :
1. Muhammad Rayhan (Ketua) : 081317566592
2. Norma Yunita (PJ Pertemuan Rutin) : 085715593363
3. Indra Firdaus (Humas & PJ Star Party) : 08999345351


Terima Kasih.
Salam Humas

Report Bosscha User Meeting 2011





Tanggal 17 Desember 2011, HAAJ (Himpunan Astronomi Amatir Jakarta) mendapat kesempatan untuk menghadiri dan ikut serta berdiskusi dalam ‘Bosscha Users Meeting’ tepatnya di wisma Kerkhoven, Observatorium Bosscha. Bosscha Users Meeting, merupakan program rutin setiap akhir tahun yang sudah berjalan dua kali, yakni di tahun 2010 dan sekarang di tahun 2011.

Bosscha Users Meeting diadakan untuk mengevaluasi setiap penelitian yang telah dilakukan sepanjang tahun 2011 sehingga menjadi cermin baik kegiatan atau penelitian di tahun berikutnya. Adapun pula kami baik dari HAAJ dan FOSCA hadir sebagai mitra yang pernah melakukan kegiatan di Bosscha dan harapan kedepannya bisa terjalin hubungan kerjasama baik bagi kedua belah pihak dalam mengembangkan penelitian mapun kegiatan yang berkaitan astronomi.

Diskusi ini pun dihadiri oleh mahasiswa yang pernah melakukan penelitian, staff Bosscha dan dosen Astronomi yang pernah melakukan riset selama setahun baik untuk tugas akhir atau sekedar penelitian lebih lanjut. Diskusi ini dihadiri oleh perwakilan Fiska UPI, HAAJ, FOSCA, staf Bosscha dan dosen Astronomi.

Diskusi kali ini sekaligus mengingatkan kita akan peringatan yang jatuh di tahun 2013 bahwa Bosscha telah berkontribusi banyak di bidang Astronomi selama 90 tahun. Diskusi kali ini dibuka oleh bpk. Dhani Herdiwijaya.



Sebelum kita mengetahui lebih lanjut mengenai inti dari diskusi kali ini, ada baiknya ikut mengetahui beberapa laporan penelitian maupun pengembangan instrumentasi selama tahun 2011 di Observatorium Bosscha. Berikut beberapa presentasi yang bisa kalian pelajari :

Presentasi I
Narasumber : Bpk. T. Hidayat
Materi : Pengembangan Teleskop Radio di Observatorium Bosscha-ITB
Dalam sesi pertama dibahas tentang pengembangan instrumentasi teleskop radio yang berada di Observatorium Bosscha. Pengembangan teleskop ini tidak hanya sekedar dari penelitian saja,  pengembangan secara fisik pun sudah mulai dilakukan dengan membeli beberapa peralatan penunjang untuk penelitian yang menggunakan radio teleskop. Perencanaan terhadap lokasi-lokasi dari teleskop radio juga diharapkan merupakan konfigurasi yang tepat untuk mendapatkan hasil yang lebih baik kedepannya. Salah satu penelitian yang paling sukses ialah ketika mendeteksi Solar Flare pada frekuensi 20,1 MHz.

(Berikut dokumentasinya) :

Presentasi II
Narasumber : Bpk. Mochamad Irfan
Materi : Aktivitas di Teleskop Zeiss Pada 2011 dan GOTO 2011
Penelitian yang biasa dilakukan oleh bpk. Irfan terkait spektroskopi salah satunya dalam mengkaji lebih mengenai bintang ganda yang tentunya instrumen yang biasa dipakai ialah Teleskop Zeiss. Beliau menjelaskan seputar penelitian selama di tahun 2011, salah satunya pengamatan terhadap bintang ganda, okultasi Pluto, okultasi delta scorpii dan terakhir yaitu Hartmann test. Salah satu agenda di tahun 2012 ialah, memperbanyak kembali katalog bintang yang terkait, mempermudah pointing dari teleskop serta menggunakan metode drift scan untuk pengamatan bintang ganda.

Sedangakan untuk Teleskop GOTO dilaporkan sedang mengalami masa istirahat dikarenakan beberapa komponennya rusak. Sehingga di agendakan terus dalam pengembangan pembuatan rotator dan focuser dari teleskop GOTO yang amat diperlukan dalam pengamatan spektroskopi menggunakan Bosscha Compact Spectograph (BCS).

(Berikut dokumentasinya) :

Presentasi III
Narasumber : Lala Meilia Kusuma Wijayanti
Materi : Penentuan Fokus Terbaik Teleskop Zeiss 60 CM
Ka Lala merupakan salah satu mahasiswi UPI yang sedang melakukan penelitiannya di tahun 2011. Penentuan fokus terbaik dari Zeiss ini dibuatnya atas bimbingan bpk. Irfan. yang memang biasa dalam menangani penelitian yang dilakukan mahasiswa di Bosscha. Dalam penelitiannya ka Lala menghitung fokus dari dua perbandingan yang dilakukan dan kemudian dicari titik potong yang diperkirakan merupakan titik fokus terbaik dari Teleskop Zeiss.
 
(Berikut dokumentasinya) :

Presentasi IV
Narasumber : Bpk. Hakim L. Malasan
Dalam sesi kali ini bpk. Hakim menjelaskan penelitian terkait spektroskopi selama di tahun 2011. Beliau menjelaskan beberapa penelitian, salah satunya alumni mahasiswa Astronomi ITB ka Jeannette terkait bintang ganda. Selain itu, beliau juga menjelaskan beberapa observatorium di luar yang pernah beliau kunjungi serta sistem yang mereka gunakan. Di akhir penjelasannya beliau pun menjelaskan rangkuman dari seluruh penelitian selama di tahun 2011 serta menjelaskan kejelasan Bosscha di tahun 2012 yang di buka untuk penelitian umum dan juga SMA.

(Berikut dokumentasinya) :


Presentasi V
Narasumber : Bpk. Dhani Herdiwijaya
Materi : Kemajuan Monitoring Aktivitas Matahari dan Rencana Kegiatan 2012
Presentasi berikutnya menjelaskan bagaimana seorang astronom bekerja di siang hari. Beliau menjelaskan pengamatan matahari pada tahun 2000 ketika menggunakan teleskop Unitron dan di tahun 2002 ketika mengamati matahari menggunakan Bamberg hingga pengamatan ketika menggunakan teleskop Surya yang diresmikan pada tahun 2009. Beliau menjelaskan tentang pengamatan fotosfer dan kromosfer dengan menggunakan citra visual, CA II K (3933 A) serta H alpha  (6563 A).

(Berikut dokumentasinya) :
Presentasi VI
Narasumber : Fachrudin Azzahidi
Materi : Penentuan Kecerlangan Langit di Observatorium Bosscha
Dalam presentasi selanjutnya, ka Fachrudin melaporkan hasil penelitiannyat entang pengukuran kecerlangan langit Observatorium Bosscha yang diperoleh menggunakan teleskop portabel, detektor CCD serta Bessel BVI. Kesalahan hasil yang dipaparkan benar-benar sangat baik sekitar 0,... tidak lebih dari satu. Dalam laporannya, dijelaskan pula perbandingan hasil pengukuran kecerlangan langit terdahulu dan berdasarkan hasil yang di dapat dapat disimpulkan terjadinya peningkatan kecerlangan langit yang begitu besar selama kurun waktu 3 tahun.

(Berikut dokumentasinya) :

Presentasi VII
Narasumber : M. Yusuf
Materi : Pengembangan Prototipe Bosscha Computer Cluster dan Gadget-2
Ka Yusuf, merupakan salah staf Bosscha yang sedang mengembangkan Computer Cluster. Computer Cluster merupakan sebuah kumpulan komputer yang bekerja bersama-sama sedemikian sehingga sistem tersebut dapat dianggap sebagai sebuah komputer. Dalam penelitiannya, sistem ini digunakan untuk mensimulasikan tabrakan dua galaksi dengan menggunakan aplikasi gadget-2.

(Berikut dokumentasinya) :

Presentasi VIII
Narasumber : Evan I. Akbar
Materi : Penggunaan Flatbed Scanner Komersil untuk Digitasi Plat Fotografi di Observatorium Bosscha
Seperti kita ketahui plat yang terbuat dari kaca mudah pecah dan kandungan uap air di udara dapat memicu tumbuhnya jamur dan hidrolisis. Dalam presentasi ini, dijelaskan tentang pengembangan instrumen yang dipakai. Dengan mendigitasi plat dan mengumpulkannya dalam satu database, penyimpanan dan duplikasi data diharapkan akan menjadi lebih mudah.

(Berikut dokumentasinya) :



Presentasi IX
Narasumber : Alfan Nasrulloh
Dalam presentasi mas Alfan, dijelaskan pengembangan server yang dibuat agar pengunjung situs Bosscha bisa mengakses lebih mudah tentang hasil data setiap peneliti di Bosscha. Lebih mudahnya dalam proses pengembangan menuju perpustakaan online. Mas Alfan pun mengevaluasi website Bosscha selama tahun 2011. Jumlah pengunjung website Bosscha mengalami peningkatan ketika terjadi fenomena-fenomena astronomi seperti GBT maupun hilal.

(Berikut dokumentasinya) :

Dengan melihat beberapa rangkuman singkat mengenai beberapa penelitian dan pengembangan instrumentasi selama di tahun 2011, diharapkan dapat membuat kita lebih kreatif dalam menanggapinya dengan ide-ide yang berkaitan dengan pengembangan ilmu astronomi kita. Melihat akses yang diberikan Bosscha terhadap HAAJ untuk menjadi tangan kedua sebagai penyampai berita baik kepada seluruh pengurus dan anggotanya, bahwa telah di buka Bosscha di tahun 2012 untuk penelitian bersifat umum (tIdak hanya mahasiswa yang akan melakukan TA), dapat berkontribusi lebih aktif membuat atau mengikuti kegiatan astronomi lainnya baik yang sudah menjadi agenda Bosscha atau agenda acara yang nantinya kita (HAAJ) usulkan sendiri di tahun 2012.
Sangat berbangga bagi kawan-kawan HAAJ mendapat pujian akan passion kita terhadap astronomi. Pujian tersebut sebenarnya tidak hanya untuk dinikmati saja tetapi menjadi acuan untuk kawan-kawan di HAAJ bisa mewujudkannya dalam bentuk penelitian maupun kegiatan di tahun 2012. Tetapi perlu diingat pula, dalam pengajuan penelitian diharapkan tetap melakukan prosedur yang berlaku, yaitu dengan mengirimkan proposal penelitian yang baik tentunya yang bisa menjelaskan secara rinci masalah objek dan instrumen yang akan digunakan. Untuk mengingatkan kembali, Bosscha menerima penelitian di Astronomi yang terbagi dalam beberapa tema yakni :
1.     Kosmologi
2.     Struktur Galaksi
3.     Bintang Ganda Visual
4.     Bintang Ganda Dekat
5.     Bintang Variabel
6.     Evolusi Bintang
7.     Spektroskopi Bintang dan Planet
8.     Dinamika dan Pembentukkan Tata Surya
9.     Matahari
10.   Planet Luar Surya

Dengan adanya tema tersebut berharap bagi astronom amatir seperti kita yang memiliki ketertarikan terhadap instrumentasi pun menjadi salah satu pilihan untuk mencari akses yang diberikan pihak Bosscha. Salah satunya penggunaan teleskop radio, teleskop surya dan beberapa teleskop lainnya yang dimiliki Bosscha. Diingatkan kembali di tahun 2012 banyak sekali fenomena astronomi yang bisa kita angkat seperti meningkatnya aktivitas dari matahari dan fenomena astronomis lainnya. Dengan beberapa fenomena tersebut diharapkan bagi penggemar astronomi tidak hanya sekedar mendengar dan melihat tapi mampu melakukan sesuatu dan tentunya di harapkan bisa berbagi baik dari segi penelitian, pengembangan instrumentasi, bahkan kegiatan yang berkaitan dengan fenomena tersebut.

Sebagai pembuka, beberapa kesempatan itu bisa kita lihat dari presentasi-presentasi yang telah dilakukan. Salah satunya ketika presentasi teleskop radio, bagi kawan-kawan HAAJ yang memiliki ketertarikan dan serius untuk mengembangkan penelitian menggunakan radio teleskop bisa menjadi bahan pertimbangan untuk mewujudkannya. Bahkan kita pun bisa mengusulkan pilihan lain, untuk membuat workshop ke SMA di Jakarta berupa workshop pembuatan teleskop radio sederhana. Ataupun yang ingin menjadi astronom siang dapat mengamati aktivitas dari badai matahari yang meningkat di tahun 2012. Polusi cahaya di Jakarta pun dapat kita pelajari juga secara teoritis dengan melihat penelitian dari ka Fachrudin, mahasiswa UPI. Cukup menarik jika kita mampu memberikan data berkala yang menunjukkan kecerlangan langit Jakarta dari tahun ke tahun.


Saatnya kita lebih peka dan aktif lagi dalam berkontribusi meramaikan ilmu astronomi di Indonesia. Jadi, untuk kawan-kawan HAAJ segera berikan ide menarik kalian seputar kegiatan astronomi ataupun materi yang kalian benar-benar minati untuk menyambut tahun baru 2012 :)

Tim HAAJ : 
Adly Renhoran
M. Ikhsan Akbar
Arreza Pramudia
M. Hasfi
Lita Lestari Utami

Tim FOSCA :
Ka Nurdin Nurdiansah
Rezky Putra
Fadilah Nur Aziz Maliki
Adisetyo Panduwirawan
Titania Virginiflosia


 
- Salam HAAJ -

Gerhana Bulan Total - 10 Desember 2011

Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011. Kredit Foto : Ronny

Malam minggu ini, tepat tanggal 10 Desember 2011 kita tidak akan melihat sinar Bulan seperti biasanya. Penampakan langit akan terlihat berbeda dengan fenomena astronomi dari penampakan Bulan yang dikenal dengan GBT (Gerhana Bulan Total). Jadi bisa dipastikan jangan sampai terlewatkan moment Gerhana Bulan terakhir yang berada di penghujung akhir tahun ini. Jika begitu, mari persiapkan pengamatannya dengan baik. Tapi sebelum kita melihat fenomena GBT malam minggu nanti ada baiknya kita lebih mengenal apa itu Gerhana Bulan Total secara keseluruhan.


Apa Itu Gerhana Bulan ?
Gerhana Bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang Bulan tertutup oleh bayangan Bumi. Hal itu terjadi bila Bumi berada di antara Matahari dan Bulan pada satu garis lurus yang sama. Dengan penjelasan lain, Gerhana Bulan muncul bila Bulan sedang beroposisi dengan Matahari.



Bulan diperkirakan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya jika terjadi Gerhana Bulan, akan diikuti dengan Gerhana Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara Matahari dengan Bumi.

Berikut macam-macam Gerhana Bulan : 
a. Gerhana Bulan Total : Pada gerhana ini, Bulan akan tepat berada pada daerah bayangan umbra Bumi.
b. Gerhana Bulan Sebagian : Pada gerhana ini, tidak seluruh bagian Bulan terhalangi dari Matahari oleh Bumi. Sedangkan sebagian permukaan Bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar Matahari yang sampai ke permukaan Bulan.
c. Gerhana Bulan Penumbra : Pada gerhana ini, seluruh bagian Bulan berada di bagian penumbra. Sehingga Bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.


Bagaimana dengan Gerhana Bulan Total ?
Sebelum kita melihat fenomena astronomi seperti GBT alangkah baiknya kita mengenal terlebih dahulu tentang definisi dari Gerhana Bulan Total. Gerhana Bulan Total ialah tertutupnya penampang Bulan secara keseluruhan (total) karena tertutup oleh bayangan Bumi. Hal itu terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan pada satu garis lurus yang sama (oposisi). Jadi, bisa di katakan sinar Matahari tidak dapat mencapai Bulan sepenuhnya karena terhalang oleh Bumi. 



Apa Perbedaan Bulan Purnama dengan Gerhana Bulan ?
Secara posisi Bulan Purnama hampir sama susunannya dengan Gerhana Bulan. Lalu, apa yang membedakannya? Ternyata kemiringan bidang orbit Bulan terhadap ekliptika sebesar 5.2o yang membuat tidak setiap Bulan baru mengakibatkan terjadinya Gerhana Matahari dan tidak setiap Bulan Purnama akan terjadi Gerhana Bulan. Perpotongan bidang orbit Bulan dengan ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node (titik dimana Bulan memotong bidang ekliptika). Gerhana Bulan ini hanya akan terjadi saat Bulan beroposisi pada node tersebut. Sehingga tidak setiap Bulan purnama bisa di katakan Gerhana Bulan Total. Perpotongan dua bidang tersebut membentuk garis yang berputar di dalam periode 18,6 tahun. Artinya, akan terjadi perulangan gerhana yang dinamakan periode saros. Dalam satu tahun bisa terjadi 5-7 kali gerhana baik Matahari maupun Bulan.
Gambar : Fase Bulan Purnama


 
Apa yang Menyebabkan Warna Merah Pada Penampakan GBT ?
Sebenarnya, pada peristiwa Gerhana Bulan, seringkali Bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah dalam oleh atmosfer Bumi. Namun lama kelaman sinar tersebut menghilang dan seperti penampakan Bulan baru, Bulan tersebut tidak dapat dilihat secara jelas penampakannya sampai akhirnya ketika memasuki puncaknya (umbra) kita dapat melihat penampakan Bulan yang berwarna merah.

Gerhana Bulan Total akan menghasilkan penampakan Bulan dengan permukaan yang berwarna merah. Hal ini dikarenakan secara bentuk Matahari lebih besar daripada Bumi maka, masih terdapat cahaya Matahari yang masuk di atmosfer dan kemudian dibelokkan ke arah dalam yang akhirnya diterima oleh Bulan. Kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat Gerhana Bulan akan tampak berwarna merah tembaga.

Tetapi Gerhana Bulan Total yang kita dapat lihat akhir-akhir ini memiliki warna merah yang lebih gelap hampir menuju ke arah warna merah bata. Hal ini dikarenakan salah satu penyebabnya ialah kualitas udara yang buruk (polusi udara) terjadi di wilayah kita mengamat. Warna yang dihasilkan polusi menyebabkan warna penampakan dari GBT lebih tegas dan lebih gelap.



Bagaimana Cara Mengamati GBT ?
Pada tanggal 10 Desember nanti kita dapat bersiap-siap untuk melihat GBT dimulai sekitar pukul 18.00 hingga 24.00 WIB. Gerhana Bulan dapat kita amati hanya dengan mata telanjang dan tidak akan berbahaya sama sekali. Selain menggunakan mata telanjang, untuk memperjelas penampakan dari Bulan kita dapat menggunakan alat bantuan binokular, teleskop, ataupun jika anda tak sempat keluar rumah dapat menyaksikannya melalui internet (streaming). Jadi silahkan tandai kalender Anda, agar fenomena ini tidak terlewatkan begitu saja.


Bagaimana Cara Membaca Fase GBT ?
Gerhana 10 Desember nanti kita sudah bisa bersiap-siap menyiapkan segala keperluan pengamatan dll. dimulai pukul 18.00 WIB. Bagaimana cara kita melihat kontak yang terjadi pada penampang Bulan? Tentunya kita memerlukan peta ilustrasi yang menggambarkan keadaan tersebut bersama catatan waktunya. Berikut beberapa istilah yang mesti kita ketahui sebelum akhirnya memutuskan menggunakan peta sebagai acuan.

Kontak Awal Penumbra Bumi (P1)
Kontak awal penumbra Bumi atau disebut P1 bisa kita lihat dimulai pukul 18:33:32 WIB. Pada saat itu ditandai dengan masuknya Bulan ke awal bayangan penumbra Bumi. Perubahan yang terjadi adalah berkurangnya kecerlangan dari cahaya Bulan. Namun kita tidak akan dapat membedakannya secara kasat mata. Kecuali memakai teleskop atau peranti elektronik lainnya yang berfungsi membesarkan gambar objek.

Kontak Awal Umbra (U1)
Lalu pada pukul 19:45:42 WIB, Bulan akan masuk ke umbra Bumi (U1). Inilah saat terbaik mengamati gerhana, yaitu ketika Bulan purnama mulai berubah bentuk. Perlahan-lahan tepian Bulan menjadi gelap, seperti bakpao yang di gigit bagian tepinya atau kita sebut sabit sampai akhir berubah penampakannya menjadi gelap semua.

Kontak Total Awal Umbra (U2)
Sedangkan kontak total awal gerhana atau U2 dapat disaksikan pada pukul 21:06:16 WIB. Pada saat puncak gerhana, diperkirakan magnitudonya mencapai 1,1061 sehingga Bulan masih dapat dilihat jelas oleh mata telanjang sekalipun. Di saat inilah penampakkan yang ingin dilihat semua pengamat. Berubahnya Bulan dari yang berwarna gelap berubah sedikit demi sedikt memunculkan warna kemerahannya sampai akhirnya kita akan melihat penampakan Gerhana Bulan Total dengan ciri khasnya yang berwarna merah tembaga (Fase Mid).

Kontak Total Akhir Umbra (U3)
Untuk kontak total akhir Bulan berada di bayangan umbra Bumi sekitar pada pukul 21:57:24 WIB.

Kontak Akhir Umbra (U4)
Sedangkan kontak akhir umbra (U4) memasuki pukul 23:17:58 WIB. Bulan mulai terlihat samar kembali.

Kontak Akhir Penumbra (P4)
Terakhir, Bulan akan berada di penumbra dan mengakhiri gerhananya yaitu sekitar pukul 00:30:00 WIB. Bulan mengakhiri fase gerhana samarnya yang artinya berakhirlah seluruh fase Gerhana Bulan Total terakhir di Tahun 2011 ini.


Keterangan :
Umbra = Bagian gelap
Penumbra Bagian Samar



Berapa Lama Durasi Gerhana Bulan Total ?
Durasi Penumbra = 05 jam, 56 menit, 28 detik.
Durasi Umbra = 03 jam, 32 menit, 17 detik.
Durasi Gerhana Total = 51 menit, 08 detik.

Setelah mengetahui durasi dari masing-masing fase, berikut beberapa jadwal waktu serta kontak dengan penumbra serta umbra di wilayah Indonesia baik Wilayah Indonesia Bagian Barat (WIB), Wilayah Indonesia Bagian Tengah serta Wilayah Indonesia Bagian Timur (WIT). Berikut jadwal setiap wilayah bagian :

Waktu Indonesia Bagian Barat
Kontak Awal Penumbra Bumi (P1) = 18:33:32 WIB
Kontak Awal Umbra (U1) = 19:45:42 WIB
Kontak Total Awal Umbra (U2) : 21:06:16 WIB
Puncak Gerhana = 21:31:49 WIB
Kontak Total Akhir Umbra (U3) = 21:57:24 WIB
Kontak Akhir Umbra (U4) = 23:17:58 WIB
Kontak Akhir Penumbra (P4) = 00:30:00 WIB
 


Waktu Indonesia Bagian Tengah
Kontak Awal Penumbra Bumi (P1) = 19:33:32 WITA
Kontak Awal Umbra (U1) = 20:45:42 WITA
Kontak Total Awal Umbra (U2) = 22:06:16 WITA
Puncak Gerhana = 22:31:49 WITA
Kontak Total Akhir Umbra (U3) = 22:57:24 WITA
Kontak Akhir Umbra (U4) = 00:17:58 WITA
Kontak Akhir Penumbra (P4) = 01:30:00 WITA



Waktu Indonesia Bagian Timur
Kontak Awal Penumbra Bumi (P1) = 20:33:32 WIT
Kontak Awal Umbra (U1) = 21:45:42 WIT
Kontak Total Awal Umbra (U2) = 23:06:16 WIT
Puncak Gerhana = 23:31:49 WIT
Kontak Total Akhir Umbra (U3) = 23:57:24 WIT
Kontak Akhir Umbra (U4) = 00:17:58 WIT
Kontak Akhir Penumbra (P4) = 01:30:00 WIT


 
Apa Manfaat Kita Mengetahui Gerhana Bulan Total ?
Banyak sekali aktifitas yang bisa dilihat saat Gerhana Bulan Total dimulai dari beberapa orang menyaksikan dengan mata telanjang hingga yang memakai bantuan teleskop untuk astrofotografi dll. 

Gerhana Bulan menarik untuk diamati dan dipelajari, semisalnya untuk mengecek ketepatan perhitungan koordinat benda langit. Serta secara astronomi kita dapat mengetahui bahwa Gerhana Bulan berpengaruh akan gaya gravitasi Matahari dan Bulan terhadap Bumi yang menimbulkan pasang laut maksimum. 


Selain itu, fenomena GBT juga dapat dijadikan ajang bagi siswa untuk mencoba melakukan pengamatan serta pemotretan dan melakukan analisis pascapengamatan. Di antara aktivitas yang dapat dilakukan siswa adalah mengamati waktu-waktu kontak yang terjadi.

Ketika Bulan mulai memasuki kontak awal umbra sampai akhir umbra, banyak masjid yang mengumandangkan Allahu Akbar sebagai tanda kebesaran yang diperlihatkan. Di dalam Islam sendiri, ketika Gerhana Bulan sedang berlangsung bagi umat Islam yang melihat atau mengetahui gerhana tersebut di sunnahkan untuk melakukan Salat Gerhana Bulan (salat khusuf). 

 "Telah terjadi gerhana matahari pada hari wafatnya Ibrahim putra Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Berkatalah manusia: Telah terjadi gerhana matahari karana wafatnya Ibrahim. Maka bersabdalah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam "Bahwasanya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Allah mempertakutkan hamba-hambaNya dengan keduanya. Matahari gerhana, bukanlah kerana matinya seseorang atau lahirnya. Maka apabila kamu melihat yang demikian, maka hendaklah kamu salat dan berdoa sehingga selesai gerhana." (HR. Bukhari & Muslim).

Terakhir, pertanda Gerhana Bulan sebenarnya juga di pakai untuk menandakan pertengahan Bulan Rajab yang akan segera hadir. Khususnya perhitungan ini bisa dipakai ketika Gerhana Bulan Total pada bulan Juni lalu. Bisa dikatakan, gerhana merupakan penjaga waktu dalam menentukan kejadian penting di Islam dalam mengkonfirmasi peristiwa-peristiwa sejarah di masa silam.


Bagaimana Cara Mengabadikan Gerhana Bulan Total ?
Untuk mendapatkan hasil yang sesuai diinginkan akan lebih baik bila pengambilan gambar Fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) ini menggunakan bantuan teleskop. Dengan adanya teleskop kita dapat memperbesar harga panjang fokus sistem keseluruhan, sehingga mampu memperbesar dan memperkuat cahaya objek tersebut. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika teleskop hanya di gunakan untuk melihat tanpa mengabadikan fenomena yang terjadi.

Bagi yang memilki DSLR (kamera yang dapat di atur bukaan lensanya), dapat menggunakan tabel di bawah ini sebagai acuan saat pemotretan. Perlu diketahui foto-foto sejenis kawah dari Bulan tidak dapat terlihat jelas saat gerhana nanti akibat dari kecerlangan Bulan itu sendiri saat memasuki bayangan Bumi..


Bagi yang ingin merekam seluruh fase dari gerhana bulan total nanti dapat mencoba teknik Multi Expose. Hal yang paling penting untuk dapat merekam semua fase dari gerhana adalah berharap keadaan langit yang akan selalu cerah tidak tertutup awan selama pemotretan berlangsung. Selain itu, persiapkan segala peralatan perekaman fase nanti seperti tripod yang kokoh agar menghasilkan gambar objek yang jelas (tidak blur), lensa yang sesuai dengan rentang waktu pemotretan serta perlu diperhatikan rentangan waktu tiap fase yang ingin di ambil di upayakan supaya gambar objek dari tiap fase tidak terlalu rapat ataupun terlalu renggang. Terakhir, berharap tidak sampai ketinggalan mendapatkan gambar objek paling penting dari keseluruhan fase yaitu saat Mid atau puncaknya.



Dimanakah Bisa Mengamati Gerhana Bulan Total ?
Gerhana Bulan Total di penghujung akhir tahun ini dapat disaksikan di berbagai tempat khususnya kawasan Asia dan Australia. Sedangkan di bagian Eropa  para pengamat tidak dapat melihat fase awal gerhana karena gerhana sudah dimulai sebelum Bulan terbit. Bisa dikatakan masih berada di bawah ufuk. Sedangkan untuk wilayah Amerika Selatan dan Antartika, GBT pada 10 Desember nanti tidak akan terlihat karena posisi bulan yang sudah terbenam.



Keterangan Gambar :
Eclipse at Moon Set : Gerhana pada saat Bulan terbenam, yaitu gerhana ini tidak akan terlihat benar-benar total karena Gerhana Bulan Totalnya terjadi ketika Bulan berada di bawah ufuk tepatnya sudah terbenam.
No Eclipse Visible : Gerhana tidak terlihat sama sekali, baik ketika Bulan akan memasuki penumbra Bumi.
Eclipse at Moon Rise : Gerhana pada saat Bulan terbit, yaitu wilayah ini tidak dapat menyaksikan kejadian atau proses seutuhnya. Hal ini dikarenakan Gerhana Bulan Total telah terjadi saat terbit.
All Eclipse Visible : Semua fase gerhana terlihat, hal ini yang akan kita rasakan khususnya di wilayah Indonesia. Kita dapat menyaksikan keseluruhan fase dari Gerhana Bulan Total (GBT).


Dilihat dari segi waktunya, hanya Indonesia bagian tengah dan barat saja yang bisa melihat gerhana ini dari awal hingga akhir. Sementara bagian timur Indonesia baru dapat melihat fenomena ini dimulai pukul 20:00:00 WIT dan berakhir lewat tengah malam. Bagian paling menarik dari gerhana ini, yaitu ketika Bulan berada di dalam bayangan umbra Bumi, dapat dilihat utuh dari awal hingga akhir dari seluruh Indonesia. Jadi jangan sampai ketinggalan dan abadikan fenomena ini sebagai cerita kepada yang lainnya melalui astrofotografi.



sumber :
wikipedia dan pertemuan rutin HAAJ tahun 2008.

- Cassiopeia -