Showing posts with label Pertemuan Rutin. Show all posts
Showing posts with label Pertemuan Rutin. Show all posts

Pertemuan Rutin HAAJ ke-15 : Alam Semesta dalam Islam, 13 Juli 2013

Pertemuan Rutin Dwimingguan
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)

edisi ke-limabelas di tahun 2013
Universe
Al-Qur’an merupakan sumber segala ilmu. Al-Qur’an menyebutkan tentang kejadian alam semesta dan berbagai proses kealaman lainnya, tentang penciptaan manusia, termasuk manusia yang didorong hasrat ingin tahunya dan dipacu akalnya untuk menyelidiki segala apa yang ada disekitarnya seperti keingintahuan tentang rahasia alam semesta.

Alam semesta merupakan sebuah bukti kebesaran Tuhan, karena penciptaan alan semesta dari ketiadaan memerlukan adanya Sang Pencipta Yang Maha Kuasa. Tuhan telah menciptakan alam semesta ini dengan segala isinya untuk manusia dan telah  menyatakan tentang penciptaan alam semesta dalam ayat-ayat Nya. Meskipun demikian al-Qur’an bukan buku kosmlogi atau biologi, sebab ia hanya menyatakan bagian-bagian yang sangat penting saja dari ilmu-ilmu yang dimaksud.

Keinginantahuan manusia tentang alam semesta tidak hanya membaca al-Qur’an saja, akan tetapi juga  melakukan perintah Tuhan. Sehingga ia dapat  menemukan kebenaran yang dapat dipergunakan dalam pemahaman serta penafsiran al-Qur’an, berdasarkan surat Yunus ayat101. Oleh karena itu tidak dapat diragukan lagi bahwa penciptaan alam semesta bukanlah produk dari hasil pemikiran manusia, akan tetapi produk dari hasil Allah Swt.

Pada pertemuan kali ini kita belajar mengenai Alam Semesta dalam Islam
  •     Judul Materi : Alam Semesta dalam Islam
  •     Narasumber : Dr. rer. nat. M. Ikbal Arifyanto
  •     Waktu : Sabtu, 13 Juli 2013, Mulai pukul 16.00 s.d Selesai
  •     Tempat : Ruang Multimedia lantai 2, Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta.
  •     Alamat: Jln. Cikini Raya no: 73. Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat.

Catatan:
  • Bagi yang berminat, silahkan langsung datang ke lokasi dengan waktu yang telah disebutkan.
  • Peserta diharapkan hadir 15 menit sebelum kegiatan dimulai.
  • Pertemuan Rutin ini terbuka untuk Umum, Gratis, Hanya dibebankan untuk membayar Handout Presentasi.
  • Jika langit memungkinkan, setelah pertemuan akan diadakan peneropongan benda langit dengan menggunakan teleskop astronomi.

Organized by :
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta
d/a Planetarium dan Observatorium Jakarta
Jalan Cikini Raya No. 73
Jakarta Pusat

Twitter : @haaj84
Facebook : Himpunan Astronomi Amatir Jakarta


Contact Person :
Humas : Indra Firdaus (+6281905542205)
Pin BB : 2A6C8024

Pertemuan Rutin HAAJ ke-14 : Hisab Rukyat, 22 Juni 2013

Pertemuan Rutin Dwimingguan
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)

edisi ke-empatbelas di tahun 2013

Hilal. Kredit : HAAJ
 Diskusi soal penentuan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah seringkali terfokus pada pemaknaan rukyat dan pengambilan dalil dari banyak hadits. Minim sekali pengambilan dalil dari Al-Quran dalam hal operasionalisasi penentuan awal bulan tersebut, karena memang Al-Quran tidak secara eksplisit mengungkapkan tata caranya seperti dalam hadits. Ya, kalau sekadar menggunakan ilmu tafsir yang selama ini digunakan oleh para ulama, kita sulit menemukan isyarat operasionalisasi penentuan awal bulan qamariyah di dalam Al-Quran.Tetapi, marilah kita gunakan alat bantu astronomi untuk memahami ayat-ayat Allah di dalam Al-Quran dan di alam. Kita akan mendapatkan isyarat yang jelas dan lengkap tata cara penentuan awal bulan itu di dalam Al-Quran. Memang bukan pada satu rangkaian ayat, tetapi dalam kaidah memahami Al-Quran, satu ayat Al-Quran bisa dijelaskan dengan ayat-ayat lainnya.

Pada pertemuan kali ini kita belajar mengenai Astrofotografi :
  •     Judul Materi : Hisab Rukyat
  •     Narasumber : Prof. Dr. Thomas Jamaludin
  •     Waktu : Sabtu, 22 Juni 2013, Mulai pukul 16.00 s.d Selesai
  •     Tempat : Ruang Multimedia lantai 2, Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta.
  •     Alamat: Jln. Cikini Raya no: 73. Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat.

Catatan:
  • Bagi yang berminat, silahkan langsung datang ke lokasi dengan waktu yang telah disebutkan.
  • Peserta diharapkan hadir 15 menit sebelum kegiatan dimulai.
  • Pertemuan Rutin ini terbuka untuk Umum, Gratis, Hanya dibebankan untuk membayar Handout Presentasi.
  • Jika langit memungkinkan, setelah pertemuan akan diadakan peneropongan benda langit dengan menggunakan teleskop astronomi.

Organized by :
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta
d/a Planetarium dan Observatorium Jakarta
Jalan Cikini Raya No. 73
Jakarta Pusat

Twitter : @haaj84
Facebook : Himpunan Astronomi Amatir Jakarta


Contact Person :
Humas : Indra Firdaus (+6281905542205)
Pin BB : 2A6C8024

Pertemuan Rutin HAAJ ke-13 : Wahana Antariksa, 15 Juni 2013

Pertemuan Rutin Dwimingguan
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)

edisi ke-tigabelas di tahun 2013
International Space Station
Wahana antariksa sangat beraneka ragam tergantung pada jenis dan kelas serta misi yang disandang oleh wahana antariksa tersebut. Dengan tidak adanya atmosfer, maka bentuk geometrik wahana antariksa bisa sembarang. Demikian pula dengan adanya kemajuan teknologi wahana antariksa dan konstruksi bangunan wahana antariksa di orbit, maka ukuran wahana antariksa dapat dibuat secara praktis besar sekali. 

 Pada pertemuan kali ini kita belajar mengenai Astrofotografi :
  •     Judul Materi : Wahana Antariksa
  •     Narasumber : Nurdiansah
  •     Waktu : Sabtu, 15 Juni 2013, Mulai pukul 16.00 s.d Selesai
  •     Tempat : Ruang Multimedia lantai 2, Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta.
  •     Alamat: Jln. Cikini Raya no: 73. Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat.

Catatan:
  • Bagi yang berminat, silahkan langsung datang ke lokasi dengan waktu yang telah disebutkan.
  • Peserta diharapkan hadir 15 menit sebelum kegiatan dimulai.
  • Pertemuan Rutin ini terbuka untuk Umum, Gratis, Hanya dibebankan untuk membayar Handout Presentasi.
  • Jika langit memungkinkan, setelah pertemuan akan diadakan peneropongan benda langit dengan menggunakan teleskop astronomi.

Organized by :
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta
d/a Planetarium dan Observatorium Jakarta
Jalan Cikini Raya No. 73
Jakarta Pusat

Twitter : @haaj84
Facebook : Himpunan Astronomi Amatir Jakarta


Contact Person :
Humas : Indra Firdaus (+6281905542205)
Pin BB : 2A6C8024

Sekilas Cerita Pertemuan Rutin Keduabelas HAAJ di Tahun 2013


Report Pertemuan Rutin
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)
Planetarium Jakarta, 01 Juni 2013


Suasana Pada Saat Pertemuan Rutin

Seperti biasanya Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) mengadakan pertemuan rutin dwi mingguan.  Pertemuan ini merupakan yang ke-12, dilakukan pada hari sabtu yang lalu tanggal 1Juni 2013 di ruang multimedia dan dihadiri oleh anggota HAAJ dari berbagai usia (terlihat pada suasana pertemuan rutin di atas). Pertemuan rutin disajikan dengan format kuliah umum dan dibawakan secara populer, materi yang dibahas bertemakan “Astrofotografi” dengan narasumber saudara M. Rayhan yang merupakan ketua HAAJ pada periode tahun ini, dan sebagai Moderatornya adalah Azis Taz Sunjaya yang merupakan salah satu anggota HAAJ.

Pemateri dan Moderator pertemuan rutin ke-12, sebelah kanan Rayhan dan kiri Azis

Pada kesempatan ini, Saudara Rayhan menjabarkan tentang apa itu Astrofotografi, adapun astrofotogarafi menurut paparan Rayhan, bahwa astrofotografi adalah sebuah seni melukis cahaya yang mengkhususkan objek sasarannya pada fenomena astronomi dan benda-benda langit, seperti bintang, bulan, planet, matahari, galaksi dan sebagainya. Adapun perkembangan awal astrofogafi tidak jauh berbeda dengan fotografi yang diawali dari penemuan kamera obscura dan kamera lubang jarum pada abad pertengahan. Sampai pada saat ini perkembangan astrofotografi menjadi sangat luar biasa baik dikalangan astronom profesional dan amatir, seiring dengan berkembangnya kamera untuk astrofotagrafi baik kamera DSLR dan CCD.

Pemateri sedang menjelaskan tiga elemen dasar dalam astrofotografi
 
Dalam Presentasinya juga, Rayhan menjelaskan bagian dasar terpenting dalam astrofotografi, yakni bagaimana cara memperlakukan cahaya dalam menghasilkan pencitraan yang baik dan dirangkum dalam segitiga eksposur. Lalu dipresentasinya ia juga menjabarkan apa yang harus disiapkan dalam astrofotografi yaitu mulai dari kamera, teleskop dan aksesoris pendukung lainnya. Kemudian setelah itu ia juga menjelaskan tentang teknik dan cara memotret astrofotografi, mulai dari metode yang paling sederhana dan mudah yaitu fixed kamera, kemudian menuju ke metode piggy back atau dikenal juga driven camera. Yang padamana cara ini digunakan untuk mengambil citra objek langit yang redup dan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pengambilannya. Selanjutnya ia juga menjelaskan metode astrofotografi yang menggunakan kombinasi antara teleskop dengan kamera mulai dari tenik afocal, eyepiece projection, negative projection, compression, dan prime focus. Dan pada akhir paparanya sampailah ke  metode yang lebih advance yaitu metode stacking atau menumpuk gambar. Metode ini digunakan untuk pencitraan yang sangat redup dan disajikan dalam penuh warna.

Sesi pengamatan malam

Setelah kurang lebih 75 menit paparan dari sang pemateri, dan sudah memasuki waktu maghrib sesi pertama selesai pada pukul 18.00 WIB. Kemudian peserta pertemuan rutin istirahat dan disela waktu istirahat, karena keadaan langit yang cerah sesi pengamatan malam dilaksanakan. HAAJ menyediakan sebuah teleskop di area dak dekat kelas, pada malam itu kebetulan ada planet yang terlihat seperti Merkurius dan Saturnus. Peserta pun antusias  mengamatinya terlihat dari (gambar Sesi pengamatan malam), selanjutnya sesi kedua pertemuan dimulai pada pukul 19.00 WIB yaitu memasuki sesi tanya jawab.

Sesi tanya jawab

Pertemuan dilanjutkan dan dibuka pertanyan, penanya pertama adalah salah satu senior HAAJ sekaligus seorang astronom profesional yaitu mas gebi. Beliau menanyakan pada pemateri mengenai opini bagaimana peluang astrofotografi amatir terhadap kerjasama dengan astronom profesional. Jawaban dari pemateri adalah peluang ini sangat besar, dimana astronom amatir dapat melakukan penelitian dengan astronom profesional, bahkan observatorium Bosscha di Lembang sering menawarkan hal seperti ini kepada HAAJ, bahkan bila perlu bagi adik-adik siswa SMA. 

Sesi tanya jawab

Salah satu pertanyaan menarik lainnya adalah pertanyaan dari seorang siswa SMA dia bertanya “bagaimana kita bisa mencoba hobi astrofotografi dimana peralatan yang digunakan harganya luar biasa mahal?”. Kemudian pemateri memberikan jawaban yang mudah yaitu cukup gabung dengan HAAJ dan cari teman di sini yang mempunyai peralatan-peralatan itu. Dalam pertemuan ini juga diulas singkat mengenai acara Star party berikutnya di Pulau Pari, dengan tema astrofotografi pada tanggal 8 Juni 2013 yang dipaparkan oleh saudara Indra Firdaus. Akhirnya acara ditutup pada pukul 20.30 WIB.

Demikian Report Pertemuan Rutin ke-12, semoga bagi teman-teman yang berhalangan hadir dapat mengetahui kegiatan rutin HAAJ ini, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Sampai Bertemu Kembali di Pertemuan Rutin HAAJ ke-13, Sabtu 15 Juni 2013

Wassalam

W Rayet

Sekilas Cerita Pertemuan Rutin Ke-11 HAAJ - Edisi 2013

Laporan Pertemuan Rutin ke-11
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta
 
Mitologi Rasi Bintang

Himpunan Astronomi Amatir Jakarta kembali mengadakan kegiatan pertemuan rutin dwi mingguan pada sabtu, 18 mei 2013. Bertempat di ruang multi media Planetarium dan Observatorium Jakarta, pertemuan kali ini membahas tentang materi yang sangat menarik dalam dunia keamatiran astronomi, yaitu Mitologi Rasi Bintang.
Pemateri sedang menjelaskan materi Mitologi Rasi Bintang
Tema materi pertemuan rutin kali ini sedianya adalah Instrumentasi Astronomi. Namun karena ada hambatan pada pengundangan Nara Sumber, tema tersebut diganti dengan tema Mitologi Rasi Bintang. Sementara itu untuk tema Instrumentasi Astronomi akan diselenggarakan pada pertemuan rutin ke-17 pada 24 agustus 2013.
Suasana Pada saat Pertemuan Rutin
Pertemuan rutin kali ini menghadirkan pembicara debutan dari pengurus HAAJ baru, saudari Zidney Haniefa, yang merupakan seorang mahasiswi jurusan Tekhnik Elektronika Universitas Negeri Jakarta. Beliau juga bekerja di Pusat Peragaan IPTEK, TMII, Jakarta.

Dalam penyampaiannya, materi diawali dengan pengertian dari definisi rasi bintang. Betapa rasi bintang bukanlah hasil dari sebuah penelitian sains, tapi lebih kepada hasil produk budaya manusia dalam menerjemahkan pengetahuannya. Dijelaskan juga seputar tujuan awal dibuatnya rasi-rasi bintang dalam berbagai kebudayaan dunia. Bahwa pada awalnya, rasi bintang dibuat untuk keperluan penyaduran cerita-cerita mitologi sebuah kebudayaan, seperti Babilonia, Mesopotamia, Yunani, Romawi dan lain sebagainya. Ada juga diantaranya yang menggunakannya sebagai alat persembahan dalam upacara keagamaan.
AstroKids! Corner
Kemudian, karena pergerakan bintang-bintang yang tetap, terjadi perluasan kegunaan dari rasi bintang sebagai alat untuk menentukan waktu dan penanggalan. Hasil perhitungannya juga digunakan sebagai panduan dalam membuat bangunan-bangunan kuno masa lalu. Pada kebudayaan yang lebih modern, pergerakan rasi-rasi bintang setiap tahunnya digunakan sebagai alat untuk membantu dalam bercocok tanam. Bahkan secara harian, rasi bintang digunakan oleh manusia zaman dahulu (bahkan hingga sekarang) sebagai alat bantu navigasi arah.

Pemateri juga menjelaskan lebih lanjut mengenai pergeseran penggunaan rasi bintang pada masa modern. Di mana penggunaan rasi bintang lebih terfokus penggunaannya dalam sistem pemetaan tata koordinat langit untuk memudahkan penelitian astronomi.

Karena itulah pemateri juga menjelaskan sejarah penetapan jumlah rasi bintang yang dalam perjalanannya bertambah tahap demi tahap hingga akhirnya secara internasional saat ini diakui terdapat sebanyak 88 rasi bintang yang menutupi segala arah penjuru langit.

Di akhir presentasi pemateri menggambarkan sedikit mengenai cerita-cerita menarik seputar mitologi rasi bintang dari berbagai kebudayaan. Umumnya berasal dari kebudayaan Yunani dan Romawi, tapi tidak luput juga cerita rasi bintang yang berasal dari kebudayaan nusantara.

Presentasi berjalan selama kurang lebih satu setengah jam dan kegiatan langsung berlanjut pada sesi tanya jawab. Pada sesi ini terdapat banyak peserta yang mengajukan pertanyaannya seputar rasi bintang. Ada diantaranya yang menanyakan perihal cerita dewa-dewa dalam kisah mitologi seuah kebudayaan. Ada juga yang menanyakan perihal teknis pemetaan rasi bintang dalam kaitannya dengan pemisahan rasi bintang zodiak dan non zodiak. Ada juga pertanyaak menarik mengenai apakah jumlah rasi bintang dan rasi bintang zodiak sama jika kita melihatnya dari planet lain.
Sesi Tanya Jawab oleh Mas Emanuel Sungging
Sesi tanya jawab pertama selesai saat azan kaghrib berkumandang. Kegiatan pun dilanjutkan dengan sesi istirahat dengan waktu yang diberikan selama satu jam.

Sebelum acara berlanjut kembali, pengurus HAAJ sempat memberikan informasi terhangat seputar astronomi. Kali ini informasi astronomi berasal dari hebohnya rekaman video yang berhasil merekam meledaknya sebuah batuan meteor yang jatuh di permukaan bulan. Video ini dapat diakses melalui situs resmi NASA.

Acara pertemuan kembali berlanjut pada pukul 19.00 WIB dan langsung dilanjutkan pada sesi review materi oleh nara sumber dan dilanjutkan kembali pada sesi tanya jawab. Setelah presentasi dan tanya jawab selesai, acara dilanjutkan kembali pada pemberioan info-info terkini seputar kegiatan HAAJ kedepan, berkaitan dengan pertemuan rutin dan rencana star party ke-2 HAAJ. Kemudian karena cuaca yang tidak memungkinkan, sesi peneropongan malam yang biasanya terlaksana sayangnya harus ditiadakan. Keseluruhan rangkaian acara berlangsung hingga pukul 20.15.

Secara umum kegiatan berjalan dengan lancar dan dihadiri sekitar 42 peserta. Pertemuan Rutin berikutnya akan kembali diselenggarakan pada tanggal 1 juni 2013 dengan materi Astrofotografi, sebagai persiapan kegiatan Star Party 2 di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, dengan tema yang sama, Astrofotografi.

Pertemuan Rutin HAAJ ke-12 : Astrofotografi, 1 Juni 2013



Pertemuan Rutin Dwimingguan
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)


edisi ke-duabelas di tahun 2013


Astrofotografi adalah salah satu bidang ilmu yang merupakan gabungan dari dua macam ilmu yaitu ilmu astronomi dan ilmu fotografi. Secara umum, orang yang menyukai astrofotografi harus menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan tentang fotografi agar dapat mengambil gambar atau memotret objek benda langit dengan hasil foto atau gambar yang jelas dan baik. Selain menguasai ilmu fotografi, mereka yang menyukai astrofotografi pun harus bisa mengetahui memahami objek benda langit apa yang ingin diabadikan agar tidak salah dalam proses pengambilan gambar objek yang diinginkan.

Dalam astrofotografi, ada dua bidang ilmu pengetahuan yang harus dipelajari yaitu astronomi dan fotografi. Astronomi adalah salah satu cabang ilmu sains yang mempelajari, memahami dan meramalkan peristiwa alam yang terjadi di alam semesta seperti mempelajari pergerakan benda-benda langit sampai meramalkan bagaimana dan kapankah alam semesta itu pertama kali terbentuk. Orang yang mempelajari dan bekerja di dalam ilmu astronomi disebut astronom. Ilmu astronomi saat ini pun bisa berkembang sangat pesat karena para astronom selalu melakukan pengamatan serta observasi mengenai apapun yang berkaitan dengan alam semesta. Ilmu astronomi merupakan salah satu ilmu pengetahuan tertua di dunia karena astronomi sudah dipakai manusia sejak zaman dahulu seperti peradaban Mesir serta Mesopotamia sekitar beberapa ribu tahun sebelum Masehi.
Sedangkan fotografi adalah salah satu cabang ilmu seni yang menggunakan proses penangkapan cahaya pada suatu benda sehingga menghasilkan sebuah gambar atau foto dengan tujuan untuk merekam objek tersebut dengan media yang peka terhadap cahaya. Hal yang terpenting dalam fotografi adalah teknik pencahayaan ketika menggunakan media fotografi seperti kamera untuk mengatur seberapa banyak cahaya yang masuk ke dalam lensa kamera.  Selain pencahayaan, ada tiga teknik dasar dalam fotografi yaitu teknik Angle (sudut pandang), teknik Deph of File (ketajaman) dan teknik Focus.

 Pada pertemuan kali ini kita belajar mengenai Astrofotografi :

    Judul Materi : Astrofotografi
    Narasumber : Muhammad Rayhan
    Waktu : Sabtu, 1 Juni 2013, Mulai pukul 16.00 s.d Selesai
    Tempat : Ruang Multimedia lantai 2, Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta.
    Alamat: Jln. Cikini Raya no: 73. Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat.

Catatan:
* Bagi yang berminat, silahkan langsung datang ke lokasi dengan waktu yang telah disebutkan.
* Pertemuan Rutin ini terbuka untuk Umum, Gratis, Hanya dibebankan untuk membayar Handout Presentasi.
* Jika langit memungkinkan, setelah pertemuan akan diadakan peneropongan benda langit dengan menggunakan teleskop astronomi.

Contact Person :
1. Muhammad Rayhan (Ketua) : 081317566592
2. Vina Rieza (PJ Pertemuan Rutin) : 081288109554
3. Indra Firdaus (Humas) : 08999345351

Pertemuan Rutin HAAJ ke-10 : Galaksi di Alam Semesta, 04 Mei 2013


Pertemuan Rutin Dwimingguan
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)


edisi ke-sepuluh di tahun 2013
Galaksi Andromeda

Galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri atas bintang (dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan debu kosmik medium antarbintang, dan kemungkinan substansi hipotetis yang dikenal dengan materi gelap.[1][2] Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani galaxias [γαλαξίας], yang berarti "susu," yang merujuk pada galaksi Bima Sakti (bahasa Inggris: Milky Way). Tipe-tipe galaksi berkisar dari galaksi kerdil dengan sepuluh juta (107) bintang hingga galaksi raksasa dengan satu triliun (1012) bintang, semuanya mengorbit pada pusat galaksi. Matahari adalah salah satu bintang di galaksi Bima Sakti; tata surya termasuk bumi dan semua benda yang mengorbit Matahari.

Kemungkinan terdapat lebih dari 100 miliar (1011) galaksi pada alam semesta teramati. Sebagian besar galaksi berdiameter 1000 hingga 100.000 parsec dan biasanya dipisahkan oleh jarak yang dihitung dalam jutaan parsec (atau megaparsec). Ruang antar galaksi terisi dengan gas yang memiliki kerapatan massa kurang dari satu atom per meter kubik. Sebagian besar galaksi diorganisasikan ke dalam sebuah himpunan yang disebut klaster, untuk kemudian membentuk himpunan yang lebih besar yang disebut superklaster. Struktur yang lebih besar ini dikelilingi oleh ruang hampa di dalam alam semesta.

 Pada pertemuan kali ini kita belajar mengenai Galaksi :

    Judul Materi : Galaksi di Alam Semesta
    Narasumber : Berlian Herdiaty
    Waktu : Sabtu, 04 Mei 2013, Mulai pukul 16.00 s.d Selesai
    Tempat : Ruang Multimedia lantai 2, Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta.
    Alamat: Jln. Cikini Raya no: 73. Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat.

Catatan:
* Bagi yang berminat, silahkan langsung datang ke lokasi dengan waktu yang telah disebutkan.
* Pertemuan Rutin ini terbuka untuk Umum, Gratis, Hanya dibebankan untuk membayar Handout Presentasi.
* Jika langit memungkinkan, setelah pertemuan akan diadakan peneropongan benda langit dengan menggunakan teleskop astronomi.

Contact Person :
1. Muhammad Rayhan (Ketua) : 081317566592
2. Vina Rieza (PJ Pertemuan Rutin) : 081288109554
3. Indra Firdaus (Humas) : 08999345351

Sekilas Cerita Pertemuan Rutin Ke-7 HAAJ - Edisi 2013

Laporan Pertemuan Rutin ke-7
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta
 
Menjelajah Tata Surya



Pemateri "Menjelajah Tata Surya" : Helmi Romdhoni. (Sumber: HAAJ)
Pada hari sabtu, 23 Maret 2013 seperti biasa Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) kembali mengadakan pertemuan rutin dwimingguan. Materi kali ini memiliki tema yang sangat menarik yakni “Menjelajah Tata Surya”. Bisakah kita? Jelas bisa, meskipun kita masih diam duduk di ruang pertemuan, namun nuansa penjelajahan akan mampu dirasakan oleh semua peserta yang hadir pada pertemuan rutin kali ini dengan suguhan gambar-gambar luar biasa yang dihadirkan oleh pemateri. Materi yang disampaikan oleh saudara Helmi Romdhoni yang juga merupakan pengurus HAAJ, menjelaskan tentang dasar-dasar pengetahuan Tata Surya, yang tidak lain merupakan tempat tinggal dari bumi yang kini, kita tempati. Pemateri menjelaskan mengenai kehadiran berbagai benda langit di tata surya kita. Ternyata, bukan hanya planet, tapi bintang (Matahari) sampai bebatuan ruang angkasa pun kerap meramaikan kehidupan luar angkasa. Semua saling berkesinambungan, beraturan, berada dalam suatu sistem yang kita sebut dengan Tata Surya.

Mulanya, pemateri menjelaskan garis besar tentang kehadiran teori Geosentris yang menganggap bahwa bumi adalah pusat tata surya, yang kemudian mengalami perubahan anggapan sampai saat ini ke teori Heliosentris, yakni teori yang menyatakan semua planet- termasuk bumi – bergerak mengitari matahari. Selanjutnya, pemateri juga menjelaskan kehadiran 8 planet yang berada di tata surya, tanpa memasukkan Pluto ke dalam bagian planet besar di tata surya. Termasuk keadaan atmosfer dan satelit yang dimilki masing-masing planet. Seperti Bumi, yang kita tahu memiliki bulan sebagai satelit alaminya.
Suasana Pertemuan Rutik Ke-7 di Ruang Multimedia. (Sumber: HAAJ)






Bertambah spesial pada pertemuan rutin kali ini, karena bukan hanya bertemakan tentang penjelajahan di tata surya, tepat hari ini pukul 23 Maret 2013 juga merupakan penjelajahan Earth Hour di seluruh dunia. Apa itu Earth Hour? yakni gerakan pemadaman lampu yang tidak di perlukan selama satu jam. Satu jam, untuk menyelamatkan Bumi yang semakin terkikis dengan isu pemanasan global. Dan semakin meriah karena HAAJ ikut berpartisipasi dalam perayaan Earth Hour yang dilaksanakan di dua tempat sekaligus di Jakarta, yakni fX Senayan dan Tugu Proklamasi, sehingga Penjelajahan kita di tata surya hanya di batasi hingga pukul 18.00 WIB, karena secara teknis, HAAJ akan melakukan pengamatan langit malam secara langsung di kedua tempat tersebut.

Dalam pemaparannya, Helmi juga menjelaskan kehidupan di tata surya layaknya makhluk hidup, yaitu memiliki batas akhir kehidupan. Dengan kata lain tata surya akan mengalami akhir kehidupannya atau yang kita kenal dengan kiamat Tata Surya. Kapan hal itu terjadi? Wallahualam, tidak ada manusia yang bisa memprediksinya.

Selanjutnya, masuk ke sesi tanya jawab. Kali ini moderator membuka 2 sesi dengan satu sesi diberikan kesempatan kepada 3 orang penanya. Suasana penjelajahan nampaknya cukup hangat dirasakan oleh seluruh peserta, hal ini terlihat dari antusiasme para peserta yang bertanya mengenai materi yang di paparkan oleh Helmi. Pada akhir sesi tanya jawab, tak urung pak Wied juga turut melengkapi jawaban atas pertanyaan peserta.

eRn si "Astronom Cilik" yang bertanya saat sesi tanya-jawab.
(Sumber: HAAJ)










 Menjelang detik di tutupnya materi hari ini, seorang astronom kecil tetiba datang menghampiri moderator dan meminta diberi kesempatan bertanya. Pun, akhirnya moderator kembali membuka sesi tanya jawab. Cecha dan Atala, pertanyaan dari mereka cukup sederhana, namun membuat pemateri cukup bingung dalam menjawab karena harus menyesuaikan tingkat pembicaraan agar mereka mengerti akan jawaban pemateri. Suasana menjadi cukup riuh dengan kecerdasan para calon astronom kecil ini dalam memahami jawaban pemateri.
 
Secara praktis, kegiatan pertemuan rutin berjalan lancar. Kehadiran sosok astronom kecil ini juga cukup menyadarkan kita, bahwa mereka (anak-anak) harus dikenalkan dengan dunia pengetahuan sejak dini. Mereka lah cikal bakal calon ilmuwan Indonesia. Mari ciptakan masyarakat sadar IPTEK.


Salam Astro,

Vela ~

Pertemuan Rutin HAAJ ke-7 : Menjelajah Tata Surya, 23 Maret 2013

Pertemuan Rutin Dwimingguan
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)



edisi ke-lima di tahun 2013
Solar System
 Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.

Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.
 Pada pertemuan kali ini kita belajar mengenai Tata Surya :

    Judul Materi : Menjelajah Tata Surya
    Narasumber : Helmi Romdhoni
    Waktu : Sabtu, 23 Maret 2013, Mulai pukul 16.00 s.d Selesai
    Tempat : Ruang Multimedia lantai 2, Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta.
    Alamat: Jln. Cikini Raya no: 73. Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat.

Catatan:
* Bagi yang berminat, silahkan langsung datang ke lokasi dengan waktu yang telah disebutkan.
* Pertemuan Rutin ini terbuka untuk Umum, Gratis, Hanya dibebankan untuk membayar Handout Presentasi.
* Jika langit memungkinkan, setelah pertemuan akan diadakan peneropongan benda langit dengan menggunakan teleskop astronomi.

Contact Person :
1. Muhammad Rayhan (Ketua) : 081317566592
2. Vina Rieza (PJ Pertemuan Rutin) : 081288109554
3. Indra Firdaus (Humas) : 08999345351

Sekilas Cerita Pertemuan Rutin Keenam HAAJ di Tahun 2013

Report Pertemuan Rutin

Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)

Planetarium Jakarta, 9 Maret 2013

Suasana Pertemuan Rutin HAAJ Keenam. Kredit : HAAJ
Sabtu, 09 Maret 2013 – HAAJ kembali menghadirkan materi Astronomi pada pertemuan rutin dwi mingguan ke-6. Materi yang disampaikan dalam pertemuan rutin kali ini membahas mengenai Bumi Sebagai Tempat Tinggal Kita. Mochamad Iskandarsyah Agung Ramadhan atau Danny panggilan akrabnya, menjelaskan beberpa poin pembahasan mulai dari cerita tentang Bumi dari beberapa mitologi sampai fenomena-fenomena terkait dengan bumi.

Pemateri Pertemuan Rutin HAAJ : Mochamad Iskandarsyah. Sumber : HAAJ
Mengenai cerita bumi pada masa lalu, Danny menjelaskan definisi bumi dari kacamata mitologi Yunani, Cina dan India. Dimana pada penjelasan tersebut diceritakan bahwa ketiga mitologi tersebut memiliki pandangan yang berbeda dalam menggambarkan ‘Apa itu Bumi?’. Bangsa Yunani memiliki pandangan sendiri terhadap Bumi yang dikaitkan dengan kisah dewa-dewa. Sedangkan Cina mengaitkan Bumi dengan kisah seorang raksasa yang setiap bagian tubuhnya digambarkan untuk mewakili sifat-sifat bumi. Kisah unik digambarkan oleh bangsa India yang menggambarkan Bumi dalam kisah tumpukan kura-kura.

Peserta Pertemuan Rutin HAAJ. Sumber : HAAJ
 Selain itu Danny juga menjelaskan bagaimana bumi terbentuk. Pembahasan mengenai pembentukan bumi dari beberapa teori djelaskan oleh Danny, mulai dari teori nebula sampai protoplanet. Tidak hanya itu, dijabarkan juga pada materi ini mengenai bagaimana orang terdahulu mengemukakan pendapatnya pada bentuk bumi yang datar dan bulat. Pendapat ini tentunya didukung dengan pembuktian-pembuktian yang dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan terdahulu. Dijelaskan juga mengenai lapisan-lapisan bumi, unsur-unsur yang terkandung di dalam bumi, serta peran bumi sebagai planet. Selain itu, bulan sebagai satelit alami bumi mendapat cerita khusus dalam pembahasan materi tentang bumi ini. Di akhir presentasi pemateri juga menjelaskan fenomena-fenomena terkait dengan bumi baik di masa lalu maupun fenomena yang baru-baru saja terjadi belakangan ini.

Setelah presentasi selesai dijelaskan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan dilontarkan dari peserta. Pertanyaan yang dikemukakan oleh beberapa penanya beraneka ragam, salah satunya yang dilontarkan oleh salah satu peserta yang menanyakan bagaimana orang terdahulu bisa tahu umur bumi. Pertanyaan mulai memanas ketika Kak Nurdin memberikan tiga pertanyaan sekaligus mengenai apa yang menyebabkan bumi memiliki kemiringan sumbu rotasi, gerak lempeng bumi dan mengapa kutub utara lebih cepat mencair dibandingkan dengan kurub selatan. Pertanyaan-pertanyaan yang ini dijawab oleh pemateri dengan baik meskipun dibantu juga oleh Pak Widya untuk pertanyaan yang belum bisa terjawab. Tepat pada pukul 18.00 WIB materi sementara ditutup dan dilanjutkan kembali pada pukul 19.00 WIB untuk jeda istirahat dan sholat bagi yang melaksanakannya.

Sesi Tanya Jawab 1. Sumber: HAAJ
Setelah jeda istirahat, acara dilanjutkan kembali dengan sesi tanya jawab. Pertanyaan-pertanyaan yang semakin memanas mendorong peserta lain untuk berdiskusi. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan juga semakin menarik perhatian peserta sehingga diskusi semakin luas dan kompleks. Seperti biasa, untuk adik-adik yang datang ke pertemuan rutin juga memiliki kegiatan sendiri di salah satu sudut ruangan.

Sesi Tanya Jawab 2. Sumber: HAAJ
Semakin serunya diskusi yang berjalan membawa kita semua yang hadir larut dalam waktu. Disela diskusi yang terjadi pada ruang multimedia pada kali itu tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 20.10 WIB. Dan pada akhirnya moderator langsung mengakhiri sesi diskusi tersebut. Acara ditutup dengan tepuk tangan yang meriiah dari peserta dan dilanjutkan oleh Kak Rayhan dan Zidney yang berbagi cerita mengenai kegiatan Star Party I serta ajakan untuk semua yang hadir pada saat itu untuk mengabadikan fenomena terlihatnya komet PanStar yang dapat dilihat pada malam ini (Minggu, 10 Maret 2013 selepas matahari terbenam di ufuk barat).

Astro Kids! Corner. Sumber: HAAJ
Serangkaian acara kegiatan pertemuan itu berjalan dengan baik dan lancar, juga didukung oleh pemateri yang memiliki wawasan luas akan pembahasan tersebut. Semoga pertemuan selanjutnya akan lebih baik dengan materi yang juga semakin menarik.  Sampai bertemu di pertemuan rutin selanjutnya, Best Regards!

-    Bersama HAAJ kita ciptakan masyarakat sadar IPTEK

Sekilas Cerita Pertemuan Rutin Kelima HAAJ di Tahun 2013

Report Pertemuan Rutin
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)
Planetarium Jakarta, 23 Februari 2013

Suasana Pertemuan Rutin HAAJ. Sumber: HAAJ
Pada hari Sabtu, 23 Februari 2013 seperti biasa Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) kembali mengadakan pertemuan rutin dwimingguan dengan materi “Sistem-Implementasi Tata Koordinat dan Dasar-dasar Observasi Benda Langit” dengan narasumber Ronny Syamara yang merupakan pengurus HAAJ. Materi yang dimoderatori oleh Helmi Romdhoni ini merupakan dasar-dasar yang digunakan seorang astronom amatir maupun profesional untuk mengamati benda langit.

Peserta Pertemuan Rutin HAAJ. Sumber: HAAJ
Materi dimulai dari pengenalan bola langit yang merupakan kerangka awal dari sistem tata koordinat. Sistem tata koordinat benda langit merupakan penempatan benda langit pada bola langit dengan proyeksikan koordinat bumi ke bola langit. Dari sistem tata kordinat yang ada seperti horizontal, ekuator, ekliptika, dan galaktik. Pada pertemuan kali ini pemateri menjelaskan sistim tata koordinat horizantal dan ekuator.

Kak Ronny Syamara sedang menjelaskan Software Stellarium. Sumber: HAAJ
Sistem tata koordinat horizon merupakan sistem tata koordinat menggunakan medan pandang si pengamat sebagai acuanya. Koordinat yang digunakan pada sistem ini adalah azimuth dan ketinggian (A,h). Kelebihan sistem ini adalah mudah digunakan karena dapat langsung dibayangkan oleh pengamat. Namuan karena sistem ini mengabaikan lintang si pengamat, sehingga bila terdapat dua pengamat mengamati sebuah benda langit yang sama di dua tempat yang berbeda maka koordinat benda langitnya akan berbeda. Aplikasi tata kordinat ini sering digunakan pada dudukan teleskop astronomi, karena kemudahan dalam pengoperasian dan membaca skalanya. Sehingga disebut sebagai Teleskop Alt-Azimuth (Altitude – Ketinggian dan Azimuth – Panjang Busur disepanjang ufuk).

Kegiatan pada saat Pertemuan Rutin berlangsung. Sumber: HAAJ
Satu lagi adalah sistem tata koordinat ekuator yang mengunakan lintang pengamat sebagai acuannya. Lintang utara pengamat bernilai positif dan lintang selatan pengamat bernilai negatif. Koordinat yang digunakan pada sistem ini adalah aksensiorekta dan deklinasi (α,δ). Kelebihan dari sistem ini adalah kooordinat benda langit yang diamati oleh dua orang pengamat dari dua tempat yang berbeda adalah sama. Namun penggunaanya tidak semudah tata koordniat horizon, karena harus berpatokkan dengan koordinat titik hamal sebagai acuannya. Aplikasi tata kordinat ini paling banyak digunakan pada dudukan teleskop astronomi, karena sangat efisien dan membantu para astronom untuk observasi dalam jangka waktu lama (khususnya untuk fotografi). Sehingga disebut sebagai Teleskop Ekuatorial (Equatorial Telescope Mounting).

Kak Ronny Syamara. Sumber: HAAJ
Pada pembahasan selanjutnya dibahas secara singkat mengenai jenis-jenis teleskop yang digunakan dalam dalam pengamatan. Misalnya berdasarkan jalannya cahaya pada teleskop seperti teleskop refraktor (diteruskan) dan reflektor (dipantulkan). Hampir 120 menit kelas berjalan, memasuki pukul 18.00 dibuka sesi tanya jawab untuk 1 orang penanya. Kemudian setelah pukul 18.15 kelas diistirahatkan hingga pukul 19.00 untuk melaksanakan sholat magrib dan makan malam bagi peserta yang ingin makan. Selama jeda istirahat ini diputar film bernuansa astronomi bagi peserta yang beristirahat di ruang kelas.

Pada pukul 19.00 kelas kembali dimulai dengan tips dan trik oleh pembicara terkait penggunaan software astronomi ‘stellarium’ yang dapat diunduh secara gratis di www.stellarium.org Pemateri membahas penggunaan ‘stellarium’ dan cara meng-update data terbaru dari internet.  Selain membahas software astronomi, pembicara juga membahas cara mencari arah kiblat. Di mana pada tanggal 28 Mei 2013 pukul 16.18 WIB dan 16 Juli 2013 pukul 16.28 WIB matahari tepat berada di atas Ka’bah. Sehingga posisi kiblat dapat diketahui.

Selanjutnya dilanjutkan sesi diskusi selama 30 menit yang pada akhir diskusi disampaikan tips mempersiapkan diri untuk pengamatan benda langit. Di mulai dari tujuan pengamatan, pemilihan lokasi dan waktu yang tepat, keamanan, dan peralatan yang dibutuhkan selama pengamatan.

Astro Kids! Corner. Sumber: HAAJ
Acara ditutup dengan penyampaian berita astronomi oleh ketua HAAJ yakni saudara Muhammad Rayhan terkait keberadaan komet Panstar dan komet Lemon yang pucak nya dapat terlihat di bulan Maret. Dilanjutkan pengumuman mengenai persiapan Star Party 1 pada 2-3 Maret di Gymnasium Kampus Dramaga IPB oleh Helmi Romdhoni selaku koordinator Sar Party 1. Kemudian yang terakhir penampilan Picture of The Week (POW) oleh Ronny Syamara.

Sekian report pertemuan rutin dwimingguan HAAJ pada hari Sabtu, 23 Februari 2013 ini. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Sampai bertemu di kegiatan Star Party 1 pada 2-3 Maret di Gymnasium Kampus Dramaga IPB. Serta pertemuan rutin HAAJ yang ke-6, Sabtu 9 Maret 2013.

Pertemuan Rutin Dwimingguan HAAJ ke-6, 9 Maret 2013

Pertemuan Rutin Dwimingguan
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)


edisi ke-enam di tahun 2013
 
 
 
Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer atau 1 AU (ing: astronomical unit). Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan Bumi dari angin matahari, sinar ultra ungu, dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer.
 
Planet Bumi. Sumber : APOD
  Pada pertemuan kali ini kita belajar mengenai Planet Bumi.


    Judul Materi : Bumi Tempat Tinggal Kita
    Narasumber : Muhammad Iskandarsyah
    Waktu : Sabtu, 9 Maret 2013, Mulai pukul 16.00 s.d Selesai
    Tempat : Ruang Multimedia lantai 2, Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta.
    Alamat: Jln. Cikini Raya no: 73. Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat.


Catatan:
* Bagi yang berminat, silahkan langsung datang ke lokasi dengan waktu yang telah disebutkan.
* Pertemuan Rutin ini terbuka untuk Umum, Gratis, Hanya dibebankan untuk membayar Handout Presentasi.
* Jika langit memungkinkan, setelah pertemuan akan diadakan peneropongan benda langit dengan menggunakan teleskop astronomi.

Contact Person :
1. Muhammad Rayhan (Ketua) : 081317566592
2. Vina Rieza (PJ Pertemuan Rutin) : 081288109554
3. Indra Firdaus (Humas) : 08999345351

Sekilas Cerita Pertemuan Rutin Keempat HAAJ di Tahun 2013


Report Pertemuan Rutin
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)
Planetarium Jakarta, 16 Februari 2013

Suasana Pada Saat Pertemuan Rutin
Seperti biasanya Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) mengadakan kelas untuk pembahasan ilmu astronomi untuk kalangan masyarakat umum dengan menggunakan penyampaian populer, dimana pada hari sabtu yang lalu, yakni tanggal 16 Februari 2013 dibahas mengenai materi tentang “Mengenal Planetarium dan Observatorium di Dunia” dengan Narasumber Saudari Ria Hasnita dari salah satu pengurus HAAJ di periode tahun ini dan sebagai Moderatornya adalah Mas Nurdiansah dari salah satu anggota HAAJ.

Pemateri Pertemuan Rutin ke-4, Ria Hasnita

Moderator Pertemuan Rutin ke-4, Nurdiansah

Pada kesempatan pertemuan rutin kali ini, Ria menjabarkan tentang apa itu Planetarium dan Observatorium di Dunia, adapun Planetarium menurut paparan Ria, bahwa Planetarium adalah wahana yang dibangun sebagai media pembelajaran tentang ilmu astronomi dan antariksa yang ditampilkan dalam bentuk peragaan simulasi atau sebuah pertunjukan film. Lalu juga peran dan fungsi planetarium sebagai wahana edukasi, wahana liburan dan media pelatihan navigasi.

Pemateri Sedang Memberikan Penjelasan Tentang Observatorium Bosscha
Dalam Presentasinya juga, Ria menjelaskan sejarah Planetarium dibangun, yakni mulanya Planetarium dibuat sebagai alat peraga mekanik untuk memperlihatkan pergerakan benda langit dan proses sejarah pembuatan planetarium dimulai tahun 1654 dengan nama “Globe of Gottorf”. Lalu Perkembangan Planetarium dari abat keamat semakin maju, dimana banyak astronom membuat planetarium, seperti astronom asal belanda bernama Eise Jeltes Eisinga diatahun 1774 membuat Planetarium Eise Eisinga. Lalu dipresentasinya Ria juga menjabarkan Planetarium di Indonesia (seperti Planetarium Jakarta, Tenggarong, Surabaya dan Yogyakarta) dan di Dunia (seperti Planetarium Negara di Malaysia, Planetarium Hamburg di Jerman, Planetarium Beijing di Cina dan Planetarium Macau yang diakui sebagai planetarium tercanggih didunia dikarenakan didukung oleh uniknya bangunan dan teknologi pertunjukannya). Selain itu juga, dalam selingan paparan presentasinya sang pemateri menampilkan film cara pembuatan planetarium sederhana, dimana filmnya bersumber dari NASA.

Pemateri sedang Menjelaskan tentang Planetarium dan Observatorium Dunia
Selain pembahasan tentang Planetarium, Ria juga menjelaskan apa itu Observatorium, dimana pengertian Observatorium di ilmu astronomi merupakan sebuah bangunan yang ditujukan untuk pengamatan dan penelitian benda langit. Selain itu juga dipaparkan mengenai Sejarah Observatorium yang lampau hingga dimasa sekarang, seperti contohnya menjabarkan Observarotium tertua yang berada di negera Korea, yakni Cheomseongdae dan Observatorium Mohr yang diakui oleh kalangan astronomi indonesia sebagai observatorium tertua yang pernah dimiliki indonesia. Selain itu juga pemateri menjabarkan observatorium tercanggih yang ada didunia, diantaranya observatorium bosscha di indonesia, thai national bservatory di thailand, maragheh observatory di azerbaijan, dan royal greenwich observatory di inggris. Selain itu ria, juga menceritakan beberapa observatorium di negara Chile, yakni La Silla Observatory, Paranal Observatory, dan Liano de Chajnantor Observatory yang mempunyai teknologi canggih milik ESO. Lalu juga menceritakan sebuah observatorium di pulai hawai yakni Mouna Kea Observatory, sedangkan didaratan amerika, ada Very Large array (VLA) Observatory yakni sebuah sistem interverometri telskop radio, lalu ada juga observatorium yang dioperasikan menggunakan pesawat terbang yakni SOFIA Observatory. Dalam Presentasi ini juga, sang pemateri menjabarkan peralatan dan instrumentasi pendukung yang ada di Planetarium dan Observatorium.

Setelah kurang lebih 75 menit paparan dari sang pemateri, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, salah satu diantaranya ada yang menanyakan sistem kerja paranal observatory dan Very Large array (VLA) Observatory. Lalu ada juga ada yang menanyakan kepedulian pemerintah indonesia terhadap kepedulian astronomi dengan perkembangan keberadaan planetarium di indonesia. Dalam sesi ini juga ditanyakan peranan Neutrino Observatory, akan tetapi sang pemateri kurang mendalami observatorium ini dikarenakan kurangnya literatur, akan tetapi pertanyaan ini dibantu dijawab oleh Bapak Widya Sawitar dari Planetarium Jakarta, dimana observatorium ini berfungsi untuk mendeteksi dan meneliti neutrino yang masuk ke planet Bumi. Acara diskusi diistirahatkan selama 60 menit untuk jeda sholat magrib dan memberikan kesempatan untuk ada yang ingin makan malam. Sementara diruang pertemuan diputar film bernuansa observatorium.

Sesi Tanya Jawab

Sesi Tanya Jawab
Sesi Tanya Jawab
Tepat pukul 19.00 WIB, pertemuan dilanjutkan dengan review singkat dan sesi diskusi, lalu dilanjutkan dengan memperkenalkan beberapa proyektor planetarium mini yang dimiliki oleh HAAJ dan koleksi pak widya. Dalam pertemuan ini juga diulas singkat mengenai jatuhnya meteor yang jatuh di rusia oleh sang ketua HAAJ saudara rayhan dan paparan persiapan star party 1 di IPB oleh koordinator SP yakni saudara Helmi Romdhoni. Akhirnya acara ditutup pada pukul 20.30 WIB.

Astro Kids! Corner
Demikian Report Pertemuan Rutin kali ini dibuat, semoga bagi teman2 yang berhalangan hadir dapat mengetahui kegiatan rutin HAAJ ini, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Sampai Bertemu Kembali di Pertemuan Rutin HAAJ ke-5, Sabtu 23 Februari 2013

Walasam

Profy N

Sekilas Cerita Pertemuan Rutin Ketiga HAAJ di Tahun 2013

REPORT PERTEMUAN RUTIN HAAJ
TANGGAL 9 Februari 2013


Pertemuan kali ini  pembicara pertemuan rutin haaj akan menyampaikan tentang matahari sebagai bintang.
Suasana Pertemuan Rutin.
Pertama dio menyampaikan dan mengenalkan berapa umur matahari dan data tentang matahari, setelah itu pemateri menjelaskan tentang bagaimana sejarah manusia mengamat langit dari zaman teori geosentris yang di cetuskan oleh salah satu ilmuan terdahulu yang bernama ptolomeus setelah menjelaskan tentang teori geosentis dia menjelaskan tentang  teori heliosentris yang di cetuskan oleh nicolas copernicus, dan di lanjutkan sampai zaman Galileo Galilei yang menggambar sketsa matahari.

Setelah dia menjelaskan tentang sejarah  yang berhubungan manusia dalam mengamati langit lalu pemateri menjelaskan tentang  pembentukan tata surya dari beberapa teori , setelah itu pemateri menjelaskan skema bintang menggunakan diagram H-R , menjelaskan suhu dari sebuah bintang dari dingin sampai ke panas. Lalu pemateri menjelaskan tentang urutan daur hidup bintang dari muda sampai tua lalu menjelaskan tentantang berapa umur matahari sekarang.

Pemateri Pertemuan Rutih HAAJ ke-3
Selanjutnya pemateri di  menjelaskan tentang bagaimana bentuk permukaan matahari dan beda dari bentuk dan warna jika menggunakan filter cahaya tertentu, dan selanjutnya menjelaskan tentang parameter fisis matahari dari berapa suhu permukaannya, suhu intinya, diameter, dan tingkat kecerahan.

Selanjutnya pemateri menjelaskan tentang bagian struktur skema matahari dari korona – inti dari matahari, selanjutnya pemateri menjelaskan tentang gejala dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di matahari seperti : morfologi sunspot(bintik matahari ),filamen, prominensa , looping magnetik ,angin matahari  tanpa terlewat dio menjelaskan tentang medan magnet yang terjadi di matahari.

AstroKids! Corner
Pada sesi  selanjutnya menjelaskan tentang bentuk dan sumber energi  matahari. Sebelum  menjelaskan energi yang di miliki matahari pemateri menjelaskan tentang bentuk matahari. Setelah itu menjelaskan tentang energi matahari yang berasal dari reaktor fusi nuklir yang di intinya dan menjelaskan menggunakan  skema tentang aktifitas matahari dari tahun ke tahun, dari jaman purba sampai sekarang  dimana matahari aktifitasnya tidak stabil terkadang matahari menjadi sering beraktifitas dan juga terkadang menurun , menjelaskan tentang prediksi NOAA tentang periode siklus dari matahari yang terjadi sekitar 10 – 11 tahun sekali. Lalu dijelaskan tentang aurora.

Di dalam sesi pertanyaan , langsung ada 4 pertanyaan yang di tujukan kepada pemateri, yang pertama tentang medan magnet matahari,perbedaan planet2 kenapa2 ada planet jovian dan terestrial, dan sesi pertanyaan semakin seru ketika  ada yang bertanya tentang CME (Corona Mass Ejection)

Sekian Sekilas Cerita Pertemuan Rutin Ketiga HAAJ di Tahun 2013,
Ditunggu Kehadirannya di Pertemuan Rutin HAAJ Berikutnya Tanggal 16 Februari 2013.

Salam HAAJ.
Bersama HAAJ Kita Ciptakan Masyarakat Sadar IPTEK.

Popular Posts