ACTIVITY REPORT - ASTRO PARTY 2009

Astro Party 2009, sebuah kegiatan tahunan berbentuk Talk Show, Workshop, Pameran dan Pemutaran Film Astronomi, telah dilaksanakan dengan sangat baik oleh Komite Astro Party 2009. Kegiatan yang untuk tahun ini bekerja sama dengan Istituto Italiano di Cultura ini telah dilaksanakan pada hari sabtu, 23 Mei 2009 pukul 10.00-17.00 WIB di Auditorium Istituto Italiano di Cultura, jln. H.O.S. Cokroaminoto no: 117, Menteng, Jakarta Pusat.

Kegiatan yang bertemakan "Dedicated to 400 Years of Galileo's First Telescopic Observation of The Cosmos and International Years of Astronomy 2009" ini diawali dengan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Ketua Komite Astro Party 2009, M. Rayhan, Kepala Planetarium dan Observatorium Jakarta yang diwakili oleh Ibu Hj. Tarumini, dan Direktur Istituto Italiano di Cultura, Mrs. Giovanna Jatropelli.

Suasana ruang talkshow Astro Party yang dipenuhi oleh peserta, pembicara dan tamu VIP

Setelah pemutaran Trailer International Year of Astronomy 2009, acara dilanjutkan dengan talk show pertama oleh Dr. Stefano Covino dengan judul presentasi "A Revolutions in an Eyepiece: The Influence of Galileo Galilei on Modern Science" dengan moderator Anton William, S.Si dari Departemen Astronomi Institut Tekhnologi Bandung.


Talkshow pertama oleh Dr. Stefano Covino dan pemberian kenang-kenangan kepada beliau oleh Penasehat HAAJ, Bpk. Djuhana Widjaya Kusuma

Acara dilanjutkan dengan pemutaran film astronomi yang menampilkan film rilisan IYA 2009 tentang Galileo Galilei dan setelah itu peserta diberikan waktu istirahat untuk sholat, makan siang dan pengamatan matahari.

Sesi Pemutaran Film Astronomi yang dilanjutkan dengan Pengamatan Matahari di luar Auditorium

Setelah istirahat, acara kembali dilanjutkan dengan talk show kedua oleh Dr. Hakim L. Malasan dengan judul presentasi "Progress in Optical Astronomical Instruments for Research and Education" dengan moderator Dyas Utomo, mahasiswa jurusan Astronomi Institut Tekhnologi Bandung.

Talkshow kedua oleh Dr. Hakim L. Malasan dan pemberian kenang-kenangan kepada beliau oleh Ketua HAAJ, Bpk. Tersia Marsiano

Acara dilanjutkan dengan Workshop Galileoscope (Teleskop Galileo) yang dibawakan oleh Ketua HAAJ, Bpk. Tersia Marsiano dan setelah itu langsung masuk pada talk show ketiga yang disampaikan oleh Premana. W. Premadi, PhD. dengan topik presentasi "Why Should We Learn About Astronomy?" dengan moderator Bpk. Drs. Widya Sawitar dari Planetarium dan Observatorium Jakarta.

Suasana saat mengunjungi stand pameran dan saat Workshop Galileoscope dilakukan

Talkshow ketiga oleh Premana W. Premadi, PhD. dan pemberian kenang-kenangan kepada beliau oleh Ketua Komite Astro Party 2009, M. Rayhan

Setelah seluruh talkshow ditampilkan, acara memasuki saat-saat akhir ketika acara dilanjutkan pada sesi pemberian kenang-kenangan kepada Direktur Istituto Italiano di Cultura, Mrs. Giovanna Jatropelli, baik untuk beliau sebagai individu maupun untuk Institut sebagai institusi, atas seluruh partisipasi dan kerjasamanya atas terselenggaranya acara Astro Party 2009 ini. Mrs. Jatropelli sempat memberikan kejutan kepada seluruh peserta ketika beliau memberikan bingkisan yang berisi makanan khas Italia dan minuman Wine Italia keluaran tahun 2007 kepada masing-masing pembicara talk show dan kepada Ketua Komite Astro Party 2009.
Acara benar-benar berakhir ketika MC menutup acara dan para peserta dibariskan untuk sesi foto bersama.

Pemberian ucapan terima kasih oleh Pembina HAAJ, Bpk. Drs. Widya Sawitar dan Ketua Himpunan Astronomi Indonesia, Ibu Premana W. Premadi, PhD. kepada Direktur Istituto Italiano di Cultura, Mrs. Giovanna Jatropelli

Selesai acara, seluruh peserta dibariskan untuk sesi foto bersama dengan seluruh pembicara talk show dan panitia Astro Party 2009

Secara umum, acara ini berjalan dengan baik dan dihadiri oleh sekitar 150 orang yang terdiri dari peserta, pembicara, panitia dan tamu VIP. Acara ini juga sempat dihadiri oleh Kepala Bagian Administrasi Kedutaan Besar Republik Italia, Mr. Michele Di Fonzo dan secara tidak terduga juga oleh Direktur Kedutaan Besar Republik Italia, H. E. Mr. Roberto Palmieri.

Sampai Jumpa pada Astro Party edisi selanjutnya...




Ketua Komite Astro Party 2009
M. Rayhan

PRESS RELEASE - ASTRO PARTY 2009

Sabtu, 23 Mei 2009, pukul 10.00 s.d 16.00 WIB.
Ruang Au
ditorium Istituto Italiano di Cultura
Jln. H.O.S C
okroaminoto no: 117, Menteng, Jakarta Pusat

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melalui hasil Sidang Majelis Umum ke-62 tanggal 20 Desember 2007 telah menetapkan tahun 2009 sebagai Tahun Astronomi Internasional (IYA 2009, International Year of Astronomy) sekaligus, salah satunya, untuk memperingati 400 tahun penggunaan teleskop oleh Galileo Galilei untuk pertama kalinya di dunia Astronomi. Dalam hal ini UNESCO dan IAU (International Astronomical Union) ditunjuk sebagai koordinator kegiatan tersebut. Berdasarkan data dari IAU, lebih dari 135 negara di seluruh dunia telah menyatakan komitmennya untuk turut menyelenggarakan kegiatan tersebut. Sementara di Indonesia, Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) ditunjuk sebagai koodinator pelaksanaan kegiatan secara nasional.


Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ), sebagai salah satu instrumen ke-astronomian di Indonesia, turut berpartisipasi dalam memeriahkan perayaan tersebut dengan menyelenggarakan kegiatan yang bernama ASTRO PARTY 2009 dengan tema "Dedicated to 400 Years of Galileo's First Telescopic Observations of The Cosmos and International Year of Astronomy 2009". Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama HAAJ dengan Institut Kebudayaan Italia (Istituto Italiano di Cultura) dan didukung oleh Kedutaan Besar Italia (Embassy of Italy), Planetarium dan Observatorium Jakarta, Observatorium Bosscha, Institut Tekhnologi Bandung dan Himpunan Astronomi Indonesia.



Kegiatan yang berbentuk Talkshow, Workshop, Pemutaran Film dan Pameran Astronomi ini diselenggarakan khusus bagi siswa-siswi dan guru SMA dan sederajat se-JABODETABEK (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) dengan format undangan terbatas. Talkshow akan disampaikan dalam tiga sesi dengan tiga narasumber dan judul yang berbeda. Talkshow pertama akan disampaikan oleh Dr. Stefano Covino dari Brera Astronomical Observatory, Milan, dengan judul "A Revolution in an Eyepiece: the Influence of Galileo Galilei on Modern Science", talkshow kedua oleh Dr. Hakim L. Malasan dari Observatorium Bosscha dengan judul "Progress in Optical Astronomical Instruments for Research and Education" dan talkshow ketiga oleh Premana W. Premadi, PhD. dari Program Studi Astronomi Institut Tekhnologi Bandung dengan judul "Why Should We Learn About Astronomy?".


Dengan mengusung tema memperingati 400 tahun penggunaan teleskop oleh Galileo Galilei untuk pertama kalinya di dunia Astronomi, workshop Astronomi yang akan diselenggarakan dalam kegiatan ini berupa workshop teleskop Galileo dan untuk pemutaran filmnya pun bertemakan 400 tahun teleskop Galileo. Sementara untuk Pameran Astronomi akan diisi oleh beberapa klub-klub astronomi sekolah yang akan memamerkan pernak-pernik astronomi berupa instrumentasi astronomi, alat peraga astronomi dll.



Acara ini dipersembahkan oleh:





Unt
uk Informasi lebih lanjut, hubungi:
M. Rayhan (Ketua Komite) : 081317566592
Nurdiansah (Sekretaris Komite) : 08888157076
Email resmi Astro Party 2009 : astroparty2009@yahoo.com




Pertemuan Rutin Dwimingguan - 16 Mei 2009

-----------------------INFORMASI--------------------------

Pertemuan Rutin Dwimingguan Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) edisi ke-09.

Judul Materi : Instrumentasi dalam Astronomi
Narasumber : Riser Fahdiran, M.Si dari Himpunan Asronomi Amatir Jakarta
Waktu : Sabtu, 16 Mei 2009, mulai pukul 16.30 s.d 20.00 WIB.
Tempat : Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta, Lantai dua. Jln. Cikini Raya no: 73. Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat.

Catatan:
  • Bagi yang berminat, silahkan langsung datang ke lokasi dengan waktu yang disebutkan.
  • Jika langit memungkinkan, setelah pertemuan akan diadakan peneropongan benda langit dengan menggunakan teleskop astronomi.
Terima Kasih
Penanggung Jawab Pertemuan Rutin

M. Rayhan

SEKILAS LUBANG HITAM - Edisi II: Riwayat Hidup Bintang


Belajar bintang memang unik. Kita tak bisa melihat dari dekat atau memegangnya. Kita hanya bisa menerima pancaran energinya saja. Riwayat bintang tak ubahnya manusia yang mengalami kelahiran – lalu menjalani kehidupan yang kadang singkat kadang panjang - pada akhirnya mengalami kematian. Demikian pula bintang (atau jagad raya dalam skala besar). Proses matinya pun bervariasi. Salah satunya dengan meledak, yang menimbulkan fenomena supernova. Ini pun sangat bervariasi tergantung seberapa besar massa bintang ( = ketersediaan bahan bakar nuklirnya).


Dari massa bintang dapat diprediksi akhir riwayatnya karena makin lama bahan bakar ini makin menipis. Kalau terlalu kecil akhirnya menjadi katai gelap/coklat. Untuk Matahari, dapat menjadi katai putih dengan proses bersamaan terbentuk Kabut Planet (Planetary Nebulae). Atau kalau massanya cukup besar dapat menghasilkan nova atau supernova. Bahkan diindikasikan adanya hipernova. Dari penelitian ternyata fenomena supernova dapat melahirkan bintang neutron, pulsar (pulsating radio sources), dan lubang hitam.


Bintang bermassa besar akan membentuk unsur berat dipusatnya. Suatu saat akan terjadi penumpukan energi yang luar biasa sedemikian tercipta keadaan elektron terdegenerasi, besarnya tekanan sepenuhnya ditentukan hanya oleh besaran kerapatan massa (persamaan gas ideal tak berlaku lagi). Terjadilah ledakan nuklir yang sangat hebat. Untuk yang bermassa ± 6-10 kali massa Matahari biasanya akan meledak - hancur berantakan tak bersisa (Supernova tipe I SNI). Yang lebih besar akan berbeda. Dipusatnya akan terbentuk inti besi, inti yang paling mantap karena energi ikatnya paling kuat. Tapi bila tekanan dan temperatur makin tinggi, inti besi justru terurai menjadi inti unsur yang lebih ringan yang bersifat menyerap energi. Kondisi ini membuat tekanan di pusat bintang mendadak turun dan terjadilah keruntuhan gravitasi (gravitational core-collapse) dan berlangsung dalam orde detik bahkan milidetik (Supernova tipe II SNII).


Saat pusat bintang makin mampat akibat keruntuhan, di batas pusat-mantel bintang terjadi reaksi nuklir yang sangat hebat yang energinya melontarkan lapisan mantel ke segala arah dalam ujud ledakan. Sementara di pusat yang sudah begitu mampat (istilahnya “mencapai kerapatan nuklir, r ~ 1015), elektron yang ada berhasil menembus inti (fusi nuklir) membentuk neutron. Saat neutronnya terdegenerasi, dampaknya tekanan naik dan keruntuhan berhenti. Terbentuklah bintang neutron. Bila bintang neutron ini berotasi sangat cepat, maka terbentuklah pulsar. Bintang ini baru ditemukan tahun 1967 oleh Hewish-Bell dan merupakan jawaban dari perhitungan Baade-Zwicky-Landau tahun 1934. Bila kita bayangkan Matahari dapat menjadi bintang neutron, maka radiusnya harus diperkecil menjadi ±10 km.


Bila tekanan neutron terdegenerasi pun tak sanggup menahan keruntuhan gravitasi tersebut, maka kalau kita kaitkan dengan adanya kelengkungan ruang-waktu akibat kerapatan yang luar biasa besar – maka dapat terjadi bila jejari bintang mencapai radius yang dikenal dengan radius Schwarzschild. Kondisi seperti ini menyebabkan cahaya pun tidak dapat lepas dari permukaannya. Benda inilah yang disebut Black Hole atau Lubang Hitam. Untuk Matahari harus diperkecil hingga jejarinya tinggal ± 2-3 km.


salam wr
Oya, untuk yang minggu depan mulai hari Senin menjalani Ujian Sekolah, UAS, met belajar – met konsentrasi lagi. Jaga kondisi badan, makan yang banyak tapi jangan kebanyakan. Gemuk dikit gak apa-apa (kalau bisa gemuk .. Ufh). Untuk yang mau seleksi OA sektor Jakarta, siap-siap juga pelatihan dan berlaga lagi. Sip.

Popular Posts