Showing posts with label Intermezzo. Show all posts
Showing posts with label Intermezzo. Show all posts

HAAJ di Akhir Puasa Ramadhan

Selasa, 30 Agustus 2011
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ), mengadakan acara buka puasa bersama di akhir Bulan Ramadhan.
Buka puasa yang dilaksanakan di Gedung Planetarium Jakarta ini merupakan wujud syukur kami (keluarga besar HAAJ) di bulan yang penuh berkah sekaligus bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi kami dengan karyawan Planetarium Jakarta.
Tidak hanya di tahun ini, namun kegiatan tersebut telah dilaksanakan di setiap tahunnya dan telah menjadi kegiatan yang wajib dilaksanakan di bulan suci ramadhan.

Para pengurus berkumpul di Planetarium Jakarta pukul 11.00 WIB. Setelah melakukan diskusi untuk persiapan buka puasa dan pembelian sembako, kami semua membagi tugas untuk membeli bahan-bahan yang diperlukan.
Sebagian membeli bahan makanan untuk persiapan buka puasa, dan yang lain membeli bahan sembako yang nantinya akan diberikan untuk karyawan planetarium sebagai persediaan bahan makanan.
Butuh waktu 1,5 jam untuk kami berbelanja bahan-bahan makanan yang kami perlukan. Pukul 17.00 WIB kami semua sudah kembali di planetarium dan menyiapkan hidangan buka puasa.

Ta'jil sudah siap, dan kami beserta karyawan planetarium buka puasa bersama saat adzan maghrib dikumandangkan. Kenikmatan yang luar biasa terpancar dari wajah kami saat bisa merasakan buka puasa dengan suasana kekerabatan seperti itu di akhir bulan ramadhan.
Walaupun berbuka seadanya, namun suasana seperti ini bisa membuat kami merasakan keberkahan yang luar biasa.



Suasana saat buka puasa bersama

Setelah berbuka puasa dan melaksanakan sholat maghrib berjama'ah, para pengurus HAAJ sedikit melakukan diskusi kecil mengenai pro dan kontra jatuhnya 1 Syawal.
Bukan perbedaan jatuhnya hari tersebut, namun kami lebih membahas mengenai terlihatnya hilal berdasarkan ilmu pengetahuan yang kami ketahui melalui pembelajaran Astronomi.

Selain berdiskusi, kami juga mengadakan ritual kecil untuk menyicipi buah durian yang kami beli saat berbelanja. Dan ternyata para pengurus HAAJ tidak lain dan tidak bukan merupakan "Durian Holic" yang cukup frontal saat melihat buah durian ada di depan mata. Hihihi.

Pukul 21.30 WIB, kami memberikan sembako kepada karyawan planetarium. "Terima kasih bapak-bapak yang selama ini sudah banyak membantu HAAJ. Semoga kita tetap dalam kebersamaan dalam ikatan keluarga. Dan semoga jasa bapak kepada planetarium dan HAAJ mendapat balasan dan pahala dari Allah SWT. Amin."

  Pemberian bingkisan secara simbolis oleh Indra Firdaus (HAAJ) kepada Pak Gunawan (Planetarium)


Setelah memberikan sembako, kami semua bergegas pulang karena hari sudah mulai larut malam. Sebelum pulang, kami berfoto terlebih dahulu di depan kantor planetarium.

Foto bersama di depan kantor planetarium


Kami selaku Keluarga Besar Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) mengucapkan..

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1432 H
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Semoga di Bulan Ramadhan tahun depan kita dapat dipertemukan kembali dalam ikatan keluarga besar HAAJ dan Planetarium Jakarta yang semakin erat. Amin.

-Salam HAAJ

RERASAN DARI SANG TERTOLAK TUK ADIK2 HAAJ KELAS XII


Beberapa jam lagi sobat2 muda HAAJ, FPA, FOSCA yg kls XII akan “menikmati” 1 langkah ke dpn demi asa akan hadirnya masa dpn yg bahagia. Agar tdk stress, gunakan wkt luang sesedikit apapun tuk berdoa & me-refresh diri dgn OR (senam) & selingi tuk mengangkat tangan tinggi2 sambil tarik nafas dlm2 lalu turunin sambil buang nafas pelan2. Nikmati, jgn kayak dikejar macan. Atau jalan2 skitar rmh, liat2 roda khidupan & seringlah katakan “betapa bersyukur kita dgn sgala yang pernah didapat”, atau ke taman yang intinya cari lokasi dkt rmh yang menyegarkan mata, pikiran, & jiwa (jangan ke-lama-an mpe lupa pulang .. hihi). Atau diseling denger musik yang sangat kalem. Nah – jadi …


Met belajar tuk sobat muda.

“Belajarlah demi belajar itu sendiri”.

Asa ke depan adalah sekedar keinginan.

Ingat, tiap orang punya gerbang masing2.

Pusing sekarang gak masalah, drpd mumet nantinya.

Met berjuang dlm menempuh ujian lokal, ujian nasional, (& ujian perguruan tinggi).


Kalau niat ke Perguruan Tinggi, pilih mulai skrg. Jgn spekulasi. Bgegas cari info & diskusi. Jgn sungkan tanya ortu/kakak. Bila lulus UN dan nanti lolos ke PT, Ingat!, yang blm dpt rizki tsb amat banyak. Bisa karena tdk ada dana tapi blm tentu tdk mampu berprestasi. Atau sebab lain.

Bila tdk lolos dlm ujian ke PT, itu bukan akhir segalanya. Justru ambil sbg langkah awal kembali, tentu dgn bekal introspeksi diri & hanya adik2 yg tahu. Mungkin justru langsung bkerja. Tdk lagi bmanja dengan dana dari ortu/kakak. Stelah menabung, baru sekolah lagi. Salut untuk adik2 yang seperti ini. Yang Di Atas memberi apa yang kita butuh, bukan yang kita mau.

Ingat juga, Bila lolos ke 2 atau lebih PT, berarti sebenarnya ada 2 atau lbh mahasiswa (termsk anda) yang dpt menikmati masa mahasiswa. Jangan sampai bangku tbuang justru krn sbuah ke-ragu2an & momen ini tak bisa diulang/terulang. Hilanglah ksempatan 1 atau lbh sobat kita tuk mnikmati masa itu.

Kelak bagi adik2 yg bkesempatan duduk di PT, ingatlah tuk mbimbing adik2 anda. Tetap bina silaturahmi dgn sobat2 lama. Jgn karena sdh dapat “dunia” baru, lupa asal – kacang lupa kulitnya. Kecuali adik2 bsifat cepat bosan – sekarang bilang butuh, nanti bilang ga butuh – laksana “habis manis, sepah dibuang”, gampang “be-te”, tmsk pd empati adik2 sendiri & jgn bilang anda tdk ada wkt utk hal silaturahmi seperti ini. Saling mengunjungi termasuk di kala liburan, menjadi ajang yang sangat positif. Janganlah merasa bisa hidup sendirian dalam menempuh itu semua. Tiada persahabatan terbangun tanpa suka duka, tanpa tatap muka & saling kunjung. Selama mahasiswa, belajarlah menghadapi sahabat2 beraneka usia – profesi – latar belakang pendidikan & budaya. Jangan seperti katak dalam tempurung demi ego semata, apalagi bersombong diri karena “mahasiswa”. Belajarlah tuk mandiri, namun ingat – mandiri bukan berarti tidak butuh orang lain (maaf, kalau kita mati – siapa yang mandi-in & makam-in kita?).

Smoga bacaan di bwh jg bguna skecil apapun buat persiapan “langkah ptama ke gerbang cita2”. Skedar uneg2, belajar bukan melulu bljr kurikulum sklh, mengejar nilai, mengejar titel, apalagi skedar gengsi atau kejengahan. Sering pd akhir platihan, saya bilang ke pserta bahwa saya tdk mau pusing apakah siswa dpt medali atau tdk, krn itu adalah ke”niscaya”an. Yg penting impresi kbersamaan scr horizontal vertikal dlm proses bljr takkan pernah sirna & jangan sekalipun disirnakan. Saya juga cuplik dari diary Sc.Camp 2009 tuk “bljr menangkap laut” yg tenang & indah, psembahan tuk Wawargita dan Wasistha:

Laut tidak selalu tenang,

Tiap insan punya pantai tuk pergi dan mendarat.

Lautan hikmah siap menjadi hidangan batin,

dan sezarah saja kasih-Nya,

sudah cukup tuk mengarungi gelora badai sedahsyat apapun.

Teringatlah kepada seorang sobat muda Sang Perunggu ketika adzan Maghrib berkumandang dan bersiap kembali ke keramaian Science Camp.

I hope, until my last ammunition.

Not a promise physically, but I will do with my deepest innerheart, indeed.

Bila kesunyian malam dapat diajak menari dan bernyanyi,

kumohon pada-Nya,

agar itu senantiasa dapat menjadi pelipur laraku,

dan jawaban ‘kan segala kerinduanku.

Dan kembali saya tulis ulang tuk sobat muda Riser Fahdiran mjelang keberangkatannya menuju S3 Fisika-nya di negara pembuat mobil “VW” (The Art of Education):

The art of education is to continue to grow as long as you live.

Every moment brings its lesson. Every person is a teacher.

Grow in all directions.

Develop a desire for goodness, an eagerness for knowledge,

a c-a-p-a-c-i-t-y for friendship,

an appreciation of beauty,

a c-o-n-c-e-r-n for others.

GROW!

Man is never finished. Man never arrives.

Education never stops.

Jg impresi/refleksi masa SMA dgn seorang sahabat. Bukan skdr tuk bljr bsama, tapi pshbtan keluarga dlm mengarungi suka duka hingga kini yg tlah blangsung 29 thn. Bsama merajut mimpi astronomi dgn cara yang ekstrim–beda. Saya ulang ini thn 2007 tuk Sang Surahiswara (ultah 17) & Ratibawana (25)


TIME

Begitu banyak peristiwa yang membuat kita tergelak dalam tawa,

tersenyum, prihatin, sedih, bahkan terbungkam seribu bahasa.

Kaset ini merupakan satu produk jiwa, pengalaman bathin.

Kaset ini menjadi satu media yang tak terlupakan,

ia bisa jauh di belakang,

ia bisa hadir kini dalam alun waktu keseharian,

tetapi ia dapat menentukan

apa yang harus terjadi di masa datang.

(27 – 29 Januari 1990)


Sebaik-baiknya orang adalah orang yang berguna bagi orang lain.

Kembali ke sobat muda kelas XII,

pergunakanlah malam2 hening tuk sjenak berkontemplasi. Ingatlah perjalanan anda slama masa SMA.

Apa yg tlah anda beri ke ortu? Bljr demi mereka? Demi empati anda? Demi cita2 & asa? Demi rasa malu dan jengah? Demi gengsi?

Atau “demi”-kianlah adanya, krn anda tdk tahu anda ada di mana dan mau ke mana? Maka, langkah berikutnya pun di jenjang yg lebih tinggi jangan kaget bila memori keraguan akan muncul. Andai di ½ jalan pun akhirnya kerasan, moga2 bukan karena sebuah keterpaksaan (jangan sampai: “abiz mau ngapain lagi?”).

Pun dalam persahabatan, janganlah takut dekat hanya karena takut kehilangan. Kita semua akan kehilangan sahabat. Percayalah!! Niscaya!! Lha kalo kita dipanggil olehNya? Demikian pula cita2, keinginan, dsb. Habis pada saatnya nanti. Namun, bila belum waktunya – janganlah kita yang “menghabisinya”.

Ok, .. Sekali lagi met belajar & met berjuang,

Dan dari 1 sisi saja dari ratusan asa yg ingin diungkap:

Berilah yg terbaik tuk orang tua demi Yg Di Atas & mintalah ke Yg Di Atas – yg terbaik tuk mereka.


Salam WfG

Jakarta, 14 Maret 2011.

T ksh tuk adik2 yg sangat saya sayang dan cintai khususnya Adly, Arreza, Adel, Erika (yg nekat ikut SP1). Karena adik2-lah tulisan ini dibuat. Kalian senantiasa mengisi spirit saya, adik2lah yg akhirnya justru jd pagar spirit, the true spirit soulmate dlm mengemban ranah ke-astronomi-an yg seolah tanpa tepi dgn ranting laksana lengan2 gurita yg ujungnya sirna ditelan ufuk. My very great longing for all of you & someone in the dark which swallowed up by the time.

Smoga prestasi adik2 senantiasa jauh di depan saya seperti yang sudah2. Komitmen kalian ckp bagi saya dgn lapang dada tuk mlangkah mundur. Raih & bukalah gerbang pengetahuan sesuai asa yang mengiring tarikan nafas adik2.

Skali lagi, ikhlaslah bljr demi Yg Di Atas. Niscaya ktenangan akan slalu bserta adik2. Serahkan ke Yg Di Atas, gerbang mana yg akan dibuka. Oya, ada 1 adik yg sama2 dgn kalian yg juga berada di padang Kurusetra, tulisan inipun saya persembahkan khusus untuknya, sobat kalian juga – Sang Wawargita.

Teringat sebuah syair lagu dalam lomba paduan suara semasa di PSM ITB “.. Hujan badai reda sudah, langit menjadi cerah, lazuardi membentang indah serta megah .. “ (smoga gak slh inget, ilang partiturnya. Hallo Adis, barangkali bisa cariin “Pelangi” di PSM). Smoga, kemegahan itulah yg nantinya adik2 raih.

Tuk HAAJ, maaf baru nulis lagi .. yg ternyata inipun walau me-refresh artikel tahun lalu – tokh butuh 5 hari tuk nuntasinnya. Tentang artikel astro, maaf juga – penyemangat tuk buatnya lagi raib.

- - - - - - - - - -



Selamat Menjalankan Ibadah Puasa

Kami Segenap Pengurus
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)
mengucapkan
SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 1431 H
semoga Bulan Puasa kali ini mendapatkan berkah dari Allah SWT.



SEKEDAR RERASAN DARI SANG TERBUANG TUK ADIK2 HAAJ KELAS XII

Bentar lg para sobat muda kls XII akan mlakukan 1 langkah ke dpn demi asa akan hadirnya masa dpn yg bahagia. Lembar2 soal akan dihamparkan tuk dikerjakan. Skedar tips biar tdk stress, gunakan wkt luang tuk me-refresh otak dgn OR (senam). Puter2 tuh kepala, geleng2, angguk2 (jangan “tripping” .. hihi). Angkat tangan tinggi2 sambil tarik nafas dlm2 lalu turunin sambil buang nfs. Pelan2 nikmati, jgn kayak dikejar macan. Atau jln2 skitar rmh liat2 roda khidupan & seringlah katakan “betapa bersyukur kita dgn sgala yang pernah didapat”, atau jln2 ke taman. Intinya cari lokasi dkt rmh yang menyegarkan mata, pikiran, & jiwa. Tempat bernuansa hijau/biru. Atau denger musik yang sangat kalem. Jadi:

Met belajar buat para sobat muda. Mohon belajar, jangan ditunda.
“Belajarlah demi belajar itu sendiri”.
Asa ke depan adalah sekedar penyerta nantinya.
Ingat, tiap orang punya gerbang masing2.
Pusing sekarang gak masalah, drpd mumet nantinya.
Met berjuang dlm menempuh ujian lokal & nasional.

Kalau niat ke Perguruan Tinggi (PT), pilih mulai skrg. Jgn spekulasi. Bgegas cari info & diskusi. Jgn sungkan tanya ortu/kakak. Bila lulus UN dan nanti lolos ke PT, Ingat, yang blm dpt rizki tsb amat banyak. Bisa karena tdk ada dana tapi blm tentu tdk mampu berprestasi. Atau sebab lain.
Bila tdk lolos dlm ujian ke PT, itu bukan akhir segalanya. Justru ambil sbg langkah awal kembali, tentu dgn bekal introspeksi diri & hanya adik2 yg tahu. Mungkin justru langsung bkerja. Tdk lagi bmanja dengan dana dari ortu/kakak. Stelah menabung, baru sekolah lagi. Salut untuk adik2 yang seperti ini. Yang Di Atas memberi apa yang kita butuh, bukan yang kita mau.
Ingat juga, Bila lolos ke 2 atau lebih PT, berarti sebenarnya ada 2 atau lbh mahasiswa (termsk anda) yang dpt menikmati masa mhsw. Tlebih kalau kita lepas di tengah jln & bangku pun tbuang justru krn sbuah ke-ragu2an & momen ini tak bisa diulang/terulang. Hilanglah ksempatan 1 atau lbh sobat kita tuk mnikmati masa itu.

Kelak bagi adik2 yg bkesempatan duduk di PT, ingatlah tuk mbimbing adik2 anda. Tetap bina relasi dgn teman2 lama. Jgn karena sdh dpt “dunia” baru, lupa asal. Kecuali adik2 bsifat cepat bosan tmsk pd empati adik2 sendiri & jgn bilang anda tdk ada wkt utk hal seperti ini.

Smoga bacaan di bwh jg bguna skecil apapun buat persiapan “langkah ptama ke gerbang cita2”. Skedar uneg2, belajar bukan melulu bljr kurikulum sklh, mengejar nilai, mengejar titel, apalagi skedar gengsi atau kejengahan. Sering pd akhir platihan astro, saya bilang tdk mau pusing apakah siswa dpt medali atau tdk, krn itu adalah ke”niscaya”an. Yg penting impresi kbersamaan scr horizontal vertical dlm proses bljr takkan pernah sirna. Cuplikan dari diary Sc.Camp 2009 tuk “bljr mnangkap laut” yg tenang & indah, psembahan tuk Wawargita dan Wasistha:
Laut tidak selalu tenang,
Tiap insan punya pantai tuk pergi dan mendarat.
Lautan hikmah siap menjadi hidangan batin,
dan sezarah saja kasih-Nya,
sudah cukup tuk mengarungi gelora badai sedahsyat apapun.
Teringatlah kepada seorang sobat muda Sang Perunggu ketika adzan Maghrib berkumandang dan bersiap kembali ke keramaian Science Camp.
I hope, until my last ammunition.
Not a promise physically, but I will do with my deepest innerheart, indeed.
Bila kesunyian malam dapat diajak menari dan bernyanyi,
kumohon pada-Nya,
agar itu senantiasa dapat menjadi pelipur laraku,
dan jawaban ‘kan segala kerinduanku.

Dan cuplikan lain dr artikel tuk sobat muda Riser mjelang sidang sarjana S2 Fisika-nya (The Art of Education):

The art of education is to continue to grow as long as you live.
Every moment brings its lesson. Every person is a teacher.
Grow in all directions.
Develop a desire for goodness, an eagerness for knowledge,
a c-a-p-a-c-i-t-y for friendship,
an appreciation of beauty,
a c-o-n-c-e-r-n for others.
GROW!
Man is never finished. Man never arrives.
Education never stops.

Jg impresi/refleksi masa SMA dgn seorang sahabat. Bukan skdr tuk bljr bsama, tp pshbtan keluarga dlm mengarungi suka duka hingga kini yg tlah blangsung 28 thn. Bsama merajut mimpi astronomi dgn cara yang ekstrim–beda. Saya ulang ini thn 2007 tuk Sang Surahiswara (ultah 17) & Ratibawana (25)

TIME
Begitu banyak peristiwa yang membuat kita tergelak dalam tawa,
tersenyum, prihatin, sedih, bahkan terbungkam seribu bahasa.
Kaset ini merupakan satu produk jiwa, pengalaman bathin.
Kaset ini menjadi satu media yang tak terlupakan,
ia bisa jauh di belakang,
ia bisa hadir kini dalam alun waktu keseharian,
tetapi ia dapat menentukan
apa yang harus terjadi di masa datang.
(27 – 29 Januari 1990)

Sebaik-baiknya orang adalah orang yang berguna bagi orang lain.

Kembali ke sobat muda kelas XII,
pergunakanlah malam2 hening tuk sjenak berkontemplasi. Ingatlah perjalanan anda slama masa SMA.
Apa yg tlah anda beri ke ortu? Bljr demi mereka? Demi empati anda? Demi cita2 & asa? Demi rasa malu dan jengah? Demi gengsi? Atau “demi”-kianlah adanya, krn anda tdk tahu anda ada di mana dan mau ke mana?
Ok, .. Sekali lagi met belajar & met berjuang,
Dan dari 1 sisi saja dari ratusan asa yg ingin diungkap:
Berilah yg terbaik tuk orang tua demi Yg Di Atas & mintalah ke Yg Di Atas – yg terbaik tuk mereka.

Salam WfG
Jakarta, 01 Maret 2010.
T ksh tuk adik2 yg sangat saya sayang dan cintai khususnya Hendra, Dessy, Lita, Puput, Fahmi. Karena adik2-lah tulisan ini dibuat. Kalian senantiasa mengisi spirit saya dlm mnapak tangga Jagad Rana Adi Ganesha. Adik2lah yg akhirnya justru jd pagar spirit, the true spirit soulmate dlm mengemban ranah ke-astronomi-an yg seolah tanpa tepi dgn ranting laksana lengan2 gurita yg ujungnya sirna ditelan ufuk. My very great longing for all of you & someone in the dark which swallowed up by the time. Betapa .. ufz .. OA/OSN di Jkt (Juli–Ags), Sc Camp di Pari (Ags), Konferensi HAI di Bdg (Okt), Star Pty di Kalimaya Anyer (Des), jg hari2 lain yg mengharu biru.
Smoga prestasi adik2 senantiasa jauh di depan saya seperti yang sudah2. Komitmen kalian ckp bagi saya dgn lapang dada tuk mlangkah mundur dari Jagad Rana tersebut. Raih & bukalah gerbang pengetahuan sesuai asa yang mengiring tarikan nafas adik2.
Skali lagi, ikhlaslah bljr demi Yg Di Atas. Niscaya ktenangan akan slalu bserta adik2. Serahkan ke Yg Di Atas, gerbang mana yg akan dibuka. Oya, ada 1 adik yg msh se-thn lg berada di padang Kurusetra, tulisan inipun tuk dia, adik kalian juga – Sang Wawargita. Generasi terakhir tuk menutup Jagad Rana tadi. Teringat sebuah syair lagu dalam lomba paduan suara semasa di PSM ITB “.. Hujan badai reda sudah, langit menjadi cerah, lazuardi membentang indah serta megah .. “ (smoga gak slh inget). Smoga, kemegahan itulah yg nantinya adik2 raih.

Tuk HAAJ, maaf baru nulis lagi .. yg ternyata inipun butuh 10 hari tuk nuntasinnya & 2x ambruk nih. Tentang artikel astro, maaf juga karena lagi belum ada niat nih.
- - - - - - - - - -

Sekedar pemberitahuan bernada menegaskan, acara Star Party I HAAJ di Bogor, 13-14 maret 2010, TIDAK diperuntukkan bagi para siswa KELAS XII. Terima Kasih.

Sekilas Peta Langit (2)

Ragam Budaya Pemetaan Langit
Kalau melihat sejarah pemetaan langit
yang dapat dicatat antara lain bahwa bangsa Mesopotamia (10.000 – 3.300 SM) mengenal 60 rasi bintang (termasuk 12 rasi Zodiak), Babylonia dan Assyria (2.900 SM – 600 SM) mengenal 31 rasi (17 atau 18 zodiak). Dari budaya Assyro-Babylonia sekitar tahun 1400 – 1000 SM, terdapat karya berupa catatan tulis Ea Anu Enlil di mana langit dibagi 3 bagian. Di selatan ekuator disebut milik dewa Ea (outer road). Anak Ea bernama Enlil (inner road) yaitu terdiri dari bintang-bintang sirkumpolar. Sementara sekitar ekuator dikuasai oleh Anu. Setiap lingkaran tersebut dibagi lagi di dalam kekuasaan 12 dewa. Sesuai nantinya dengan pembagian 12 bulan dalam setahun. Ratusan tahun berselang hal ini diadaptasi dalam penentuan zodiak yang kini dikenal, the ecliptic-based zodiac.

Penggambaran konstelasi bintang di ruang pertunjukan Planetarium & Observatorium Jakarta. Kredit:Ronny


Pada bangsa Yunani sampai era Aratus dikenal ada 44 rasi bintang (12 zodiak). Secara terpisah di India (pada akhir budaya Mesopotamia) mengenal 60 rasi bintang (17 zodiak, atau 27/28 naksatras yang berdasar posisi Bulan). Tentang naksatras ini sebenarnya berdasar budaya awal pembuatan kalender yang dulu memang umumnya berpedoman Bulan (kalender Bulan). Sebagai contoh pada awal dibuatnya kalender dikenal istilah mazzaloth oleh bangsa Hebrew/Yahudi, bangsa Arab menyebutnya al-manazil, di China Hsiu. Pembagian rasi ada 2 pedoman, mengikuti lingkaran ekliptika atau mengikuti lingkaran ekuator langit.


Kembali pada pendataan rasi bintang, di China pada abad 5 SM dikenal ada 40 rasi bintang (28 zodiak), sementara antara tahun 370 – 270 SM didata 1.400-an bintang yang terbagi dalam 284 rasi bintang. Namun, pada abad 7 M justru jumlah bintang yang didata hanya 1.350 bintang yang terbagi dalam 25 rasi bintang (13 di belahan langit utara dekat Kutub Utara, 12 di dekat ekuator langit ). Beda dengan lainnya, peta langit pada budaya Inca, Amazonia, Maya, Aztec (Amerika) yang cenderung berpedoman pada jalur Bima Sakti (Milky Way). Bukan tempat bergesernya Matahari, Bulan, dan planet (lingkaran ekliptika). Yang tercatat bahwa pendataan mereka telah ada sejak sekitar tahun 3.114 SM.


Peta Langit (Planisfer)

Rekan sang pelaut ulung Columbus, yaitu Amerigo Vespucci (1503), membagi Centaurus yang sangat luas menjadi 2 rasi bintang – Centaurus dan Crux. Dia juga memetakan rasi Triangulum Australe (catatan: namanya digunakan sebagai ide nama benua Amerika). Adapun gambar peta langit dalam bentuk planisfer pada era modern dilakukan Pieter Bienewitz dari Jerman tahun 1536. Terdapat 50 rasi (48 adaptasi dari hasil Ptolemy). Disempurnakan tahun 1551 oleh Gerardus Mercator (pakar geografi dari Finlandia) dalam bentuk bola langit (Mercator’s Projection) sekaligus menambah 1 rasi bintang, Coma Berenices (Yang pertama menggunakan planisfer untuk navigasi). Selanjutnya Bayer dari Jerman menambah 12 rasi.


Tahun 1592: Petrus Plancius dari Belanda menambah Columba.

Tahun 1596: Pieter Dirksz Keyser dan Frederick de Houtman dari Belanda menambah 11

(Apus, Chamaleon, Dorado, Grus, Hydrus, Indus, Musca, Pavo, Phoenix, Tucana, Volans).

Tahun 1661: Jakop Bartsch dari Jerman menambah Camelopardalis.

Tahun 1679: Augustine Royer dari Perancis menambah Monoceros.

(2 rasi ini berdasar catatan dibakukan oleh Petrus Plancius tahun 1613).

Tahun 1687: Johannes Hevelius menambah 7

(Canes Venatici, Lacerta, Leo Minor, Lynx, Scutum, Sextans, Vulpecula).

Tahun 1756: Nicolas Louis de Lacaille setelah mengembara ke Tanjung Harapan, menambah 14

(Antlia, Caelum, Carina, Circinus, Fornax, Horologium, Mensa, Microscopium, Norma, Octans, Pictor, Puppis, Pyxis, Reticulum, Sculptor, Telescopium, Vela).

Pada akhirnya sekarang dikenal ada 88 rasi bintang yang dibakukan oleh IAU pada tahun 1928.


Daftar Pustaka (Tolong liat artikel edisi 1 dan artikel Zodiak sebelumnya)

Bakich, M., 1995, The Cambridge Guide to the Constellations, Cambridge Univ. Press, Cambridge

Cornelius, G., 2005, The Complete Guide to the Constellations, Duncan, London

Sawitar, W., 2005, Constellations: In the Time Scale of the Cultures, in W. Sutantyo, P. W. Premadi, P. Mahasena, T. Hidayat and S. Mineshige (eds), Proceedings of the 9th Asian-Pacific Regional Meeting 2005, p.328-329.


Salam WfR&G

Kisah berikutnya sabar ya, sementara nih adaIntermezzooo…

khusus untuk anggota HAAJ, FOSCA, SIRIUS, POLARIS, FPA yang sudah terdftr (24 org + 4 sedang dicheck lagi) & akan ke Conference of the Indonesian Astronomical Society (HAI) di ITB & Bosscha – 29-31 Okt, dimhn hdr: Sabtu, 24 Okt jam 15:30 WIB. Ada review unik, ajang presentasi/diskusi termsk dari 5 mhsw Fisika UNJ. Pengurus HAAJ hrp hadir jam 13:30 WIB (tuk sediain konsumsi maunya .. hmm). Jadwal ketat, mhn tpt wkt. Berikut jadwal presentasi:


1. (16:00 – 16:20) Teori Observasi dan Pengolahan Data /Hart/ UNJ

2. (16:20 – 16:40) Evolusi Bintang /Sty/ UNJ

3. (16:40 – 17:00) Mengenal FOSCA /Wls/ FOSCA

4. (17:10 – 17:30) A Captivating Birth of Stars /Dino/ HAAJ

5. (17:30 – 17:50) Struktur dan Dinamika Orbit /Fin/ UNJ

= = = = = ISHOMA = = = = = = =

6. (19:00 – 19:20) Dinamika Orbit Bulan /Dvi/ UNJ

7. (19:20 – 19:40) Alat Detektor Astronomi: CCD /Sti/ UNJ

8. (19:40 – 20:00) Impl. Kmr Dgtl utk M-identfks Stlt di Jup. /Epr/ FOSCA


Punten …. Maaf,

Tuk HAAJ dan POLARIS yang buat paper poster, dari panitiaposter is in English (at least its abstract). Jg hrs buat makalah singkatnya ± 2½ hal A4, spasi 1, tuk proceedings.

Tuk SIRIUS dan POLARIS, segera bahas pameran–bersama 1 stand. Sabtu, 17 Okt saat pertemuan HAAJ sedptnya sdh ada draft kebutuhannya.

Tuk semua yang terdaftr dan berstatus “S”, mhn krm alamat sekolah lengkap ke humas_haaj84@yahoo.com Diharap data terkumpul Sabtu, 17 Okt., paling lambat 19 Okt.

Tuk semua: sekalian tuntaskan rencana keberangkatan ke Bdg, termsk akomodasi, dsb. pra atau pasca acara presentasi (Ingat! Tgl 29 Okt, jam 08:30 acara HAI sudah dimulai. Jadi, diharapkan Rabu malam semua sudah di Bandung). Tuk acr di atas dan ke Bdg, hub: Ronny Syamara. Info acr Bdg liat http://astronomy.itb.ac.id/HAI2009.

Hatur Nuhun …. Terima kasih. Salam WfR&G

Popular Posts