Star Party I - Kampus IPB Darmaga Bogor

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Star Party HAAJ pada tahun 2009 ini masih tetap dilaksanakan di Kampus IPB Darmaga Bogor. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 28-29 Maret 2009 lalu, dimulai pada pukul 23.00 WIB yang semula direncanakan mulai pada pukul 21.00 WIB. Keterlambatan ini disebabkan oleh adanya kegiatan kompetisi olah raga yang diselenggarakan oleh pihak IPB di Gymnasium.

Peserta yang mayoritas terdiri dari para pelajar (SMP, SMA, dan Mahasiswa), membuat suasana menjadi berubah layaknya seperti sebuah sekolah umum. Selain itu terdapat beberapa peserta yang menyempatkan diri untuk belajar materi-materi UN (Ujian Negara), kita doakan saja semoga berhasil saat ujian nanti. Berdasarkan absensi Star Party, tercatat 125 peserta (tidak termasuk panitia) yang ikut berpartisipasi pada acara ini.

Pada saat yang bersamaan, tanggal 28 Maret 2009 merupakan hari Earth Hour, dimana semua masyarakat di dunia diharapkan untuk mematikan lampu selama satu jam guna mengurangi dampak efek pemanasan global di muka Bumi. Salah satunya adalah mahasiswa dari IPB Jurusan Geofisika yang kebetulan mengadakan pengamatan di Gymnasium. Dengan membawa satu unit teleskop Newtonian, akhirnya mahasiswa tersebut bergabung kegiatan dengan HAAJ meskipun diluar program yang telah mereka buat. Bagi HAAJ, ini merupakan suatu kerjasama yang baru meskipun diluar rencana awal.

Berikut di bawah ini beberapa dokumentasi kegiatan,

Penyampaian materi tentang rasi bintang. Credit: Indra

Para peserta belajar menggunakan peta serta penerapannya pada bola langit.
Credit: Indra

Peserta dijelaskan mengenai prinsip-prinsip teleskop serta bagaimana cara pengoperasiaannya.
Credit: Indra.



salam
------Aquila------

Mentari di Ufuk Bintaro

Rangkaian kalimat ini hanya bertujuan untuk menyusun kembali sisa-sisa yang tertinggal dari Star Party SMA Pembangunan Jaya Bintaro, 20-21 maret yang lalu. Bukan acara besar memang, namun cukup menarik untuk disimak sekedar sebagai bahan perbincangan ringan antar anggota. Bagi sebagian orang, tulisan ini mungkin hanya sebagai info ringan, namun bagi sebagian lainnya terkadang menjadi momen yang cukup layak untuk dipajang dalam lembaran-lembaran album ingatan...

Para serdadu HAAJ kembali mendapatkan kesempatan untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada para guru dan siswa sekolah. Umumnya bertujuan untuk membuka "Mata Astronomi" mereka, namun tak jarang di antaranya justru bertujuan untuk memperluas "Bilik Keastronomian" dalam relung hati mereka...

Total peserta berjumlah kurang lebih 50 orang, jumlah yang tidak terlalu "merepotkan" bagi para serdadu HAAJ yang berkekuatan 1 jendral, 7 prajurit dan 6"amunisi". Pertempuran pun dimulai... Medan perang sempat tertutup barisan awan yang cukup tebal, namun tak lama kemudian "gerombolan pengacau" tersebut tak kuasa menahan keindahan yang terpancar di atasnya dan perang pun berubah menjadi pesta...
Saat jarum jam sudah tegak berdiri, pesta perlahan usai. Beberapa kelompok kecil mulai "berkondensasi" dan merubah lantai pesta menjadi arena diskusi. Mulai dari pertanyaan yang mengundang gelak tawa, sampai pertanyaan yang dapat mengerutkan dahi, semua tertuang dalam kolam keingintahuan para anggota diskusi yang terdiri dari penjual kecap cap "HAAJ", guru yang haus pengetahuan, panitia yang mencuri-curi kesempatan, hingga petugas keamanan yang seolah lupa akan tugasnya. Ketika Antares mulai muncul di atap sekolah, satu per satu dari mereka pun pamit mundur dari panggung diskusi dan kembali ke peraduannya yang hangat, mencoba untuk memanjakan mata sebentar sebelum fajar memanggil...

Sang mimpi belum sempat memulai kisahnya ketika tubuh merespon kegaduhan yang timbul dari peradaban yang mulai muncul di seantero sekolah. Dengan beban ratusan ton, raga ini dipaksa bangun untuk memulai kembali pesta yang semalam sempat tertunda. Sementara itu, langit malam sudah berganti dengan gaun yang jauh lebih indah, berhias kilauan albedo sang raja dewa, dengan untaian bintang-bintang khas rasi musim dingin, nampak sempurna dengan gemerlap sabit luna yang tergantung anggun di sekitar ekor ”Sang Pemanah”. Dengan langit yang seperti itu, siapapun akan tergugah untuk menikmatinya dan rasa kantuk yang paling hebat sekalipun seketika hilang. Pesta pun semakin meriah...

Ketika jarum jam menunduk semakin rendah, teater langit pun mulai benderang dengan lampu-lampu yang menerangi setiap inci atap atmosfer, dan dengan kejamnya memukul lonceng tanda berakhirnya pesta. Namun setiap orang tahu bahwa pesta ini belum benar-benar berakhir karena masih ada satu acara penutup yang tidak boleh terlewatkan, yaitu ketika sang mentari bangun dari peraduannya...

Atap sekolah yang terbuka tiba-tiba dipenuhi manusia yang menunggu datangnya fenomena harian yang selalu membawa keindahan yang berbeda-beda. Dengan berbekal mata dan kamera, mereka telah siap menikmati salah satu ciptaan Tuhan yang paling indah...

Tanpa komando, langit bagian timur tiba-tiba memunculkan semburat merah yang seketika berubah menjadi sulur-sulur cahaya keemasan berlatar belakang langit kelabu. Bentangan sayap-sayap Merak itu membuat sebagian orang hiruk pikuk dengan ucapan-ucapan pujian, sementara sebagian lainnya sibuk dengan kamera yang tergenggam erat di tangannya, seakan tak rela melewatkan sedetik pun waktu tanpa mengabadikan fenomena tersebut. Tak lama kemudian, sang Mentari pun perlahan muncul di sela-sela awan tebal dan rendah yang menutupi ufuk sepanjang mata memandang. Pancaran cahayanya menimpa setiap wajah-wajah lelah nan sumringah dan benar-benar menyadarkan mereka bahwa pesta telah usai...

Secara pribadi, Penulis menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya kepada salah satu personil yang sempat saya buat kesal karena mendapatkan tugas memandu teleskop yang bukan favoritnya. ^_*

Semoga setelah ini masih akan ada momen-momen lain yang pantas untuk didongengkan...

Salam Bintang
----------------------------------------------MR----------------------------------------------

Zodiak (Edisi 3) - Aquarius

Pada mitologi Babylonia (±2000 SM), Aquarius adalah pengejawantahan air yang dituang dari pasu (jambangan besar) membentuk sungai. Berasosiasi dengan bulan ke 11 Arax Å abatu (the Destroying Month) yang kini Januari (+Februari), karena dulu Maret adalah bulan 1. Atau Arax Arrat Zunne, bulan “Kutukan Hujan” Curse of Rain yang terkait dengan banjir besar.


Bangsa Mesir menganggap sebagai perwujudan Dewa (sungai) Nil, Hapi, yang bertugas “mendistribusikan air kehidupan” ke penjuru langit dan Bumi. Pasu ialah simbol sumber takdir baik. Namun keunikannya, ini juga sebagai tanda banjir sungai Nil (terkait Orion). Di Eropa, pada awal masehi gambar manusianya adalah pria dewasa yang berkumis dan berjanggut tebal.


Manilius (Romawi) menyatakan, Aquarius (Aequoreus Juvenis) adalah remaja/pemuda belia penuang minuman yang dikisahkan diculik oleh seekor elang (Aquila). Bagi bangsa Yunani, pemuda belia ini identik dengan Ganymede (arti nama: keriangan dalam kekuatan). Sebagai anak raja Tros dari Troy (Trojan), Ganymede adalah remaja paling tampan yang pernah hidup hingga para dewa memilihnya sebagai pembawa cawan emas berisi “divine nectar” minuman para dewa.


Versi belakangan, Zeus (Romawi: Jupiter) amat terkesima keelokannya, lalu menjadikannya sebagai pendamping. Zeus pun menyamar sebagai elang untuk membawa Ganymede ke Olympus (kisah lain, Aquila adalah utusan Zeus). Hebohlah Olympus. Hebe, putri Zeus keberatan sebab biasanya dialah penyedia minuman para dewa (Hebe adalah istri Hercules); sementara Hera, istri Zeus amat cemburu karena sangat akrabnya Zeus dengan Ganymede. Ini membuat Zeus murka dan justru akhirnya, agar selalu diingat, Ganymede diberi kedudukan tinggi di langit di lautan bintang.


Zodiak

Aquarius, satu dari 12 simbol Zodiak klasik (ke 11). Batas tanggal yang biasanya adalah antara 20/21 Jan. s.d 18/20 Feb. (epoch awal masehi). Jadi kita yang lahir antara tanggal tersebut dikatakan berbintang Aquarius. Berdasar posisi saat ini (epoch 2000), Matahari melintas daerah Aquarius antara 16 Feb. s.d 11 Mrt (24 hari). Harusnya yang lahir pada kurun waktu inilah yang berbintang Aquarius.


Di beberapa daerah di Indonesia, rasi ini disebut Kumbam (Sankrit), Lintang Kumba (Bali), Bintang Markumba/Morhumba (Toba), Lintang Pusuh/Isaka (Jawa Tengah), Dalwi/Dalwu (Jawa Tengah/Arab), Bentéung Delu (Sunda), Bintang Dalui (Madura), Kuba (Cirebon), Simsim (Minahasa). Sulit melihatnya di Jakarta, sebab bintang terterang hanya bermagnitudo 3,0. Rasi ini ada di ufuk timur saat Matahari terbenam pada tengah September. Titik kulminasi 25 Ags. s.d 7 Sep. (midnight culmination; jam 24:00 di meridian).


Pada rasi ini hanya ada 2 bintang yang cukup terang:

  1. Alpha Aquarii atau Sadalmelik (Sadalmelek/Al Sa’d al Malik/Al Sa’d al Mulk – the Lucky One/Stars of the King, bintang keberuntungan sang raja). Warna kuning dan magnitudo semu 3,0. Terletak di bahu kanan figur Ganymede.
  2. Beta Aquarii atau Sadalsuud (Al Sa’d al Su’ud – the Luckiest of the Lucky). Bintang berwarna kuning dengan magnitudo semu 2,9.

Obyek yang menarik

  1. M2 (NGC7089, globular cluster, m = 6,4); M72 (NGC6981, globular cluster, m = 9,3); M73 (NGC6994, galactic cluster, m = 9,1).
  2. Helix Nebula (NGC7293). Planetary Nebula terdekat berjarak 450 tc. Posisi antara Iota Aquarii dan Alpha Piscis Austrini (Alpha PsA / Fomalhaut). Penemunya Harding (1824) dengan m = 7,3 (dapat dilihat dengan binokuler).
  3. Saturn Nebula (NGC7009). Planetary Nebula di barat daya Eta Aquarii, berjarak 2400 tc dan m = 8,0. Penemu Herschel (1782), dan diberi nama oleh Rosse (1840).


Hujan meteor

Eta Aquarids (3 Mei), S Delta Aquarids (29 Juli), S Iota Aquarids (5 Ags.), N Delta Aquarids (12 Ags.), N Iota Aquarids (20 Sept.), Kappa Aquarids (21 Sept.).


Fakta Terkait

Tanggal 23 September 1846, planet Neptunus ditemukan untuk pertama kali di batas konstelasi Aquarius, 10 ke utara bintang Iota Aquarii oleh astronom Jerman Galle saat observasi di Observatorium Berlin. Pencariannya berdasar rumusan matematika yang diajukan Leverrier (Perancis) dan Adam (Inggris) setahun sebelumnya.


Ditemukan sistem tata surya di luar Tata Surya kita, dengan bintang induk berupa bintang katai merah (red dwarf, Gliese 876) dan diedari 3 planet yang salah satunya diduga kuat mirip planet kebumian (terrestrial). Juga planet 91 Aquarii b yang mengedari bintang raksasa jingga (orange giant), lainnya planet Gliese 849 b.


Daftar Pustaka

Allen, R.H., 1963, Star Name, Dover Pub., New York, p.45-55

Bakich, M., 1995, The Cambridge Guide to the Constellations, Cambridge University Press, Cambridge, p.51-53, 58-59, 142-145, 268-269

Cornelius, G., 2005, The Complete Guide to the Constellations, Duncan Baird Publishers, London, p.40-43.

Darling, D., 2004, The Universal Book of Astronomy, John Wiley & Son, New Jersey, p.227-228,436

Hamilton, E., 1959, Mythology, A Mentor Book, New York, p.36

Maass, A., 1924, Tijdschrift voor Indische Taal, Land en Volkenkunde, Albrecht & Co., Batavia, Deel LXIV, p.432-434, Appendix C (Identifizierte Sterne)

Sawitar, W., 2008, Constellations: The Ancient Cultures of Indonesia, paper for Proceedings of the 10th Asian-Pacific Regional Meeting

Pedersen, 1993, Early Physics and Astronomy, Cambridge Univ. Press, Cambridge, p.11, 40


Ilustrasi digambar kembali oleh penulis:

Pasachoff, 1975, Astronomy, W.B. Saunders Co., Philadelphia, p.78

(foto bintang: Luke Dodd, AMg, 1998; sekedar grafis, bukan bintang sebenarnya di rasi itu).


Salam wr.

Sampai berjumpa di Pisces.

Kalender Pertemuan Rutin HAAJ – 21 Maret 2009


WAHANA ANTARIKSA

New Horizons

Wahana antariksa Amerika Serikat yang bertugas untuk meneliti

dwarf planet Pluto, satelitnya Charon, Nix, Hydra;

serta Kuiper Belt Objects.

Diluncurkan 19 Januari 2006 dengan roket Atlas V.

Diperkirakan sampai Pluto Juli 2015. Sebelum sampai Pluto, wahana ini

akan meminta bantuan Planet Jupiter untuk melakukan

manufer gravitasi guna percepatan wahana tersebut.
Sumber: NASA.


Bermimpi ter
bang laksana burung mungkin salah satu “mimpi unik” manusia. Mitologi/legenda yang lahir ribuan tahun lalu ibarat ujud mimpi ini. Dengan iptek yang makin maju, impian itu sedikit banyak lebih mewujud. Pada abad 20 SM, alkisah pada era dinasti Hsia di China ada seorang bernama Wan Pu yang mencoba terbang dengan layangan besar bertenaga roket. Roket ini berbahan bakar mesiu (mungkin ini terjadi sebagai adaptasi munculnya petasan atau kembang api luncur). Uniknya sekitar 500 tahun kemudian muncul sketsa mesin terbang berbaling-baling.


Keinginan terbang inipun muncul dari cerita klasik Verne dari Perancis (Dari Bumi ke Bulan – 1865) yang berkhayal mengedarai roket raksasa. Sempat difilmkan dengan judul Perjalanan ke Bulan oleh Georges Melier awal 1900-an. Usaha ini meningkat hingga saat 17 Desember 1903, dilakukan penerbangan pertama oleh Wright bersaudara. Disusul berhasilnya Goddard dengan meluncurkan roket berbahan bakar cair tanggal 16 Maret 1926 dan dalam tahap ini berpuncak 4 Oktober 1957 dimana Soviet berhasil meluncurkan Sputnik 1 ke luar angkasa.


Tentu
kita dapat lihat bagaimana perkembangan iptek ke-antariksa-an selanjutnya. Sebut Laika, seekor anjing yang berhasil menjadi “awak” Sputnik 2, disusul Explorer I – satelit pengorbit Bumi tahun 1958 oleh Amerika Serikat, kemudian keberhasilan kosmonot Yuri Gagarin dengan Vostok 1 (12 April 1961), disusul 20 Juli 1969 pendaratan Armstrong di Bulan hingga dirakitnya wahana antariksa International Space Station. Sampai kini, sudah begitu banyak usaha manusia untuk menyibak misteri tentang Bumi dan lingkungannya yang tidak lain adalah jagad semesta berlandas wahana antariksa.


Bagaimana perkembangan ke-wahana antariksa-an hingga era kini secara lebih lengkap, tanya2 yang banyak ke Mas Nd di pertemuan HAAJ yang ini.


salam wr


Yang kelas XII boleh dateng tapi buat kelas sendiri..ufh..kelas belajar,.. ya ya ya, barangkali ada guru Mtk(mba Ik) – Fsk(Bu Ek) – Biology(mba Fby) – Kimia(mba Wda) yang dateng (janjian aja). Atau belajar bareng/barter info antar sekolah .. ups. Oya, kecuali kalau ada makan2 ..baru silakan gabung. Barangkali ada kiriman dari Bandung .. sip (b-a-r-a-n-g-k-a-l-i..!!!).

GITA ASA WICITRA SAKING DIGGANTARALA - IntermezZzoooo.........

Intermezzz..z..Z..Z..zo lagi nih

Maaf judulnya pakai bahasa leluhur.

Kebetulan ada papan hiasan di dinding kamar, berupa kata-kata

tulisan tangan (Terima kasih ke Mba’ Ar.A., yang telah

mengirim kata-kata bijak ini bertahun yang lalu).

Semoga ini juga bermanfaat sekecil apapun

bagi pembaca sekalian, khususnya untuk kelas XII,

yang selangkah lagi merintis “jalan pertama ke gerbang cita-cita”.

Juga khusus tuk RF “senior”, yang beberapa hari lagi

menjalani sidang sarjana Fisika S2-nya di ITB.


Se”ekstrim nadir”nya semangat sahabat HAAJ yang satu ini,

se”ekstrim zenith”nya prestasi beliau,

se”ekstrim foci”nya antara titik laboratorium dan titik dapur,

dan antara titik aku dan titik Aku,

masih sempat datang dan mengisi materi pertemuan rutin HAAJ,

masih sempat membantu di ajang IOAA berminggu lamanya,

masih sempat rutin berkisah ke anak-anak tentang jagad raya,

masih sempat menjaga gawang GMC,

masih sempat mendampingi pembuatan skripsi sang mawar,

masih sempat nyambi demi transportnya,

masih sempat mengolah bulir beras dan lauknya sehari-hari,

masih sempat mencuci dan menyetrika bajunya hari demi hari,

masih sempat menjadi tempat curhat

bagi adik2 HAAJ, rekan2, kolega2, bahkan dosen2-nya,

masih sempat menjadikan istananya tuk tempat penampungan,

masih sempat melakukan beragam hal dengan senantiasa

berfokus ibadah dan berbekal senyum.

Bingung mau nulis apa lagi, terlalu banyak .., dan jadi kecil rasanya di depan beliau nih .. ufh.


Terima kasih tak terkira atas bantuannya selama ini tuk HAAJ. Maaf kalau hanya tulisan ini sebagai balasannya, tentu saja serta doa dari kami semua – HAAJ. Berharap pula adik2 anggota HAAJ memiliki naluri beliau, dan tuk RF “senior”, anggap tulisan ini sezarah amanah. Kalau bisa, cepat gih S3 ke negerinya si Balack, sementara sang mawar – suruhlah mendampingi bunga tulip dan kincir air.


The Art of Education

The art of education

is to continue to grow as long as you live.

Every moment brings its lesson.

Every person is a teacher.

Grow in all directions.

Develop a desire for goodness,

an eagerness for knowledge,

a c-a-p-a-c-i-t-y for friendship,

an appreciation of beauty,

a c-o-n-c-e-r-n for others.

GROW!

Man is never finished.

Man never arrives.

Education never stops.

- - - - -

salam wr

Komet - Penjelajah Kecil Tata Surya

Penjelajah kecil di Tata Surya yang satu ini khas penampilannya, yang kadang begitu panjang seperti punya ekor. Tidak salah kalau disebut komet yang berarti si rambut panjang. Julukan lainnya bintang berekor, bintang sapu, bintang berasap. Populer di Jawa Tengah sebagai lintang kemukus.

Penampakannya di langit malam berbeda dengan anggota Tata Surya lain. Seolah berkabut, tidak setegas citra bintang atau planet. Ada tidaknya penampakan ekor juga tergantung arah pandang si pengamat. Ibarat melihat menara dari samping ataukah dari atas. Walau ekornya sangat panjang, kalau kita mengamati dari arah depan tentu tidak terlihat. Komet pun (umumnya!) mengedari Matahari, lintasan ellips dengan eksentrisitas relatif besar. Bila cemerlang, dapat dilihat mata bugil. Berbeda dengan meteor yang sekejapan saja muncul, komet dapat dilihat pergeserannya di lautan bintang bila kita amati (petakan) dalam waktu beberapa hari, minggu (seperti komet Lulin bulan Februari/Maret lalu), bahkan berbulan-bulan. Bila suatu saat pada awal malam kita dapat melihat sebuah komet dan malam itu cerah hingga pagi, maka komet itu semalaman dapat kita amati terus tanpa putus – namun belum tentu kita bisa melihat pergeserannya relatif terhadap latar belakang bintang-bintang.


Banyak ahli mencoba menguak misteri komet yang antara lain Edmund Halley yang dengan perhitungan orbitnya berhasil memprediksi sebuah komet yang sifat pemunculannya tiap 76 tahun sekali. Kini komet tersebut diberi nama komet Halley. Tampil terakhir tahun 1985/1986. Juga Whipple yang meneliti strukturnya dan Jan Oort yang mengupas asal usulnya.


Jauh di tepi Tata Surya, antara 40.000 – 150.000 s.a ada selubung awan materi tersusun dari milyard bongkah salju kotor (maksudnya aneka unsur). Diduga sebagai sisa pembentukan Tata Surya. Karena pertama kali dijabarkan oleh Oort, maka materi ini disebut Awan Oort. Formasi mirip kulit bola yang mengungkungi Tata Surya.


Matahari dengan gravitasinya yang kuat sering menarik materi tadi. Jadi suatu saat ada yang mendekati planet termasuk Bumi. Oleh sebab itu bisa terlihat. Saat materi bongkah salju ini (inti komet yang umum berukuran 0,5 – 40 km) mendekat Matahari tentu mengalami pemanasan, terjadilah proses penguapan dan sublimasi (padat ke gas). Terciptalah selubung/selimut gas – debu di permukaannya. Makin dekat Matahari, selimut ini yang disebut coma makin tebal. Bisa berdiameter sampai 250.000 km.


Adanya tekanan radiasi dan angin Matahari membuat sebagian coma terdorong menjauhi Matahari, maka terbentuklah ekor yang bisa mencapai ratusan juta km. Arah ekor selalu menjauhi Matahari dan terpanjang di perihelion, dan biasanya ada 2 jenis ekor. Yang terbentuk dari partikel bermuatan (ion) berciri sempit – lurus. Ada ekor debu berciri lebar berkabut dan kadang melengkung akibat gerak.


Melihat proses ini, maka di sepanjang jejak lintas orbitnya banyak tertinggal materi. Jika Bumi masuk daerah ini, bisa terjadi hujan meteor. Sebagai catatan, ada beberapa asteroid yang bertingkah mirip komet. Meninggalkan jejak materi dan bisa juga menimbulkan hujan meteor. Contoh hujan meteor adalah Leonid (titik radian di rasi Leo, dan berkait dengan komet Tempel-Tuttle, 15-20 November).


Atas dasar periode terlihatnya, dikenal komet periode pendek semisal Encke (3,3 tahun), Biela (6,7 tahun), Halley, Swift-Tuttle (134 tahun). Ada komet periode panjang seperti Hale-Bopp (2.400 tahun, terakhir terlihat tahun 1995/6) dan Kohoutek (75.000 tahun, terakhir tahun 1973). Uniknya ada komet yang tidak mengedari Matahari tapi mengedari Jupiter. Ada 40-an buah dan salah satunya sempat jatuh ke Jupiter tahun 1994 dimana masyarakat dapat mengikuti peristiwanya dari awal pecahnya komet sampai menabrak planet raksasa tersebut yaitu komet Shoemaker-Levy 9.


selamat belajar bagi kelas XII yang sedang menempuh tryout, test, dsb .. dsb

salam wr

Meteor - Penjelajah Kecil Tata Surya

Ruang antar planet dan segenap pelosok Tata Surya bukan ruang kosong. Banyak materi aneka jenis juga debu atau batuan beragam ukuran dengan jumlah tak terhitung. Bila materi ini kena pengaruh gravitasi Bumi, maka masuk ke atmosfer lalu jatuh ke Bumi dengan kecepatan tinggi. Hanya saja materi ini harus terlebih dahulu bergesekan dengan materi di atmosfer kemudian panas dan berpijar atau terbakar. Umumnya pijaran api ini (mengenai warna pijarannya tergantung unsurnya) di ketinggian 50 – 150 km. Melesat cepat – tampak seperti seleret/garis cahaya, kadang panjang kadang pendek di langit tampak seperti bintang jatuh. Kadang hanya tampak sekedipan mata, kadang beberapa detik. Julukannya memang bintang jatuh, kadang bintang berpindah. Inilah yang disebut meteor. Kalau relatif besar biasa disebut bolide meteor (fireball) dan dapat terlihat beberapa detik. Calon meteor disebut meteoroid. Bila meteoroidnya besar, kadang belum terbakar habis sudah sampai ke Bumi. Batuan sisa ini disebut meteorit.


Meteor dapat jatuh menuju ke arah mana saja. Hal ini tampak dari lokasi penemuan meteorit yang tersebar di seluruh muka Bumi. Misal di Hoba – Afrika (60 ton), Greenland (36 ton), bahkan di Indonesia pun ditemui yang cukup besar. Misal yang ditemukan tahun 1801 di daerah Prambanan berbobot sekitar 800 kg yang kini sebagiannya disimpan di Kraton Surakarta. Koleksi lain ada yang disimpan di Museum Geologi Bandung, Planetarium Jakarta, dan LAPAN Jakarta.


Setelah diteliti ternyata meteoroid bukan hanya dari materi antar planet biasa. Ada batuan Bulan, Mars, asteroid, komet (komet dibahas berikutnya ya), dsb. Unsur meteoroid terdiri dari silikat atau jenis aerolit – tampak seperti batuan yang kita kenal dan jenis ini terbanyak, 61%. Ada berunsur logam atau jenis siderit, dan juga campuran keduanya disebut litosiderit atau siderolit.


Pada waktu tertentu dan berkala tiap tahun, Bumi berpapasan dengan sekelompok materi sedemikian hal ini menimbulkan peristiwa hujan meteor (meteor shower). Arah datang seolah dari satu titik di langit yang disebut Titik Radian. Sebenarnya akibat perspektif belaka. Ibarat melihat rel kereta api yang seolah bertemu di satu titik di kejauhan. Saat hujan meteor akan tampak puluhan sampai ribuan meteor jatuh per jam. Peristiwa ini berkaitan dengan asteroid dan komet.


Bagaimana cara melihat meteor? Sedapat mungkin di daerah yang bebas polusi udara dan polusi cahaya akibat terang benderangnya lampu kota (pada beberapa kasus, dapat terlihat siang atau sore hari, dan biasanya bolide meteor). Paling baik diamati dengan mata telanjang. Hampir tiap malam dapat terlihat di lautan bintang (bagi yang beruntung).


Salam wr

Popular Posts