Pertemuan Rutin - 18 April 2009

---------- INFORMASI ----------

Pertemuan rutin pada tanggal 18 April 2009 akan disampaikan oleh Sdr.Ronny Syamara dengan Materi Tata Koordinat Benda Langit.

Terima Kasih


---- Aquila ----

Report of 100 Hours of Astronomy in Jakarta - 03-05 April, 2009

Setelah 3 hari berturut-turut melaksanakan kegiatan 100 Jam Astronomi (100 Hours of Astronomy - IYA 2009) di wilayah Jakarta, HAAJ dibantu dengan FOSCA (Forum of Scientist Teenagers) telah melaksanakan kegiatan tersebut di Planetarium & Observatorium Jakarta pada tanggal 03-05 April 2009. Kegiatan yang terdiri dari Pengamatan Umum, Workshop, Talkshow (pertemuan rutin HAAJ), Star Party, dan Sun Day diikuti sekitar 45 peserta yang mayoritas berasal dari kalangan pelajar tingkat menengah atas.

Dari kegiatan-kegiatan di atas akan diceritakan lebih jauh pada setiap bagiannya. Berikut ini adalah suatu rangkaian cerita dari tiap-tiap kegiatan.

Pengamatan Umum

Kegiatan yang di laksanakan di Dak Takahashi - Planetarium & Observatorium Jakarta berlangsung dari jam 18.00 s.d 21.00 WIB pada hari Jumat tanggal 03 April 2009. Pada kegiatan tersebut telah disediakan sebanyak 2 unit teleskop portabel yaitu Meade Telescope dan Vixen Porta Telescope.

Semenjak sore keadaan langit tidaklah bersahabat. Hampir disemua bagian langit diselimuti oleh awan, terkadang terdapat beberapa celah sehingga memungkinkan untuk dapat mengamati Bulan dan Saturnus. Selain mengamati Bulan dan Saturnus, beberapa bintang yang terlihat pada saat itu seperti Betelgeus (Alpha Orion), Castor dan Pollux (Alpha & Bheta Gemini), Procyon (Alpha Canis Minor), dan Sirius (Alpha Canis Mayor) tampak terlihat meskipun terkadang tertutup oleh awan.

Jumlah peserta yang tidak terlalu banyak, menjadikan suasana saat itu lebih kearah diskusi astronomi. Sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat mengenai kegiatan astronomi di tahun 2009 ini. Pengunjung pun dipandu oleh beberapa mentor dari HAAJ dan Planetarium Jakarta yaitu, Tersia Marsiano, Nurdiansah, Ronny Syamara, M. Rayhan, Dmirza Pahlevi, dan Roni Firmansah.

Berikut ini adalah sedikit dokumentasi dari kegiatan di atas.

Tampak salah seorang peserta sedang mengamati Wajah Permukaan Bulan
Credit: nurdin

Selain mengamati Bulan, pengunjung juga diberikan informasi
tentang kegiatan astronomi di Indonesia. Credit: ronny


Workshop
Kegiatan yang dilaksanakan di ruang kelas Planetarium & Observatorium Jakarta berlangsung sejak pukul 14.00 s.d. 16.00 WIB pada hari Sabtu tanggal 04 April 2009. Kegiatan tersebut diawali dengan pemberian materi oleh Sdr. Tersia Marsiano mengenai percobaan-percobaan astronomi sederahana. Setelah itu dilanjutkan dengan penjelasan dari tiap-tiap percobaan sederhana tersebut.

Banyaknya percobaan-percobaan yang berhubungan astronomi, diharapkan para peserta dapat menerapkan atau mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh yang sederhana adalah tentang gerak matahari selama satu tahun di langit yang dapat membantu kita untuk menjemur pakaian agar terkena sinar matahari langsung. Materi percobaan astronomi yang dibahas pada kegiatan ini meliputi penentuan arah utara dan selatan langit yang sebenarnya, penentuan titik terbenam dan terbit matahari, penentuan lintang dan bujur pengamat, dan lain lain.

FOSCA sebagai koordinator dari kegiatan ini dan dibantu oleh HAAJ sebagai pendamping kegiatan, melibatkan sekitar 50 peserta yang mayoritas adalah kalangan siswa menengah atas di kawasan Jabodetabek.

Berikut ini sedikit dokumentasi dari kegiatan di atas.

Peserta diberikan materi mengenai percoban-percobaan astronomi sederhana.
Credit: indra

Peserta diberikan penjelasan mengenai prinsip Alt-Azimuth pada teleskop.
Credit: indra


Talkshow (Pertemuan Rutin HAAJ)
Kegiatan yang dilaksanakan di ruang kelas Planetarium & Observatorium Jakarta berlangsung sejak pukul 17.00 s.d. 20.00 WIB pada hari Sabtu tanggal 04 April 2009. Kegiatan tersebut diisi dengan pemberian materi oleh Bapak Drs. Widya Sawitar (Planetarium & Observatorium Jakarta) mengenai Kosmologi.

Dalam kenyataannya, materi kosmologi adalah materi yang cukup berat untuk dipahami. Namun, pada pertemuan ini materi tersebut disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami oleh peserta pertemuan. Secara umum kosmologi adalah ilmu yang mempelajari alam semesta dalam skala besar, namun secara khusus kosmologi mempelajari asal mula dan evolusi dari alam semesta.

Jumlah peserta yang hadir pada acara ini sekitar 60 peserta yang mayoritas masih dari siswa sekolah menengah atas di kawasan Jabodetabek. HAAJ sebagai koordinator dan dibantu oleh FOSCA sebagai tim partner telah menjalankan kegiatan ini dengan tuntas hingga waktunya.

Berikut ini sedikit dokumentasi dari kegiatan di atas.

Pertemuan rutin yang berupa Talkshow dihadiri sekitar 60 peserta
yang mayoritas adalah para pelajar. Credit: ronny

Dengan kegiatan berupa talkshow, diharapkan peserta lebih interaktif dalam
menanyakan masalah-masalah seputar astronomi. Credit: ronny


Star Party
Kegiatan yang dilaksanakan di Dak Takahashi dan Observatorium Coude - Planetarium & Observatorium Jakarta berlangsung sejak pukul 21.00 s.d. 05.00 WIB pada hari Sabtu-Minggu tanggal 04-05 April 2009. Konsep kegiatan yang serupa dengan kegiatan Star Party pertama (di IPB Darmaga Bogor) yaitu berupa pengamatan benda langit dengan menggunakan teleskop portabel dan teleskop Coude, diskusi, pemutaran film, dan astrofotografi.

Kondisi langit yang berawan sejak sore hari membuat peserta sedikit kesal dan berharap langit dapat menampakkan paling tidak Bulan dan Planet Saturnus. Dengan dipandu oleh Rayhan dan Ronny dalam mencari objek Bulan dan Planet Saturnus dengan menggunakan teleskop Coude yang tanpa finder (pembidik), akhirnya Planet Saturnus dapat tertangkap oleh medan pandang teleskop dan membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mencarinya. Planet Saturnus beserta satelitnya yaitu Titan, dapat terlihat jelas dengan teleskop Coude. Namun sayang moment tersebut tidak dapat didokumentasikan dikarenakan cepatnya awan yang bergerak menutupi Planet Saturnus. Sehingga objek pun dialihkan ke bintang-bintang yang tampak pada saat itu. Masih berharap untuk dapat melihat Saturnus beserta satelitnya, tetapi harapan tersebut kandas ditengah jalan karena awan yang semakin tebal menutupi disekeliling saturnus. Sambil menunggu langit terbuka kegiatan dialihkan dengan pemutaran film, namun terdapat juga beberapa peserta yang berdiskusi tentang astronomi.

Lepas dari pukul 01.00 WIB peserta sudah tampak lelah dengan rutinitas dari pagi hingga malam hari. Sehingga terdapat beberapa peserta yang meng-istirahatkan diri untuk kegiatan pagi harinya.
Setidaknya sekitar 50 peserta yang hadir pada acara ini yang mayoritas masih dipegang oleh kalangan siswa sekolah menengah atas di kawasan Jabodetabek.

Berikut ini sedikit dokumentasi dari kegiatan di atas.

Tampak Sdr. Rayhan sedang mengarahkan teleskop ke Planet Saturnus. Credit: ronny

Tampak salah seorang peserta sedang mencoba mengarahkan
teleskop ke objek benda langit. Credit: indra

Disisi lain para peserta juga menggunakan mini teleskop "You are Galileo"
untuk mengamati benda langit. Credit: indra


Sun Day
Kegiatan yang dilaksanakan di Dak Takahashi dan Observatorium Coude - Planetarium & Observatorium Jakarta berlangsung sejak pukul 09.00 s.d.13.00 WIB pada hari Minggu tanggal 05 April 2009. Kegiatan yang terdiri dari percobaan-percobaan yang berhubungan dengan matahari, pengamatan matahari, dan pemutaran film.

Kondisi langit pada pagi hari menjelang siang pun tidak terlalu cerah. Sempat sekitar 20 menit matahari bersinar dengan terik, namun setelah itu matahari sedikit demi sedikit mulai tertutup oleh lapisan awan, sehingga matahari tidak tanpak jelas pada medan pandang teleskop (buram). Sambil menunggu matahari yang tertutup oleh awan, para peserta berdiskusi dengan mentor mengenai aktifitas matahari dan lainnya yang berhubungan dengan astronomi. Hampir sekitar 1 jam 30 menit matahari tidak juga menampakkan wajahnya. Akhirnya, pengamatan matahari disudahkan pada pukul 13.00 WIB.

Peserta yang hadir sekitar 40 peserta, sebelumnya terdapat beberapa peserta yang sudah pulang terlebih dahulu dikarenakan suatu alasan tertentu.

Berikut ini sedikit dokumentasi dari kegiatan di atas.

Beberapa peserta sedang mencoba menentukan lintang kota Jakarta
dengan menggunakan bayang-bayang matahari. Credit: ronny

Tampak seorang peserta sedang mencari matahari yang terhalang oleh awan tipis.
Credit: ronny

Suasana saat peserta sedang bergantian untuk melihat matahari dari teleskop Coude.
Credit: ronny


Demikianlah rangkaian kegiatan 100 Jam Astronomi di wilayah Jakarta. Masih banyak lagi kegiatan astronomi yang belum dilaksanakan pada tahun ini.

Event selanjutnya, Astro Party 2009 in Instituto Italiano de Cultura.

salam
---------- aquila ----------

100 Jam Astronomi - Event Astronomi

Memperingati kegiatan 100 Jam Astronomi (100 Hours of Astronomy) yang merupakan rangkaian kegiatan dari International Year of Astronomy - IYA 2009, Himpunan Astronomi Amatir Jakarta beserta beberapa Klub Astronomi dan Komunitas KIR di wiliyah Jabodetabek (sebagai tim partner) ikut berperan serta dalam memeriahkan kegiatan ini. Acara yang dimulai sejak hari Jumat hingga Minggu, diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya Pengamatan Umum, Pertemuan Rutin, Star Party, Pemutaran Film, dan Pengamatan Matahari.

Adapun jadwal kegiatan dapat di download di sini.

Gambaran Kegiatan
Hari, tanggal : Jumat, 3 April 2009
Waktu : 18.00 s.d. 21.00 WIB
Lokasi : Dak Takahashi - Planetarium & Observatorium Jakarta
Kegiatan meliputi pengamatan benda langit dengan teleskop portabel, pemotretan, dan diskusi astronomi.

Hari, tanggal : Sabtu-Minggu, 4-5 April 2009
Waktu : 16.00 s.d. 12.00 WIB
Lokasi : Planetarium & Observatorium Jakarta
Kegiatan meliputi Pertemuan Rutin, Workshop perakitan teleskop You are Galileo, Star Party, Pemutara Film, dan Pengamatan Matahari.

Peralatan yang perlu dibawa bagi peserta "100 Hours of Astronomy" adalah sebagai berikut:
  1. Peta langit
  2. Alat tulis, dan
  3. Kelengkapan pribadi
Bagi yang ingin mengikuti kegiatan ini diwajibkan untuk segera mendaftarkan diri ke Sdr. Ronny (085697533281) atau ke email humas_haaj84@yahoo.com. Sertakan nama lengkap, alamat, asal instansi, nomor telepon, dan email.

salam
-------------- aquila --------------

SEKILAS LUBANG HITAM - Edisi 1

Gambar artistik dari Black Hole. Credit: Himastron ITB

Lagi semangat bongkar lemari, kebetulan ada corat coret tulisan tentang Lubang Hitam. Sayang kalau tidak dijadiin dan didongengin, walau sudah lamaaa banget. Anggap oleh-oleh waktu Talk Show di Aula Barat ITB dalam rangka World Space Week 2001 dan “50 Tahun Pendidikan Astronomi di Indonesia”.


Jagad raya menyimpan banyak misteri mencengangkan. Salah satunya adalah Lubang Hitam (Black Hole) yang seolah tidak ada habisnya diteliti bahkan sejak ratusan tahun lalu. Benda ini telah disinggung sejak Michell (1783) yang menyatakan bahwa bila bintang sedemikian kompak (kerapatannya sangat besar) dan gravitasinya besar, maka cahaya pun tidak akan bisa lepas darinya. Juga Laplace (1795) secara terpisah mengemukakan hal yang sama walau di buku cetakan berikutnya – ide ini dihilangkan karena dianggap satu kegilaan. Keduanya sebenarnya hanya meneliti dampak atau konsekuensi logis dari hadirnya teori gravitasi Newton (1686).


Pada tahun 1905 muncul Einstein dengan Teori Relativitas Khusus yang mempermasalahkan kerangka acuan dalam kontek ruang-waktu. Sifat dualitas cahaya lebih dimengerti setelah Einstein merumuskan Teori Relativitas Umum yang membahas masalah gravitasi (1915; lintasan cahaya dipengaruhi medan gravitasi dan terbukti ketika terjadi Gerhana Matahari Total – 29 Mei 1919).


Banyak tokoh setelah itu yang berusaha meneliti Lubang Hitam secara matematis. Sebut saja seperti Schwarzschild (1916, radius Schwarzschild) disusul Eddington (1926, struktur bintang), Fowler (teori degenerasi), Chandrasekhar (1930, limit massa katai putih) yang memperoleh hadiah Nobel tahun 1983. Sementara itu tanggal 27 Oktober 1927 diadakan konferensi di Brussel yang membahas teori kuantum (lahirnya mekanika kuantum). Di antara mereka yang ikut konferensi adalah Planck, Einstein, Bohr, Schrodinger, Pauli, Heisenberg, Dirac, de Broglie, Born (semua nantinya menerima hadiah Nobel). Teori-teori mereka ternyata sangat berguna bahkan menjadi dasar dalam menelaah benda yang kita bahas di sini. Bagi yang mempelajari ilmu fisika (juga yang lagi pusing belajar fisika) tentu sudah akrab dengan nama-nama tersebut.


Tahun 1932 Chadwick menemukan partikel neutron. Penemuan ini menggiring pada lahirnya konsep bintang neutron sebagai hasil supernova oleh BaadeZwickyLandau (1934); juga Hubble (1936) yang terkenal pula dengan teori Big Bang”–nya, bahkan namanya diabadikan untuk nama teleskop. Teori lubang hitam pertama yang memasukkan secara rinci Teori Relativitas Umum tahun 1936 adalah OppenheimerSnyder. Dengan perhitungan CarterKerr dan ReissnerNordstrom tahun 1963, akhirnya muncullah istilah Black Hole untuk pertama kalinya oleh Wheeler tahun 1967 dalam salah satu makalahnya. Setelah itu, penelitian terhadap Lubang Hitam semakin gencar.


Sementara cerita sejarahnya dulu ya. Berikutnya tentang Riwayat Hidup Bintang. Kira-kira bagaimana tuh proses terbentuknya Lubang Hitam dan seperti biasa – daftar pustaka menyusul ya. Siip.




salam wr.

Oya, moga-moga ada berita gembira tanggal 4 April dari kelas XII – sekaligus selamat berjuang di seleksi UGM tanggal 5 April. Buat HAAJ, Sirius, FOSCA, Polaris, Langit Selatan, Cakrawala UPI, CASA, selamat ber-“100 Jam Astronomi” dan ber-“You Are Galileo” pada tanggal 2 s.d 5 April. Sekaligus tuk siswa SMA peserta seleksi pra OSN bidang Astronomi di Jakarta, met berjuang pada tanggal 4 April dan seleksi OSN tanggal 15 April. Yang lainnya … ya met belajar, lebih-lebih yang mau UN … ya … ya … ya … siiip.

Popular Posts