Zodiak (Edisi 2) - Capricornus

Di Mesopotamia, rasi ini sebagai tanda saat Matahari berada paling jauh ke arah selatan dari ekuator (December solstice atau titik balik selatan. Kalau kita di ekuator, maka saat Matahari terbit – posisi terbitnya 23,50 ke arah selatan dihitung dari titik timur. Kini bergeser ke Sagittarius karena adanya presesi). Capricorn sebagai kambing laut (sea-goat; badan ke atas kambing, ke bawah ikan) diduga berawal dari adanya dewa kebebasan pada budaya Assyro-Babylonian, Oannes. Namun, dalam kurun waktu lama berubah menjadi “putri duyung” pada budaya di daerah teluk Persia.

Muncul pula kisah pada masa tersebut kalau Capricornus disebut keturunan Neptunus (Romawi: Neptuni proles = Neptune’s offspring. Neptune = Poseidon, dewa laut bangsa Yunani). Bangsa India, ilustrasinya buaya atau “kuda nil” yang berkepala kambing, Shishumara walau aslinya dinisbahkan ke Draco. Di India sering juga disebut Makhar (sering ditujukan ke Delphinus. Sementara di Mesir dianggap sebagai dewa air Chnum/Chnemu.

Adapun Capricornus di Romawi adalah adaptasi dari Yunani yang telah tumbuh mapan sebelumnya. Berawal dari kisah dewa hutan, Pan (atau Priapus di daerah Asia Minor) yang merupakan musisi handal (as sweet as the nightingale’s song) serta pencipta panpipe (alat musik tiup bentuk pipa seperti suling yang disusun berbaris dengan panjang yang berbeda-beda). Dia juga dianggap sebagai dewa para penggembala. Nasibnya sebatas teman menari bagi para peri/bidadari hutan. Kisah kasihnya dengan para peri selalu kandas, karena ujudnya yang aneh. Kisah lain, dia adalah satyr makhluk setengah ke atas manusia bertanduk kecil dan setengah ke bawah – kakinya adalah kambing berkuku dua (Kadang sang kambing ini lebih dikaitkan dengan kisah Auriga dengan anak kambingnya, Amaltheia).

Ada cerita, dewi Titan yaitu Rhea (“ibu”-nya Zeus) mengutus monster laut Typhon untuk menuju istana dewa di Olympus. Tugasnya membunuh Zeus yang mengambil alih kekuasaan “bapak”-nya sendiri – Cronus/Saturn. Saat Typhon datang, Pan begitu takut lalu terjun ke sungai sambil berniat mengganti ujud menjadi ikan. Namun apa mau dikata, transformasi ini baru berhasil setengah jalan sedemikian ujudnya menjadi bentuknya yang kini dikenal. Saat Zeus nyaris dihancurkan oleh Typhon, Pan dan ayahnya, Hermes/Mercury, berhasil menolongnya. Sebagai penghargaan, akhirnya Pan diletakkan oleh Zeus di langit.

Zodiak
Capricornus adalah salah satu dari 12 simbol Zodiak klasik (ke 10). Batas tanggal yang biasanya adalah antara 22 Desember s.d 19 Januari (epoch awal masehi). Jadi kita yang lahir antara tanggal tersebut dikatakan berbintang Capricornus. Sementara berdasar epoch 2000, Matahari melewati rasi ini antara 19 Januari s.d 15 Februari (28 hari). Harusnya yang lahir pada kurun waktu inilah yang berbintang Capricornus. Pada Zodiak tradisional sebagai kasus dalam horoskop, misalnya yang lahir tanggal 19 Januari akan bersilangan dengan “warga” Aquarius. Namun, kini bersilangan dengan Sagittarius.

Di beberapa daerah di Indonesia, rasi ini disebut Lintang Mriga atau yang mirip adalah Makara/Makra/Makaram (Sankrit: pengaruh India). Lainnya, Lintang Makara/Al-Judayu (Bali), Bintang Mahara/Mohara/Makara (Batak-Toba), Lintang Palguna (Jawa Tengah), Lintang Jadi (Jawa Tengah setelah budaya Arab masuk, Lintang Judi, Jady, Al Qudaiy, Judai, atau Jadiyan), Bentéung Jadi (Sunda), Bintang Judi (Madura), Makára (Cirebon), Tahum Baharu (Minahasa). Relatif sulit menera rasi ini di Jakarta, sebab bintang terterang hanya ber-magnitudo 2,85. Rasi ini ada di atas ufuk timur saat Matahari terbenam sekitar awal Februari. Titik kulminasi 1 – 18 Agustus (midnight culmination 8 Agustus; jam 24:00 di meridian).

Pada rasi ini hanya ada 2 bintang yang cukup terang:
- Delta Capricorni atau Deneb Algedi (berawal dari Ulug Beg: Al Dhanab al Jady, Ekor Kambing (Kadang disebut Scheddi). Di Arab, Al Muhibbain (Dua Sahabat). Warna kuning, m = 2,85 dan berjarak 39 tc.
- Beta Capricorni atau Dabih (Al Sa’d al Dhabih – the Lucky One of the Slaughterers, yang berawal Al Jabbah the Forehead). Warna kuning jingga, m = 3,1 berjarak 314 tc. Merupakan bintang ganda Dabih Major dan Dabih Minor (Alvan G. Clark – 1862) dan masing-masing adalah bintang ganda; walhasil bintang berempat – multiple star.
- Catatan: Bintang berindeks alpha kadang bukan yang paling terang (Alpha Capricorni atau Algedi/Giedi m = 3,58, jarak 109 tc; Gamma Capricorni atau Nashira bahkan 3,69 berjarak 139 tc).

Obyek yang menarik:
- M30 (NGC7099, globular cluster, m = 7,7, berjarak 41.000 tc).
- Capricornus Dwarf (Palomar 12). Globular Cluster, berjarak 62.000 tc. Ada dugaan gugus ini berasal dari satelit galaksi kita (Sagittarius Dwarf Elliptical Galaxy). Ditemukan oleh Fritz Zwicky (1924).

Hujan meteor yang terkait:
- Capricornids (22 Juli) dan Alpha Capricornids (30 Juli).

Fakta Terkait:
- Dari luasannya, paling kecil di antara 12 rasi di Zodiak (ke 40 di antara 88 rasi).
- Bila diurut bintang paling terang (dari m), maka bintang paling terang di rasi ini hanya menempati urutan ke 142 (Delta Capricorni)
- Julukan rasi ini adalah Smile in the Sky.
- Bagi bangsa China, julukannya adalah The Dark Warrior dan atas dasar catatannya pernah terjadi konjungsi 5 planet di rasi ini pada tahun 2449 SM. Fenomena ini uniknya telah diramal oleh “astronom” kerajaan Sargon (Sargon of Agade – Bangsa Semit – era Mesopotamia pertengahan setelah era lahirnya epic Gilgamesh sebagai cikal bakal lahirnya mitologi Yunani) pada tahun 3850 SM.
- 50 ke arah timur dari bintang Deneb Algedi (ke arah batas Aquarius) adalah letak “planet hilang pada rumusan Titius-Bode tahun 1772”. Inilah rumusan Leverrier (1845), yang kemudian tanggal 23 September 1846, planet Neptunus ditemukan untuk pertama kali. Sebenarnya sudah “ter”deteksi sejak 1821 oleh Bouvard.

Daftar Pustaka
Allen, R.H., 1963, Star Name, Dover Pub., New York, p.135-142
Bakich, M., 1995, The Cambridge Guide to the Constellations, Cambridge Univ. Press, Cambridge, p.26, 31-35, 101-105, 126, 166
Cornelius, G., 2005, The Complete Guide to the Constellations, Duncan, London, p.56-57
Darling, D., 2004, The Universal Book of Astronomy, John Wiley & Son, New Jersey, p.87-88
Easton, S.C., 1963, The Heritage of the Past, Holt-Rinehart and Winston, New York, p.92-93
Hamilton, E., 1959, Mythology, A Mentor Book, New York, p.25-26, 40, 316
Maass, A., 1924, Tijdschrift voor Indische Taal, Land en Volkenkunde, Albrecht & Co., Batavia, Deel LXIV, p.432-434, Appendix C (Identifizierte Sterne)
Sawitar, W., 2008, Constellations: The Ancient Cultures of Indonesia, paper for Proceedings of the 10th Asian-Pacific Regional Meeting

Ilustrasi digambar kembali oleh penulis: (1) Stellarium (foto nebula/bintang sebagai latar grafis: STScI-HST, dan bukan bintang sebenarnya di rasi tersebut: Tarantula Nebula, Eagle Nebula, Planetary Nebula SuWt 2 di Centaurus).

Salam. WR
Maaf, .. tidak urut zodiaknya agar yang “ngerasa” berbintang Cap/Aqr (edisi berikut Aqr, disusul Psc) tdk hrs tunggu lama (mengingat IYA2009 yang mulai Januari). Daftar pustaka kini disertakan. Sementara jumlah rasi di Zodiak masih 12. Untuk zodiac Oph, juga akan ditulis dan untuk sementara tengok http://astronomisman89.blogspot.com/. Maaf .. maaf .. dan “Met Ultah” tuk “warga Cap dan Aqr”, khususnya tm(bos), d…, rr, rs, rz.

Event: Komet Lulin

Beberapa hari lagi para penghuni bumi akan mengamati suatu objek langit yang cukup menarik, yaitu sebuah komet yang pada tanggal 24 Februari yang akan datang akan berada pada posisinya yang terdekat dengan bumi. Pada saat itu komet ini bahkan bisa dilihat dengan menggunakan mata telanjang. Yang cukup menarik dari komet ini adalah orbitnya, yaitu bergerak dalam arah berlawanan dengan arah gerak planet-planet dengan kecepatan sekitar 5 derajat setiap harinya. Akibatnya, ia akan tampak bergerak relatif terhadap bintang-bintang. Perihelion komet ini dicapai pada tanggal 14 Januari 2009, dan terus bergerak mendekati bumi sampai pada jarak terdekat dengan bumi pada tanggal 24 Februari mendatang.

Bila kita berada di daerah yang belum mendapatkan polusi cahaya, maka kita akan menemukan komet ini di langit di arah timur-tenggara sebelum fajar menyingsing. Pada saat itu komet akan terletak pada jarak sejauh 0,41 satuan astronomi (sekitar 61,5 juta kilometer) atau 14,5 kali jarak bumi- bulan. Lintasan komet ini berbentuk parabola, dan ini berarti ini adalah kunjungannya yang pertama ke tata surya. Komet ini pertama kali ditemukan oleh astronom-astronom Cina dan Taiwan, di mana Quanzhi Ye dari Cina menemukan komet ini pada citra yang diperoleh Chi-Seng Lin dari Taiwan, di mana pengamatannya dilakukan di Observatorium Lu-lin. Komet Lulin yang juga dinamakan C/2007N3) merupakan bagian dari proyek survei langit Lulin untuk meninjau benda-benda kecil anggota tata surya yang berpotensi membahayakan bumi.


Komet Lulin


Jalur Komet Lulin 1 Januari- 14 Februari 2009


Jalur Komet Lulin 13 Februari- 2 Maret 2009


Jalur Komet Lulin 1 Maret- 20 Maret 2009


Jalur Komet Lulin 14 Maret- 1 May 2009

Sumber:

salam
rf & d

Intermezzo - Musim Pusing Segera Tiba....

Gambar oleh WR (credit).

Tidak lama lagi bagi siswa dan siswi kelas VI, IX, dan XII akan menjalankan satu pertempuran sengit antara Otak dan Lembar Soal.. hehehe... Sekedar tips dari penulis biar tidak stress yaitu gunakanlah waktu luang yang ada untuk me-refreskan otak kita baik itu dengan olah raga, jalan-jalan sekitar komplek perumahan, studi wisata, atau dapat juga dengan jalan-jalan ke taman perumahan. Intinya carilah lokasi yang dapat menyegarkan mata, pikiran, dan jiwa kita (cari tempat yang banyak memiliki nuansa warna hijau atau biru).

Berikut ini ada sedikti ucapan, pesan, dan informasi penting untuk para pembaca semuanya,


SELAMAT BELAJAR BAGI WARGA KELAS VI, IX, XII.

MOHON BELAJAR DARI SEKARANG, JANGAN DITUNDA-TUNDA.
PUSING SEKARANG GAK MASALAH, DARIPADA PUSING NANTINYA.

SELAMAT BERJUANG
DALAM MENEMPUH UJIAN LOKAL DAN UJIAN NASIONAL.
KHUSUS YANG KELAS XII,
KALAU BERENCANA UNTUK KE PERGURUAN TINGGI
TENTUKAN PILIHAN DARI SEKARANG.
JANGAN SPEKULASI NANTI.
CARI INFORMASI SEJAK SEKARANG SESUAI CITA-CITA.

OK,
SEKALI LAGI MET BELAJAR & MET BERJUANG.
KASIH KADO TERBAIK TUK ORANG TUA.
…..

Tapi bulan ini ada obyek “blur” di langit nih
C/2007 N1 atau Lulin.
Magnitudo semu ± 5 – 6 tuk tengah Februari,
lokasi sekitar 30 di utara Spica (terbit ± jam 22).
Magnitudo semu ± 5,5 tuk tanggal 23 – 25 Februari,
Lokasi sekitar 20 barat daya Saturnus (terbit ± jam 20).
Selanjutnya menuju ke Regulus.
Tapi .. Ufhs .. besok paginya .. zzz .. ZZ ..

Salam WR

14 Februari 2009


salam: rs dan wr

Zodiak (Edisi 1) - Aries

Dalam mitologi Yunani terdapat cerita tentang bulu domba emas. Raja Athamus dari Boetia setelah menikah dengan Nephele memiliki putra Phrixus. Karena kecewa dengan Nephele, maka sang raja menikah lagi dengan Ino. Bagi Ino kehadiran Phraxis merupakan ancaman bagi keturunannya. Akhirnya secara rahasia memusnahkan sebagian besar bibit jagung yang membuat rakyat nantinya akan kelaparan.

Kejadian ini membuat Athamus mengirim utusan ke orang bijak di Delphi. Namun, Ino menyuap utusan tersebut agar nanti menjawab ke Athamus bahwa agar panen berhasil, maka putra mahkota harus dikorbankan. Hermes (Mercury dalam mitologi Romawi) yang mendengar doa Nephele, akhirnya mengirim domba dengan bulu emas untuk mengambil Phrixus yang sudah diletakkan di altar pengorbanan.

Sementara Helle, adik Phrixus, yang juga diselamatkan oleh keberadaan domba tersebut dikisahkan jatuh dan menemui kematian oleh binatang buas yang membuat celah besar. Celah ini membelah Eropa dan Asia, yang kini selat tersebut dikenal dengan nama the Hellenpont (sea of Helle) sebagai penghargaan kepadanya.

Domba tersebut membawa Phrixus yang selamat tersebut ke daerah Colchis di pantai Laut Hitam. Lalu mempersembahkan domba tadi ke dewa Zeus (Jupiter dalam mitologi Romawi), sementara bulu domba emasnya dipersembahkan ke raja Colchis yaitu Aeetes. Bulu domba ini akhirnya terjaga secara aman di hutan keramat milik dewa Ares (Mars di Romawi). Yang menjadi penjaganya adalah seekor naga, dan terus tersimpan sampai saatnya nanti dicuri oleh Jason bersama armadanya the Argonauts (salah satu cerita tentang rasi bintang Argo Navis, kapal yang dibuat Jason dengan bantuan dewi Athene atau Athena yang di Romawi dikenal sebagai Minerva. Adapun rasi bintang Argo Navis baru dipetakan secara astronomis pertama kali oleh Ptolemy abad 2).

Adapun Jason melakukan ini karena ayahnya – raja Aeson dari Thessaly (tanah kelahiran Phrixus) - dikudeta oleh saudara tirinya Pelias. Pelias setuju tahta dikembalikan ke Jason dengan syarat Jason bisa mengambil bulu domba tersebut dari hutan keramat milik Ares. Jason pun berhasil, dan inipun karena bantuan justru dari putri Aeetes sendiri, yaitu Medea, yang jatuh hati pada Jason bahkan ikut lari bersamanya kembali ke Thessaly.

Dari kisah ini, dalam astrologi bahwa Aries-lah yang mengatur dewa perang Ares (Mars). Hal ini karena tugas Ares harus menjaga keberadaan Aries sang domba emas. Namun, dalam perkembangannya terjadi kebalikannya bahwa justru Aries didominasi oleh keberadaan Ares.


Zodiak
Saat ini Aries dikenal sebagai salah satu dari 88 rasi bintang atau konstelasi sekaligus salah satu dari 12 simbol Zodiak (Simbol ke 1). Manilius, dari Romawi pada abad 1 mendeklarasikan bahwa Aries adalah primadona dari semua Zodiak, oleh sebab itu pada urutan zodiak merupakan simbul yang pertama. Sementara pada budaya Assyria (Mesopotamia kuno) di sebelah utara Tigris memiliki kebiasaan untuk mengorbankan seekor domba saat Matahari mencapai titik equinox (titik musim semi). Mereka menyebut daerah rasi ini sebagai Altar atau Pengorbanan.

Mengenai batasan tanggal yang biasa ada pada pedoman Zodiak adalah antara tanggal 22 Maret s.d 21 April. Jadi yang lahir antara tanggal tersebut dikatakan berbintang Aries. Sementara berdasar kenyataan saat ini (epoch 2000), Matahari melintasi daerah Aries antara tanggal 18 April s.d 13 Mei (hanya selang 25 hari). Harusnya yang lahir pada kurun waktu inilah yang berbintang Aries. Di Indonesia, daerah tempat Aries di langit dipetakan dengan nama Sumbul (Bakul).

Kembali ke langit perbintangan, bahwa saat terbaik untuk melihat rasi bintang Aries dimulai akhir bulan Oktober (Patokan kota Jakarta). Pada jam 18:00 WIB, rasi bintang ini sudah terbit di ufuk Timur. Atau berkisar tanggal 22 Oktober jam 24:00 WIB, bintang paling terangnya yaitu Hamal (dari bahasa Arab, artinya anak biri-biri) berada di garis meridian (lingkaran semu dari Utara ke Selatan melalui puncak langit atau zenith). Ketinggian dari titik Utara sekitar 70 derajat. Posisi ini biasa disebut titik kulminasi. Sementara rasi bintang ini pada minggu terakhir bulan April jam 18:00 WIB sudah terbenam. Jadi sepanjang malam tidak dapat dilihat sampai nanti tampak lagi di awal malam pada akhir bulan Oktober. Letaknya di sebelah timur rasi bintang Pisces.

Dalam mengamati langit karena adanya polusi udara dan polusi cahaya, apalagi kalau kita tinggal di kota besar semisal Jakarta – maka pada umumnya akan sulit untuk melihat bintang-bintang. Terlebih dalam menera rasi bintang, khususnya dekat ufuk. Apalagi untuk rasi bintang Aries. Berhubung tidak banyak bintang yang cemerlang, oleh sebab itu formasinya agak sedikit sulit untuk ditera.

Pada rasi bintang ini ada 4 bintang yang menonjol yaitu :
- (Alpha Arietis) atau Hamal, warna kuning. Magnitudo semu sebesar 2,0 (bintang paling lemah yang bisa dilihat mata bugil adalah 6, inipun dengan kondisi langit malam yang baik). Biasanya indeks alpha adalah bintang paling terang di rasi bersangkutan.

- (Beta Arietis) atau Sheratan (dari bahasa Arab yang artinya tanda atau jejak). Namun nama Sheratan ini terkadang digunakan pula untuk bintang Mesarthim (gamma Arietis). Penamaan tersebut karena kedua bintang ini dijadikan patokan titik equinox bulan Maret (titik musim semi atau titik Aries). Sebagai titik 00 dalam koordinat langit yaitu asensio rekta yang saat itu terjadi (tahun 300 – 400 SM). Saat ini sudah berpindah ke rasi bintang Pisces (ikan, atau di Indonesia dikenal sebagai Lintang Mina) sebagai akibat gerak presesi Bumi.

- Saat ini diketahui bahwa Mesarthim (magnitudo semu 4,6) adalah bintang ganda, dan jaraknya sekitar 160 tahun cahaya. Yang juga bintang ganda adalah Epsilon Arietis. Jaraknya sekitar 410 tahun cahaya dengan magnitudo semu 5,3 dan 5,6 tahun cahaya. Sulit dilihat dengan mata bugil dari kota Jakarta.

Sayangnya tidak banyak obyek yang menarik untuk pengamatan dengan binokuler atau teleskop di Aries. Tidak seperti semisal rasi bintang Sagittarius yang banyak terdapat gugus bintang, nebula, dsb. Namun, keunikan lain bahwa ternyata titik radian dari hujan meteor permanen di siang hari salah satunya ada di Aries (Hujan Meteor Arietids antara tanggal 29 Maret hingga 17 Juni).

salam
WR

Popular Posts