Pertemuan Rutin di Bulan Ramadhan 1429 H

Sabtu (6/09), pertemuan yang dilaksanakan pada awal bulan Ramadhan kali ini cukup membuat antusias dari para anggota HAAJ. Materi yang berjudul Alam Semesta dalam Islam yang disampaikan oleh Bapak Djuhana Widjajakusumah merupakan materi rutin yang selalu ada dalam pertemuan HAAJ setiap tahunnya. Namun materi yang disampaikan setiap tahunnya tidaklah sama, karena setiap tahunnya selalu bermunculan informasi-informasi astronomi terbaru yang menjadikan bahasannya tidaklah membuat boring para peserta. Acara lainnya yaitu buka puasa bersama dengan narasumber. Dengan menu ta'jilan yang seadanya dari pihak panitia ternyata tidak merubah suasana keharmonisan dan keceriaan dari para peserta. Meskipun ada dari beberapa peserta yang sengaja membawa makanan berbuka untuk sama-sama dihidangkan. Selanjutnya pertemuan kedua pada bulan suci Ramadhan yaitu tanggal 20 September 2008, dengan materi Astronomi dalam Islam yang disampaikan oleh Ustadz Rojalih dari Pesantren An-Nida. Sama seperti halnya pada pertemuan pertama, peserta juga sangat antusias dalam mengikuti materi yang disajikan oleh pemakalah. Setelah materi dan sesi tanya jawab selesai acara selanjutnya adalah peneropongan benda langit. Dengan objek seadanya yaitu planet Jupiter dan beberapa bintang terang, para peserta sudah merasa senang dan dapat berbagi informasi astronomi dengan para pengurus HAAJ.

Di bawah ini terdapat beberapa dokumentasi kegiatan pertemuan rutin.

Suasana pertemuan rutin. Kredit: ronny.

Suasana sesi tanya jawab. Kredit: ronny.

Peserta yang hadir pada pertemuan didominasi oleh siswa SMA. Kredit: ronny.

Special Thanks: Rekan-rekan HAAJ yang telah membawa makanan berbuka. Enak lho makanannya... Jangan lupa tanggal 11 Oktober,, yang masih punya kue lebaran, sirup, kurma, dll... dibawa ya... hehehe...

salam aquila. By:rny

Star Party in Al-Kausar Islamic Boarding School

Star Party atau lebih dikenal dengan kemah bintang merupakan acara yang sering diadakan dari berbagai pihak sekolah maupun instansi untuk mengenalkan dunia astronomi kepada peserta. Dengan adanya acara seperti ini, diharapkan para peserta dapat memahami dan mengenali tentang dunia ilmu astronomi dan diharapkan juga dapat manambah rasa syukurnya kepada Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta. Acara yang dimulai sejak pukul 21.00 WIB ini, sebelumnya diisi dengan pemberian materi dari tim HAAJ dengan materi yang telah dikhususkan yaitu tentang alam semesta umum. Namun materi dapat ditukar dengan materi lain tergantung dari keinginan pihak panitia. Biasanya materi yang diinginkan dari pihak panitia berupa fenomena astronomis seperti gerhana, transit, dll. atau dapat juga materi tentang evolusi bintang atau dapat juga materi lainnya. Sebagai tambahan, bahwa dalam rangka menyambut Tahun Astronomi Sedunia 2009 setiap presentasi akan diawali dengan pemutaran trailer IYA 2009 dan akan dijelaskan secara singkat tentang kegiatan astronomi yang dilakukan selama satu tahun mendatang di berbagai belahan dunia.

Sekolah Al-Kausar yang berlokasi di Desa Babakan Jaya, Parung Kuda, Sukabumi merupakan salah satu sekolah yang rutin setiap satu tahun sekali selalu mengundang HAAJ untuk menyelenggarakan acara Star Party. Bapak Hanafi selaku koordinator acara telah bekerja sama dengan HAAJ kurang lebih sejak tahun 2003 yang lalu. Peserta star party diwajibkan untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), namun para siswa dari tingkat SMA pun juga diperbolehkan jika ingin mengikuti kegiatan tersebut. Acara star party di Sekolah Al-Kausar ini merupakan acara yang paling unik, dimana acara selalu diadakan setiap pertengahan bulan Ramadhan. Sekitar tanggal 14, 15, atau 16 Ramadhan. Meskipun pada tanggal tersebut bulan menampakan penuh wajahnya, hal ini tidak menjadi halangan pada setiap star party berlangsung. Para peserta masih dapat melihat objek-objek Messier (khususnya Open Cluster, dan Globular cluster) dan jika beruntung peserta dapat melihat contoh dari Nebula (Rahim Bintang).

Informasi baru : pada tahun ajaran kali ini Sekolah Islam Al-Kausar telah mendirikan Club Astronomi dengan pembina yaitu Bapak Arifin (guru fisika). Meskipun beranggotakan sedikit, Club Astronomi Al-Kausar dapat menunjukkan keseriusannya dalam Olimpiade Astronomi tingkat Propinsi Jawa Barat. Selamat untuk Pak Arifin dan siswanya.......

Berikut di bawah ini adalah video dan dokumentasi kegiatan pada saat acara berlangsung.


Pemutaran trailer IYA 2009. Kredit : ronny

Pemberian materi astronomi oleh Pak Widya Sawitar. Kredit : ronny

Peserta pun beraksi ketika teleskop telah siap digunakan. Kredit : ronny

Mohon maaf jika mendengar suara bersin pada saat memutar video di atas. By: rny

Astrofotografi 1

Berikut ini terdapat 2 objek yang dipotret dengan menggunakan Kamera Digital SONY tipe DSC-T20 dan Teleskop Sky Watcher 8 inchi.

kredit: ronny
Keterangan foto:
Objek : M-7 (Ptolemy Cluster)
ASA : 800
Exposure time : 1 detik
Tanggal Capture : 11 September 2008
Waktu Capture : 20.00 WIB atau 13.00 UT
Tempat : Planetarium Jakarta


kredit: ronny

Keterangan foto:
Objek : Bulan (fase Waxing Gibbous)
ASA : 100
Exposure time : 1/125 detik
Tanggal Capture : 11 September 2008
Waktu Capture : 19.55 WIB atau 12.55 UT
Tempat : Planetarium Jakarta
Olah Citra : Adobe Photoshop CS3

Kondisi langit pada saat pengambilan kedua citra cukup cerah, namun disekitar langit belahan barat sudah tertutup oleh awan tipis. Selain gambar di atas pada saat moment Gerhana Bulan Parsial pada tanggal 17 Agustus 2008 lalu, sempat mengambil salah satu citra objek Messier 45 (objek gugus terbuka) atau yang lebih dikenal dengan Pleaides.

kredit: ronny

Keterangan foto:
Objek : M-45 Open Cluster, Pleaides
ASA : 800
Exposure time : 0.77 detik
Waktu Capture : 05.02 WIB atau 22.02 UT
Tempat : MAN 4 Model Jakarta
Kamera : SONY DSC-W30

Sky Watcher 8 inchi

by:rny

Menyemarakkan IYA 2009 dengan Kano Afrika

Brian Sheen, yang merupakan anggota dari Roseland Observatory - Cornwall baru saja akan memulai petualangannya untuk menjelajahi salah satu sungai terpanjang di dunia. Jarak yang akan ditempuh oleh Brian Sheen beserta timnya kurang lebih sekitar 2.500 mil atau sekita 4.000 km (4 kali panjang Pulau Jawa) yang melewati negara Guinea, Mali, Niger, Benin dan Nigeria. Perjalanan akan dimulai dari Guinea, dimana Brian Sheen dan timnya akan menempuh dengan berjalan kaki ke salah satu pegunungan di Guinea. Sepanjang perjalanan mereka akan bertemu dengan tentara lokal dan sahabat Brian Sheen yang akan membantu jika ada masalah dalam ekspedisi ini.

Bagi Brian, kedatangannya di Afrika Barat bukanlah yang pertama kalinya. Namun, empat puluh tahun yang lalu ia sudah berada di Afrika Barat dan bergabung dengan Palang Merah setempat. Dan kembali lagi pada tahun 1981 untuk bersampan sejauh 150 mil dari muara Onitsha hingga Pelabuhan Harcourt. (rny)

Beita selengkapnya klik di sini

Sumber: universetoday.com - IYA 2009

" Laser Comb" To Measure the Accelarating Universe

Back in April, UT published an article about using a device called a 'laser comb' to search for Earth-like planets. But astronomers also hope to use the device to search for dark energy in an ambitious project that would measure the velocities of distant galaxies and quasars over a 20-year period. This would let astronomers test Einstein's theory of general relativity and the nature of the mysterious dark energy. The device uses femto-second (one millionth of one billionth of a second) pulses of laser light coupled with an atomic clock to provide a precise standard for measuring wavelengths of light. Also known as an “astro-comb,” these devices should give astronomers the ability to use the Doppler shift method with incredible precision to measure spectral lines of starlight up to 60 times greater than any current high-tech method. Astronomers have been testing the device, and hope to use one in conjunction with the new Extremely Large Telescope which is being designed by ESO, the European Southern Observatory.


Astronomers use instruments called spectrographs to spread the light from celestial objects into its component colors, or frequencies, in the same way water droplets create a rainbow from sunlight. They can then measure the velocities of stars, galaxies and quasars, search for planets around other stars, or study the expansion of the Universe. A spectrograph must be accurately calibrated so that the frequencies of light can be correctly measured. This is similar to how we need accurate rulers to measure lengths correctly. In the present case, a laser provides a sort of ruler, for measuring colors rather than distances, with an extremely accurate and fine grid.

New, extremely precise spectrographs will be needed in experiments planned for the future Extremely Large Telescope.

"We'll need something beyond what current technology can offer, and that's where the laser frequency comb comes in. It is worth recalling that the kind of precision required, 1 cm/s, corresponds, on the focal plane of a typical high-resolution spectrograph, to a shift of a few tenths of a nanometre, that is, the size of some molecules," explains PhD student and team member Constanza Araujo-Hauck from ESO.

The new calibration technique comes from the combination of astronomy and quantum optics, in a collaboration between researchers at ESO and the Max Planck Institute for Quantum Optics. It uses ultra-short pulses of laser light to create a 'frequency comb' - light at many frequencies separated by a constant interval - to create just the kind of precise 'ruler' needed to calibrate a spectrograph.

The device has been tested on a solar telescope, a new version of the system is now being built for the HARPS planet-finder instrument on ESO's 3.6-metre telescope at La Silla in Chile, before being considered for future generations of instruments.

More information on laser combs.

Sumber: ESO

Popular Posts